Rabu, 28 November 2012

KAMU !!!

Kita menjalani sebuah perjalanan masa depan yang kita rangkai kecil kecilan. Ini seperti kebahagiaan yang di susun untuk membuat sebuah senyum yang abadi. Aku berfikir ini adalah sebuah rasa senang yang terus menerus ada dan akan melekat dalam diri kita.

Aku tertawa. Ini terlalu lucu saat tahu bahwa ini tidak membahagiakan seperti apa yang aku fikirkan. Semua datar. Kita harus membangun kebahagiaan yang terlalu miris. Sakit. Tapi bukankah ini yang bernama perjuangan ? Aku dan kamu harus benar benar paham dimana harus kita letakan situasi yang tepat untuk membangun sebuah pondasi yang abadi. Pondasi yang kokoh dan pondasi yang bersahaja untuk kita bangun bersama.

Namun kenyataannya itu hanyalah serpihan pemikiran yang fiktif. Kamu tidak benar benar memperjuangkannya, kamu hanya berfikir untuk kebahagiaanmu semata dan menghindar dari penderitaan. Apakah aku harus merasa begini ? memperjuangkan sendiri demi kebahagiaan bersama ? Sudah berulang kali kamu lakukan kejadian ini berkali-kali. Miris memang. Tapi bodohnya aku masih saja memperjuangkan apa yang tidak pantas aku perjuangkan. Aku masih memperjuangkan sebuah kebahagiaan yang akan membuatmu melepaskan diri dariku ketika aku gagal untuk memperjuangkannya. Terlalu beresiko untuku.

Kamu itu memang benar benar tidak tahu diri. Atau tidak tahu malu ? Kamu selalu saja mencabik cabik kebahagiaan dan tertawa seorang diri, seolah-olah kamulah yang merangkai semua kebahagiaan ini. Aku berusaha tenang. Kesabaranku berbatas pada kematian, menghadapi makhluk Tuhan yang begitu tak berperasaan ! yang mirip seperti SETAN !

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template