Minggu, 20 Januari 2013

Special Turban :)




 






Sabtu, 19 Januari 2013

Rayna Rahdianuari (˘_˘") II

Kok Judulnya Rayna Rahdianuari (˘_˘") II ?
Coba cek sebelumnya : RAYNA RAHDIANUARI (˘_˘")




 

Hayoo apa bedanya foto tahun lalu sama sekarang ?
Ayoo di perhatikan lagi postinganku dulu sama sekarang ?

Aku sudah BERHIJAB sekarang :)
Alhamdulillah..

Kalo tahun kemaren fotonya dirumahku. Sekarang dirumah Rayna.

Menurut kalian siapa yang cantik diantara objek foto diatas ?
Yaa.. BENAR !! Sbebelah KANAN emang paling cantik (Karena itu aku haha)

Terakhir ketemu aku lupa kapan ? Pokoknya tiba-tiba kangen aja sama Rayna. Akhirnya aku hubungin dia. Gak tau kenapa tiba tiba kangen aja. Dan aku membenci rasa 'kangen' ini.

Jadi begini awalnya.........

18 Januari 2013

Pagi ini hujan, tetesan air membasahi celah jendela kamarku. Aku terbangun. Tetesan air yang membasahi genting mengusik mimpiku dengan cepat. Pukul 8:00 ponselku bunyi nyaring. Seperti suara telfon "Itu pasti Zulfi" pikirku cepat. Akhirnya kudapati ponselku di dekat meja belajar. Kuraih dan kemudian kubuka poselku dan dilayarnya tertulis kalimat rahasia.
        "Hah? sekarang tanggal 18 Januari ? gak mungkin ! gak mungkin sekarang tanggal 18 !" ucapku ketakutan.
        "Kamu kenapa kak ?" tanya mamah yang terkejut melihatku panik.
        "Rayna mahh ! Raynaaaa !"
        "Rayna kenapa ?" tanya mamah yang ikutan panik.
        "Rayna sekarang 18 tahun ! Nggak mungkiin !"
        "Yailaah ! kirain ada apaan"
        "Apa aku harus manggil dia Kak ? Mbak ? Teh ? Uni ? Tante ? Bu ? Oh tidaaaaaaaak mah !"
        "Mamah kayak dilempar kedunia lebay ya kalo ketemu kamu" 
        "Yailaah mahh.. acting dikit kaleeee" 
        "Yaudah sana cuci muka, mandi jadi pergi gak kita ?"
        "Mau kemana sih ? hujan gini juga !"
        "Kehatimu haha"
        "Aku kayak dilepar kedunia gombal ya kalo ketemu mamah"

Dasar punya mamah kece jadi begini nih.. 

Oke kembali ke Rayna. Kalian tahu kenapa aku panik setelah lihat ponselku ? Gak tau kenapa ulang tahun rayna aku jadiin alaram, jadi wajar aja aku kebangun -_-

Sorenya..
Akhirnya aku punya segenap keberanian untuk menghubungi orang yang sekarang 18 tahun ini ! Karena belum siap manggil Rayna 'Kakak' akhirnya aku nyuruh Salsa aja yang nelfon Rayna.
"Hallo Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam ini kak Rayna ya ? Aku Salsa"
"iya"
"Selamat ulangtahun yaa kak.. Semoga panjang umur"
"iya makasih"
Akhirnya Salsa ngasih ponselku ke aku. Aku sampe harus naik turun tangga dan melakukan banyak peregangan supaya siap mental denger suara Rayna yang mulai dewasa (gak selebay itu sih !).
"Hallo Assalamualaikum ray"
"Waalaikumsalam"
"Sekarang 18 tahun ya ? Selamat Ulang tahun yaa"
"Iya makasih ya dis"
"Doanya semoga-semoga-semoga yaaa"
"Iya, makasih yaa"
Tiba-tiba mamahku yang lagi masak aku paksa untuk ngucapin ulangtahun ke rayna !
"Hallo Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Ini mamahnya Diska. Katanya Ulangtahun ya ? Selamat Ulangtahun"
"Iya makasih"
"Semoga panjang umur yaa. Ini mamahnya Diska lagi masak"
Mamah langsung ngasih ponselnya ke aku dan lagi lagi aku harus melakukan banyak pemanasan untuk mendengar suara Rayna yang udah GAK imut lagi.
"Hallo Ray"
"Iya dis, makasih yaa sampe semuanya haha"
"Papahku belum ray. Papahku lagi lembur sih"
"Yaudah gak usah"
"Iya.. Besok ada dirumah ray ?"
"Ada. Mau kerumah ?"
"Iya, Suruh mamahmu masak yang banyak ray"
"Haha Iyaa"
"Sekalian mau nanya yang bisnis online itu"
"Oh iya.. enakan langsung emang"
"Yaudah, semoga besok gak hujan yaa"
"Iyaa"
"Yowes, selamat ulangtahun ya ray"
"Iya makasih dis"
"Sama-sama. Wassalamualaikum"
"Waasalikumsalam"


19 Januari 2013

Dan Akhirnyaaaaaa... Hari ini berhasil ketemu !
Setelah perjalanan yang panjang dari Perumahan Griya Waringin Elok sampai Pura Bojonggede. Setelah menerjang tetesan air akibat awan yang sulit menampung debit air yang menciptakan langit menggelap. Hujan (Demi apapun ! hari ini aku lebay banget !)

Setelah ketemu... kita cerita banyaaaaaaak banget.
Sampe Rayna nangis karena aku -_-
Rayna masih hutang bayar teritorial hijab ala aku tuh -_-
Selama 4 jam aku dirumahnya(cuma) dapet beberapa tengguk air dan 2 buah rambutan. Alhamdulillah :D

Demi apapunnnnn... Sampe dirumah Rayna jam 2 trus pulang jam 6. 4 Jam ketemu Rayna rasanyaaaaaaaa.. sebentar banget. Gak tau deh kenapa -_-

Sampe Update lhoo :D



Oh iya Rayna mata sebelah kanannya kena air seninya kecoa. 
Mungkin itu kado ulangtahun untuknya ? *LOL

next time lagi yaaa.. :)

Rabu, 16 Januari 2013

Berbahagialah Sahabatku ♥

Namanya Annisa Sukma Dewi. Aku mengenalnya saat masuk Perguran Tinggi di Jakarta Barat. Kami satu kelas dan bisa dikatakan kami sudah menjadi sahabat yang amat sangat dekat dengan perjumpaan yang sangat singkat. Dia cantik. Aku suka dengan setiap jilbab yang dia kenakan dengan berbagai farian. Bahkan saat ini dia berhasil menjadi tentorku berhijab.

Aku hampir tidak pernah melihatnya menangis. Dia adalah wanita yang paling riang yang aku temui selama 18 terakhir hidupku. Dia sama sepertiku, segala sesuatu kejadian selalu ditulis. Dan hampir semua tulisan yang tertulis di bindernya bersamaku itu hal-hal yang selalu membuat kita menarik tawa. Mungkin itu hanya dunia kami, dan hanya kami saja yang tahu.

Dalam keceriaannya, ternyata dia memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang. Dia adalah wanita cengeng, pengecut dan tidak pernah berfikir realistis. Aku berpikir, bahwa dia adalah wanita bodoh yang selalu  berbicara dengan benda dua dimensi yang ada dalam dompetnya. Saat dia sendirian di sudut belakang ruang kelas dia selalu bercerita kejadian hari ini dan mengobrol dengan benda tersebut. 'GILA' pikirku. Tapi mungkin karena umurnya lebih muda dariku jadi dia tampak terlihat memiliki dunianya sendiri.

Suatu ketika aku sengaja tertidur di bangku belakang. Bangku dimana biasanya Annisa bercerita dengan selembar foto yang diselipkan dalam dompetnya itu.
        "Dewi..Dew.. Dewi.. Aku duduk sini yaa" Pangilnya dengan menepuk pelan punggungku. Aku tetap ingin menidurkan kepalaku tanpa menengok kearahnya.
        "Tak ada jawaban ? itu tandanya IYA hahaha" lanjutnya. Dasar ! Dia selalu saja menggunakan keputusan sepihaknya. Tanpa banyak bicara dia mulai membuka dompetnya dan memandangi benda dua dimensinya.
        "Selamat siang sayaangku. Aku lagi pergantian mata kuliah sekarang. Kamu sudah ISOMA ? Jangan  lupa makan yaa kamu. Aku sayaang banget sama kamu. Kamu apa kabar ? Kok gak sms dan telfon aku lagi ? Sudah 113 hari suaramu tidak menyegarkan telingaku. Apa kamu disana sakit ? Cepat sembuh kalau begitu. Jangan lupa minum obatnya. Aku merindukanmu. Apa kamu juga begitu ?"

Benar saja. Aku merasa kasihan atas apa yang dilakukannya. Wajar saja, dia tidak pernah mau aku jodohkan dengan teman-temanku atau pun senior kampus yang menyukainya. Dia tetap setia dengan laki-laki yang masih bertahan dalam dompetnya. Nyatanya laki-laki itu sudah tidak pernah menghubunginya 4 bulan terakhir ini. Laki-laki bodoh macam apa dia ? yang mengabaikan dan mengacuhkan gadis secantik dan sebaik sahabatku ini. Tolol.

        "Sayaang.. nanti setelah pulang kuliah aku langsung pulang ke Bogor lhoo.. Kira-kira mau ketemu aku gak ? Aku udah kaaaaanngggeeeeeennnnn banget ! sama kamu ! Percaya deh ! banget banget banget kangennya"

Mendengar suaranya yang bergetar aku paham benar dia menahan tangisnya. Menahan kesakitannya untuk berjuang menjemput kesetiaannya yang nakal. Kesetiaan yang tidak pernah dia ketahui bahwa diluar sana kekasihnya membabi buta dengan brutal. Entah apa maksud Tuhan memberikan kesetiaan yang luar biasa kepada wanita cantik ini, tetapi selalu saja diabaikan laki-lakinya. Andai aku dilahirkan sebagai laki-laki, aku akan berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk menjemputnya sebagai jodohku. Sayangnya aku  wanita. Dan aku telah gagal menjadi sahabatnya karena tidak pernah tahu keadaannya.Sahabat macam apa aku ini Tuhan ?

         "Kapan kita ketemu ? kapan kamu akan membuat aku kehujanan lagi ? Aku rindu tetesan hujan yang membuat kita basah kuyup di bawahnya. Aku rindu pelukan hangat yang membuat aku tetap hangat walau aku menggigil kedinginan. Kamu dimana bee ?"

         "Biyan Wijaya. Aku hampir sulit menahan sakit yang aku rasa. Jika bukan tanpamu aku tidak mampu bertahan. Kapan aku mampu mendengan suaramu lagi ? Kapan aku bisa membaca tiap jentik jemarimu menuliskan pesan singkat untukku ? Kapan lagi bee ?"

Suara isaknya sudah mulai terdengar. Dia kesakitan, Yaa.. Kesakitan yang teramat dalam. Bahkan dikelas dia adalah pakar mengatasi masalah percintaan. Ternyata asmaranya tidak sebaik solusi yang diberikan untuk semua teman-teman di kelas. Aku nyaris sulit membendung airmataku yang menetes karena kegagalanku mengerti keadaannya yang begitu mencintai kekasih bodohnya itu. Dia memang tidak pernah berusaha berfikir realistis. Padahal sudah ditinggal kekasihnya selama hampr 4 bulan, dan dia selalu saja berkata "Aku sudah punya pacar, dan kami baik-baik saja". Wanita macam apa ini ? terbuat dari apa hatinya Tuhan ? Sadarkanlah dia, dekatkanlah sahabatku ini dengan jodohnya sesegera mungkin ya Tuhan !

        "Aku masih berharap setiap sujudku, Ya Tuhan hamba berharap Biyan Wijaya kelak akan menjadi imam yang baik untukku dan anak-anakku ya Tuhan. AMIN. Apa kamu memiliki doa yang sama sepertiku bee ? I love you"

Tuhan.. Aku memang sahabat yang jahat. Jikalau hamba berkenan, tolong jauhkanlah laki-laki yang bernama Biyan Wijaya dari kehidupan sahabatku Annisa Sukma Dewi. Untuk kesekian kalinya Biyan membuat Annisa menangis Tuhaaan. Tolong berikanlah kebahagiaan untuk Annisa ya Tuhan. AMIN.
Langsung ku palingkan wajahku menghadapnya. Dia begitu terkejut saat melihatku berlinangan air mata mendengarkan dan merasakan kesakitannya.

        "Dewii.. kamu kenapa nangis ?" tanyanya yang tiba-tiba menutup benda dua dimensinya kemudian berusaha meraih tubuhku.
        "Berbahagialah sahabatkku, walau tanpanya" ucapku sambil ku peluk tubuhnya dengan erat.
        "Aku sudah punya pacar, dan kami baik baik saja" ungkapnya dengan menepuk punggungku pelan.

Maafkan aku sayaang...

Aku sadar betul, wanita yang sedang duduk disamping kananku ini memandangku dengan begitu dalam. Perhatiannya kemudian berpaling menuju tangan kananku. Tak lama di raihnya tanganku dan di genggamnya dengan tangan kiri. Dia menggenggam tanganku begitu erat di pangkuannya. Sesekali di kecupnya berulang ulang, aku tahu betul ini adalah wujud rasa takutnya kehilangan laki-laki sederhana seperti ku. Entahlah apa yang dia lihat dariku sampai-sampai hampir semua air matanya menjurus kepadaku.

Kali ini ku saksikan, wanita yang duduk disampingku ini menangis. Tetesan air matanya membuatku kesakitan. Berulang kali aku memintanya untuk berhenti menangis tetapi dia tidak mampu melakukannya.

         "Kamu tahu gak ? Setiap hari aku nangis dikosan !" ungkapnya dengan airmata yang berlinangan.
         "dan apa kamu tahu ? kalo aku harus nunggu temen sekamarku tidur nyenyak dulu baru aku bisa nangis !" lanjutnya.
         "Kamu gak perlu nangis sayaang ! sekarang aku ada disini" ucapku, sambil ku usap airmata di pipinya yang menetes deras dengan tangan kiriku.
         "Apa kamu tahu ? Dalam derasnya hujan dan suhu udara yang dingin. Keadaan memaksaku untuk terus menerus mandi agar aku bisa menangis di kamar mandi !" ungkapnya yang sudah tidak kuasa menahan sakit yang dirasakannya.
         "Apa kamu tahu ? Dalam setiap sujudku aku selalu menangis dihadapan Tuhan. Agar Tuhan menahan rasa rindu ini untukku !"
         "Aku sakit tanpamu bee...!" lanjutnya yang mulai menyandarkan tubuhnya di pundakku.

Rasanya aku ingin bunuh diri melihat airmatanya. Aku tidak pernah sadar, bahwa 15 hari aku meninggalkannya tanpa kabar, akan membuatnya sesakit ini. Rasa sayangnya sulit aku gambarkan. Dia memang berlebihan mencintai ku, tapi aku tidak pernah permasalahkan hal itu. Aku bangga menjadi pemiliknya selama setahun terakhir ini. Aku laki-laki terbodoh. Aku menyesali. mengapa aku baru sadar, ada wanita yang begitu mencintaiku setelah ibuku, yang begitu kesakitan menahan rindunya kepadaku. Padahal aku meninggalkannya karena tugas dinas keluar kota untuk menghidupi masa depan kami.

        "sudah sayaang... jangan menangis lagi" ku bangkitkan tubuhnya untuk menghadapku.
        "aku juga merindukanmu sayaang, ayo senyum. Jangan nangis lagi" ungkapku, kemudian ku peluk tubuhnya erat-erat
        "sudah sayaang jangan menangis lagi. Maafkan aku." lanjutku dan ku usap kepalanya yang tertutup kerudung perlahan.

Suara isakan tangis tidak kuasa di hentikan olehnya. Sesekali dia harus mengisak tangisnya karena ku paksa untuk menahannya. Aku paham betul itu rasanya sakit, tapi aku berharap dia tidak sering-sering bermain dengan airmata. Hatiku selalu teriris saat mendengarnya menangis, terlebih lagi saat menyaksikannya begini.

        "Roby..." panggilnya ditelingaku saat ia sudah sanggup mengatur nafasnya.
        "Apa sayaang ? Aku terlalu erat mendekapmu ?" ku lepaskan pelukanku perlahan.
        "Jangan lepaskan bee.. Aku merindukan pelukanmu ini" diraihnya tubuhku dan dipeluknya erat.
        "Iya sayaang, gak akan dilepas" ucapku memeluknya lagi.
        "Aku mencintaimu sayaang" lanjutku, yang mendekatkan bibirku ke bibirnya.
        "Aku juga mencintaimu. Jangan pergi-pergi lagi bee !" ucapnya yang menggigit bibirku pelan.
        "Aaww.. Iya istriku"

Cornetto Love Journey :)

Kali ini aku mau posting tentang Cornetto Love Journey.
Dirumah punya televisi kan ? Kalo punya pasti tau iklannya Mischa Candrawinata.
Kalo gak tau, makanya televisinya dinyalain ! hahaha

Buat yang punya cerita cinta versi kamu. Ayo ikutan cerita ini !
Caranya gampang banget. Kamu tinggal buka web


Selanjutnya kamu klik submit story, yang tampilannya begini.


Setelah itu kamu connect ke akun jejaring sosial kamu. 
Facebook atau Twitter. Dengan cara klik FACEBOOK CONNECT atau TWITTER CONNECT.
Kalo gak punya, kamu bisa masuk dengan klik FILL THE FORM.

Setelah kamu masuk dan mengikutin persyaratan connect jejaring sosial. Kamu bisa langsung menulis cerita kamu di form yang tersedia. Tapi jangan lebih dari 500 karakter lhoo. Jadi, singkat saja ceritanya. 


Setelah selesai, silahkan klik SUBMIT. Biasanya, dipastiin lagi kalo kalian bener-bener gak mau merubah atau meng-edit ceritamu.


Kalau kalian memastikan untuk LANJUT. Nanti akan ada TREMS & CONDITIONS.
Kamu baca syarat dan ketentuan yang berlaku di dalamnya. Setelah dibaca dan kamu setuju, silahkan klik kotak yang bertuliskan Saya sudah membaca dan menyetujui Syarat & Ketentuan ini. Setelah itu kamu klik SUBMIT.


Setelah itu, kamu bisa share kompetisi walls cornetto ini ke semua temen temen kamu, via Facebbok atau twitter.


Kalo kamu sudah nulis cerita kamu dan pengen lihat hasilnya. Kamu tinggal search judul postingan kamu. Pastikan bahwa hanya kamu yang memiliki judul tersebut.


Kemudian kamu klik Judul tulisan kamu untuk memastikan bahwa itu benar benar tulisan kamu.


Apabila kamu ingin men-share tulisan kamu, kamu tinggal klik tanda panah love yang ada di samping judul tulisanmu tadi. 


Kalo kamu milih twitter. Alamat web terakhir itulah alamat web ceritamu.


Kalau kamu mau liat tulisanku dan me-like nya. Silahkan klik disini :)

Ayo ikutan !
Cerita terbaik akan difilmkan oleh Monty Tiwa dan diperankan oleh MISCHA CANDRAWINATAN dan MIKA TAMBAYONG.
Ayo buruan ! Sebelum tanggal 12 FEBRUARI 2013 !
 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template