Kamis, 11 Juli 2013

Surat Cinta ♥

Mas... Sudah ku sempatkan waktu menulis surat yang sengaja ditulis disela kesibukanku untuk kamu. Mungkin kamu tidak pernah membuka e-mail yang sekarang sudah penuh oleh ratusan surat(dariku) yang tidak penting untuk kamu baca. Lenganku memang selalu kusandarkan pada meja kantor yang diam-diam kini sudah menjelma menjadi kekasih baruku.

Mas... Hubungan kita sudah terjalin cukup lama, sudah bukan makanan ringan lagi jika kita bicarakan tentang hubungan ini. Sudah lama sekali lengan ku tidak pernah menyentuhmu. Padahal setiap hari kamu selalu setia mengantar dan menjemputku. Bahkan obrolan kita kian hari kian samaar untuk terdengar. Dulu dimobil kamu selalu bertanya 'Gimana kerjaan hari ini sayaang ? Lancar ?'. Sekarang pertanyaan itu seolah lenyap ditelan dinginnya AC mobil.

Mas.. Wajarkah jika aku selalu bertanya 'Mas masih sayaang aku ?'. Kamu memang selalu tersinggung atas pertanyaan yang selalu membuatmu merasa tidak dipercaya ini. Dan bahkan kamu selalu bosan dengan pertanyaan yang sebenarnya tidak pantas untuk aku tanyakan. Mengertikah kamu dari maksud pertanyaanku itu ? Aku selalu ketakutan. Ketakutan yang begitu dalam. Aku selalu takut kamu memaksakan diri demi membahagiakan aku dihubungan ini. Jika terus menerus seperti ini kamu akan merasakan sakit yang luar biasa, karena aku pernah mengalaminya dihubunganku sebelumnya. Sikapmu terlalu dingin untuk wanita yang butuh kehangatan sepertiku. Kamu terlalu beku mas. Perhatianmu seketika mengeras, kemudian hilang.

Kamu absolut tapi kamu absrut. Raga kamu ada disini tapi hati kamu ? Aku tidak pernah mau tahu hati kamu ada dimana ? Aku takut jika kamu benar-benar meninggalkan aku. Sudah cukup, dihubungan ini aku tidak menyentuh lengan dan membuat bibirmu berkata banyak dihadapanku. Melihat ragamu yang ada dihadapanku, aku sudah bahagia. Walau dalam setiap dinner, kamu lebih memprioritaskan gadget dari pada aku. Aku tidak masalah.

Terkadang aku merindukan kamu yang dulu. Merindukan kamu yang selalu membuat aku menjadi wanita yang tertawa paling keras. Merindukan kamu yang selalu membuat aku menjadi wanita paling bahagia didunia. Merindukan kamu yang selalu membuat senyumku mengembang paling lebar. Dan merindukan kamu yang selalu membuatku bangga memilikimu.

Andai dihubungan ini ada yang pantas aku salahkan. Andai dihubungan ini ada yang patut aku lampiaskan.. Mungkin sesuatu yang tidak akan pernah kamu genggam, kamu baca dan aku katakan; SURAT CINTA.

1 komentar:

  1. rindu itu tidak bisa di duga yah datangnya.. hehe :)

    BalasHapus

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template