Senin, 03 September 2012

Kamu (masih) mencintaiku (juga) kan ?

Entah mengapa sosokmu terlihat semakin nyata dalam bayanganku. Aku kira, aku akan mampu menghapus jejak kita setalah kepergianmu. Aku kira, semakin kamu tidak menghubungiku, semakin aku akan mampu melupakanmu. Aku kira, semakin kita tidak di restui ibumu, semakin aku akan mundur dari perjuanganku. Ternyata TIDAK ! Aku malah semakin memperjelas jejak kita. Aku malah semakin mengingat ingat setiap sudut garis wajahmu. Aku malah semakin membabi buta untuk memperjuangkanmu untuk mendapatkan restu ibumu. Entah perasaan apa ini ? Yang pasti aku terlalu menggilaimu.

Oke, oke. Perasaanku ini memang nakal, membabi buta saat kamu mulai kembali bercengkrama dengan kekasihmu, aku sadar betul itu ! Tapi, cobalah kamu lihat hati kecilmu. Kamu lebih mencintai AKU ! MENCINTAI AKU kan ?

Alah.. Aku ini lebih mengetahuimu cantik. Sangat mengetahuimu. Mau sampai kapan kamu berkubang di dalam kemunafikanmu untuk mencintai laki laki bodoh itu ? Hah ? Mau sampai kapan ? Kamu itu hanya mencintaiku ! HANYA AKU ! Iya kan ? Sudahlah ! Sebaiknya kamu mengakui hal ini kepada kekasihmu. Aku lebih mampu melindungimu, membuat garis senyummu dan akulah masa depanmu ! Kamu tahu itu kan ? Sampai kapan rasa jenuhmu terhadapnya harus kamu tutup dengan topeng senyuman yang di baliknya adalah kepedihan.

Aku mencintaimu sayang, kamu tahu itu kan ? mau sampai kapan kamu terus menerus membuatku menunggu kebahagiaan bersamamu ? mau sampai kapan ? Aku memiliki batas lelah saat aku harus jenuh menunggu ketidak pastian darimu. Bisakah kamu berikan aku lampu hijau, sebagai petunjuk jalan keluar dari rasa lelah ku menunggumu. Bisa kan ?

ikut merasakan penderitaan (mantan) kekasihku 
saat harus menahan rindunya dan mengubahnya 
menjadi emosi yang terlampiaskan untukku.

2 komentar:

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template