Jumat, 26 Oktober 2012

Serpihan patah

Kali ini aku mampu menggenggam erat tangannya lagi. Setelah sekian lama tidak kutemui sela ruas jari yang menghangatkan ini. Kini dapat kusaksikan guratan senyum di wajahnya dengan jelas, dekat dan begitu hangat.

Sekarang sudah kutemui belahan jiwa yang sempat terenggut orang. Entah apa yang menyebabkannya kembali. Mungkin hati nuraninya memang benar benar ingin kembali. Atau mungkin dia hanya menjadikanku persinggahan lagi ? Ah sudah lah. Biarkan saja dia akan melakukan apa. Malam ini skenario Tuhan begitu indah.

Tepat disampingnya aku berbaring, menyenderkan kepalaku di pundaknya. Masih menggenggam tangannya. Suasana sangat hangat bukan karena cuaca yang memang panas, tapi dekapannya yang membuat semua begitu lengkap.

Kali ini hembusan nafasnya mampu aku rasakan begitu dekat, sudah sekian lama tidak kutemui aroma tubuh ini. Perlahan tangannya mengusap rambutku, bibirnya mulai mengecup keningku. Oh jadi begini rasanya menemukan belahan jiwa yang sempat hilang diambil orang :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template