Kamis, 25 Juli 2013

Tahukah kamu bagaimana aku(SEKARANG) ?

Teruntuk kamu yang masih aku cintai sampai detik ini.

Sudah beberapa bulan yang lalu kamu menyebut kata 'pisah'. Mengakhiri hubungan yang pernah kita bangun bersama-sama. Rasanya baru kemarin kamu pergi, karena lenganku masih merasakan bagaimana kita saling bersentuhan. Melakukan kontak mata dan perlakuan fisik lainnya. Semua masih jelas terekam dalam ingatanku. Bagaimana cara bibirmu yang mungil menyebutkan panggilan 'sayaang'. Manis.

Nyatanya aku tidak pernah bangkit dari mimpiku, yang selalu kamu buat melayang layang dalam imajinasiku karena mencintaimu. Kamu pernah membuat aku merasakan bahagia sejadi-jadinya karena ragamu yang masih menjelma menjadi kekasihku. Namun sekarang, kamu membuat aku sebagai orang yang paling terpuruk sejadi-jadinya saat ragamu menghilang dirampas orang.

Entah skandal apa yang kamu lakukan. Kamu yang sekarang tidak lagi sendiri dengan mudahnya meninggalkan aku, bersama jutaan rasa sayang yang pernah kita lengkapi. Kali ini kamu bahkan membuat aku menjadi manusia teramat bodoh. Manusia yang selalu mengharapkan ketidak pastian. Manusia yang selalu terombang ambing berkedok perjuangan. Ya.. Kamu tahu kan ? Aku masih memperjuangkan kamu ! Aku masih tetap mencintaimu, tidak perduli bagaimana hubunganmu dengan seseorang yang baru itu. Kamu merubahku menikmati hidup dengan ketidak warasan mencintaimu.

Kamu mulai melengkapi ketidak warasanku mencintaimu. Dengan pengakuanmu bahwa kamu sudah tidak mencintaiku. Semudah itukah bibirmu ringan berkata ? Lalu, untuk apa kamu buang-buang waktu 2 tahunmu bersamaku jika pada akhirnya bibirmu lancang berucap cinta yang absrud ? Tolol.

Aku tidak akan pernah menyalahkan kamu dalam hubungan yang selalu kita perjuangkan yang berakhir kenistaan. Aku hanya harus menyalahkan diriku karena membuatmu pergi dengan meninggalkan jutaan kasihsayang dan kesedihan untukku.

Aku tahu.. Kamu tidak akan pernah menoleh kearahku dan menanyakan keadaanku. Tapi, tahukah kamu bagaimana aku sekarang ? Aku masih berada diujung jalan saat kamu tinggalkan. Aku masih berada dalam posisi yang sama, saat semua waktu kita dulu kamu hempaskan. Aku masih mengenakan cincin yang tersemat di jemari mu dan jemariku dulu. Aku masih mengenakan segala bentuk pemberianmu. Aku masih mengingat-ingat kamu. Aku masih bersama dengan jutaan rindu yang masih tersemat hanya untukmu. Aku masih merapal namamu dalam tiap baris doaku. Aku masih... Aku masih... Aku masih.. Aku masih... Ah sudahlah ! kamu juga tidak akan pernah menggubrisku(lagi)kan ?

Tolong dengarkanlah manusia bodoh ini, yang dengan sengaja membutakan dan menulikan semuanya karena cinta yang kamu abaikan. Tolong dengarkan aku ! Aku mungkin memang orang yang kehilangan kewarasan yang diam-diam selalu mencari tahu tentang kabarmu. Tapi di samping ketidak warasanku, aku hanya ingin mengingatkanmu; Saat kekasih barumu kini, tidak lagi memperlakukanmu dengan baik, dan tidak lagi membuatmu bahagia. Aku masih ada dan akan terus ada untuk membahagiakanmu lebih dari apa yang dia lakukan untukmu. Kamu ingat yaa..! AKU MASIH ADA DAN AKAN TERUS MENERUS ADA UNTUK KAMU SAYAANG !

Dari seseorang yang selalu berharap aku dan kamu bisa menjadi KITA(lagi); AKU.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template