Rabu, 24 Agustus 2016

Pertama (5)

Dear Vino

Hi Vino
Aku menulis ini karena saat ini aku terkejut. Kamu masih mengingat namaku dan menyebutnya begitu saja dalam grup whatsapp 'Marsha sebentar lagi juga .....' begitu katamu.

Disaat anggota grup sudah ingin melupakan dan menyebut 'siapa itu marsha ?' Tapi kamu malah menyebutnya dengan jelas. Ya walau pada akhirnya anggota grup tidak merespon lagi seputar aku. Hanya kamu yang sebut namaku ! Terimakasih Vino sudah ingat.

Sudah genap 1 tahun, sejak pertama kali pertemuan kita. Terimakasih Vino untuk tetap mengingat nama ku.

Aku tahu punggungmu masih se-istimewa dulu, dan aku masih memliki keinginan untuk memeluk punggungmu. Menghapus lelahmu.

Iya iya maafkan aku Vino. Aku bukan kriteria wanitamu. Aku sadar. Hanya saja, sangat menyenangkan ketika bercerita tentang mu terutama punggungmu. Tak masalah jika kamu selalu membelakangiku, karena itulah yang sering kamu lakukan kepadaku. Aku memang bukan bagian penting sehingga kamu harus memperhatikanku. Sebab itulah cukup punggungmu saja yang aku cintai.

Kapan kamu akan menceritakan lelahmu kepadaku ? Kapan kamu akan menyampaikan rasa bahagiamu kepadaku ? Aku akan tunggu Vino. Ya aku tahu Vino, hal itu adalah hal yang tidak mungkin tapi percayalah aku bahagia walau kelak disisimu itu bukan aku.

Semoga kamu sehat selalu. Aku masih tetap 'suka' kamu, seperti yang sudah aku katakan di awal bulan September  lalu. Saat lelah tubuhmu menjadi panitia acara komunitas mu. Apa kamu masih ingat itu ? :)

Ah kamu pasti lupa hal tidak penting ini !
Vino...
Aku merindukan punggung (ka)mu !


Dari rindu yang biasa kau sebut
Marsha (and the bear)

Rabu, 10 Agustus 2016

Pertama (4)

Dear Vino

Hai Vino, bagaimana kabarmu ?
ini kali ke-4 aku memperbincangkan mu Sudah lewat beberapa bulan saat terakhir kali aku menulis tentangmu.
Apakah kamu merindukanku ?
Wahh... itik buruk rupa ini sudah mulai lancang membahas rindu dengan mu ya hahaha
Maaf, aku lancang. Sebab belum ada pertemuan setelah 7 bulan lamanya.

Aku masih belum memiliki alasan untuk menciptakan pertemuan. Bukan karena tidak ada kesempatan tapi....
Kamu yang tidak menginginkan pertemuan kita. Iya kita !

Canggung rasanya saat terakhir kali bertemu kamu, sebab perasaanku masih tergantung di pikiranmu. Mungkin sedikit mengganggumu. Maaf telah menciptakan ketidak nyaman selama ini.

Terimakasih sudah mengirimi aku pesan singkat lebaran yang sudah berlalu beberapa hari. Maaf aku tidak membalas.
Sebab jika aku membalas, aku akan selalu menunggu balasanmu dan hal itu sedikit menyiksaku. Padahal sulit bagiku memulai perbincangan, sedangkan mudah bagimu untuk mengakhirinya.

Punggungmu masih se-istimewa dulu. Iyaa.. aku melihat postinganmu di internet.
Aku pikir kamu membaca postingan ku sebelumnya yang membicarakan seputar punggung mu. Apa aku GR ? Maaf jika aku salah.
Tapi... rasanya masih sama, aku masih ingin memeluk punggungmu.

Kali ini tidak banyak yang aku ceritakan.
aku rindu. itu saja !
yang jelas kerinduanku tidak sesederhana itu.



Tertanda,
kerinduan yang boleh kau penggil ...
Marsha and the bear (?)
 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template