Senin, 29 Oktober 2012

Bisakah kamu melakukannya ?

Dalam setiap sudut ruang kosong di pikiranku, selalu terjajah dengan bayang-bayang mu. Walau aku menjerit memohon dirimu untuk pergi, tapi tempatmu memang disini (dibaca : hatiku).  Begitu samar tapi rasanya seperti tertampar. Sakit, tapi butuh usapan lembut yang menghangatkan.

Kita itu seperti simbiosis mutualisme, saling membutuhkan satu sama lain. Kita mirip seperti sepasang sendal, yang berbeda tapi satu tujuan. Kita semacam dua anak Adam yang di gariskan untuk bersama. Setelah banyak kesamaan itu, kamu masih ingin menepis senyuman mu tercipta bukan karenaku ?

Kamu bercengkrama di setiap sudut ketakutanku. Mencari cari kebahagiaan yang sempat terenggut karenamu. Sosok yang begitu ramah padahal sulit membendung amarah. Hanya karena sebuah kesalahan tak berarti ! Kamu mulai menjanjikanku ketakutan, dengan kelancangan tangan yang mendarat mulus di pipi sebelah kanan.

Kamu menciptakan kasih sayang dalam sebuah klise angan-angan. Merenggut semua kebahagiaan. Menjanjikan begitu banyak kesenangan. Dengan memojokanku dalam ketakutan. Kamu mulai bercengkrama diatas jeritan tangis. Berbicara tentang semua hal yang magis. Hingga rasaku kau kuras habis. Terlihat manis padahal begitu miris. Apakah begini tandanya cintamu berdesis ?

Terlukis beberapa garis senyuman. Mengikat sebuah kekuatan yang menjanjikan. Memberikan ketulusan untuk sebuah kebahagiaan. Melupakan tekanan dan paksaan diatas segala pola pikir kekanak kanakan. Merampas semua kesedihan dengan memghapus beberapa ketakutan. Mengabaikan semua angan angan untuk mengubahnya dalam kepastian. Bisakah kamu melakukannya ?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template