Rabu, 26 September 2012

#Twitter :D

Hari ini iseng nge-tweet tentang PACARAN :D

 Ada yang menyangka bahwa ini adalah pengalaman. 
Wah sayangnya Belum tentu :)

  ada juga yang nge-Retweet :) 


Bahkan ada yang di jadiin Favorite-nya :) 

Bahkan malah ada yang ngasih saran :D

Haha.. Lucu hari ini. Tapi maksud dari tweetku hari ini "Hanya sekedar membuka pikiran dan memberi pemahaman tentang pacaran, apa tujuannya dan apa manfaatnya. Tidak bermaksud untuk meminta pembaca mengakhiri hubungan mereka dengan kekasihnya masing masing :)"

Next Time kita bahas apa lagi yaaa?? TUNGGU aja :D


Rabu, 05 September 2012

Sebenarnya apa maumu ?

111 hari yang lalu, baru saja kamu mengakhiri semuanya. Menghentikan ku, untuk menyebut aku dan kamu dengan sebutan KITA. Melarangku untuk memberi peringatan terhadap hal hal yang tidak aku sukai dengan kehidupanmu yang ku anggap buruk. Menghentikan kalimat sayang yang setiap hari ku luncurkan untukmu. Hanya untukmu sayang, tidak untuk laki laki lain !

Entah mengapa saat 111 hari yang lalu kamu begitu membiarkanku menangis karena harus melepasmu. Melepasmu yang sudah bosan menjalani genggaman erat bersamaku. Walau hanya 30 hari kita lalui dengan pasti, dan tanpa masalah yang berarti, aku begitu mengerti bahwa selama ini, aku tidak pernah kamu cintai. Seolah aku menghirup atmosfer yang lain, sebuah gas karbondioksida yang memaksaku untuk bertahan. Padahal aku bisa mati karenanya. Kamulah karbondioksida itu ! Pembunuh perlahan di tengah aktifitasku.

Kamu berulang kali berucap perpisahan kepadaku. Namun, hari berikutnya kamu berkata layaknya manusia yang takut kehilangan belahan jiwanya. Kamu mempersembahkan banyak lagu perpisahan yang memaksaku untuk menghindar dan enyah dalam ingatanmu. Tapi, kemudian kamu malah mempersembahkan perhatian yang membuatku tetap tinggal di hatimu. Kamu terus menerus mengirim pesan yang memaksa untuk melupakan semua kenangan. Tapi bahasa tubuhmu seperti memperjelas kenangan kita.

Kamu masih saja mengkhawatirkanku yang kian hari kian sulit menjaga kesehatan, setelah kepergianmu. Kamu masih saja menghubungiku dengan alasan untuk menjalin komunikasi. Kamu masih saja berucap sayang jutaan kali tapi kamu enggan untuk memperjelas status kita. Sampai kapan kamu mengajakku bermain dalam permainan bodoh ini ? Permainan yang penuh ketidakpastian. Permainan yang cenderung merugikanku. Aku selalu terlihat seperti seorang pecundang karena, aku masih belum paham apa motifasi permainan ini.

3 hari yang lalu Tuhan pertemukan kita. Kamu masih saja mengkonsumsi asap sumber segala asmaku kumat. Sebatang rokok masih dalam genggaman tangan sebelah kirimu, karena tangan kanan mu memaksa untuk berjabat tangan denganku. Aku tidak berani menatap matamu. Mata yang sering berubah ubah atas segala permintaannya. 

Aku sudah tidak bisa melarangmu untuk mengkonsumsi asap segala penyakit kesehatan itu. Kamu pasti akan sangat marah saat aku mencegahmu untuk hentikan hal bodohmu itu. Apa sebenarnya yang kamu nikmati dari asap itu ? Ah sudahlah.. terserah kamu saja. Kamu sudah bukan dari bagian hidupku lagi. Tapi apakah aku tidak boleh memperhatikanmu ? Ah sudahlah.. kamu juga tidak membutuhkan perhatianku. Kamu kan tidak pernah mencintaiku ! iya kan ?

Senin, 03 September 2012

Kamu (masih) mencintaiku (juga) kan ?

Entah mengapa sosokmu terlihat semakin nyata dalam bayanganku. Aku kira, aku akan mampu menghapus jejak kita setalah kepergianmu. Aku kira, semakin kamu tidak menghubungiku, semakin aku akan mampu melupakanmu. Aku kira, semakin kita tidak di restui ibumu, semakin aku akan mundur dari perjuanganku. Ternyata TIDAK ! Aku malah semakin memperjelas jejak kita. Aku malah semakin mengingat ingat setiap sudut garis wajahmu. Aku malah semakin membabi buta untuk memperjuangkanmu untuk mendapatkan restu ibumu. Entah perasaan apa ini ? Yang pasti aku terlalu menggilaimu.

Oke, oke. Perasaanku ini memang nakal, membabi buta saat kamu mulai kembali bercengkrama dengan kekasihmu, aku sadar betul itu ! Tapi, cobalah kamu lihat hati kecilmu. Kamu lebih mencintai AKU ! MENCINTAI AKU kan ?

Alah.. Aku ini lebih mengetahuimu cantik. Sangat mengetahuimu. Mau sampai kapan kamu berkubang di dalam kemunafikanmu untuk mencintai laki laki bodoh itu ? Hah ? Mau sampai kapan ? Kamu itu hanya mencintaiku ! HANYA AKU ! Iya kan ? Sudahlah ! Sebaiknya kamu mengakui hal ini kepada kekasihmu. Aku lebih mampu melindungimu, membuat garis senyummu dan akulah masa depanmu ! Kamu tahu itu kan ? Sampai kapan rasa jenuhmu terhadapnya harus kamu tutup dengan topeng senyuman yang di baliknya adalah kepedihan.

Aku mencintaimu sayang, kamu tahu itu kan ? mau sampai kapan kamu terus menerus membuatku menunggu kebahagiaan bersamamu ? mau sampai kapan ? Aku memiliki batas lelah saat aku harus jenuh menunggu ketidak pastian darimu. Bisakah kamu berikan aku lampu hijau, sebagai petunjuk jalan keluar dari rasa lelah ku menunggumu. Bisa kan ?

ikut merasakan penderitaan (mantan) kekasihku 
saat harus menahan rindunya dan mengubahnya 
menjadi emosi yang terlampiaskan untukku.

Minggu, 02 September 2012

Minggu depan (aku) sedang apa ya?

Kutatap setiap sudut isi kamarku. Kamar dengan luas sekitar 2 x 2,5 meter memiliki jutaan cerita. Dari mulai tertawa bahagia, tersenyum gembira, menangis tersedu sedu, marah sejadi jadinya, semuanya tergambar jelas di ruangan ini. Setiap sudut tempat ini, adalah saksi bisu semua torehan garis ekspresi wajah yang tersembunyi.

Aku begitu menikmati kamar yang tidak pantas ku sebut kamar, ini mirip seperti gudang. Ya.. gudang, tempat dimana barang barang tak terpakai terkumpul dan terlihat kotor. Aku menikmati tumpukan pakaian yang tak sempat tercuci karena faktor MALAS ! Aku menikmati tiap inci meja belajar yang terpakai untuk meletakan semua barang barang yang tidak tersusun semestinya karena faktor LELAH !

Ke empat sahabat teman berbagi ku ajak berbicara kecil "Apakah aku bisa tidur di kamar yang baru nanti ?" "Kalian harus ikut aku OKE !" "minggu depan udah gak ada yang ributin kalian lagi lhoo.. soalnya SALSA gak bakal ada di kamar baru kita nanti" "Kira kira aku satu kamar sama siapa ya ?" "Apa kalian akan buka telinga kalian kalo aku cerita temen sekamarku nanti ? HARUS DI BUKA !" "Apakah kalian akan nyaman tidur di sana ?" "Apa nanti temanku ada yang sebaik kalian ?" "Aaaaaaaaaaaaahhhhhhh........ semoga prtanyaanku yang tadi tidak membuat kalian gila ya haha"

Aku sedang berbaring di atas ranjangku yang begitu empuk. Memeluk dalam dalam kedua guling dan kedua bantalku. Memeluk selimut beruang yang membuatku tertidurnyenyak semalaman. Waktuku hanya seminggu untuk merasakan sentuhan kalian dan dekap hangat kalian. Aku mencintai cerita kita, kalian adalah saksi bisu tetesan airmataku terjatuh. Tempatku berbaring dimana aku jatuh sakit. Masih tergambar jelas tetesan darahku saat cairan merah itu keluar dari hidungku. Apa nanti di ruanganku yang baru, masih akan ada tetesan itu ? Entahlah..

Lemari buku dan meja belajar

Meja belajar

Tumpukan pakaian

Tumpukan buku SMA dan buku masalalu

Sahabat kece hihi :D

DIARY

Aku terdiam kemudian membuka kembali sebuah buku usang yang sudah usang. Buku diary teman satu satunya saat, aku harus berlari menjauh dari semua teman teman. Memang sulit menyembunyikan sebuah perasaan yang menyedihkan, tapi beginilah aku, saat aku harus benar benar menangis sendiri tanpa orang lain harus mengetahui.

Ku buka tiap lembar kekecewaanku tertuang disana.

"Entah mengapa kamu itu seperti virus, yang terus menerus menggerogoti. Membuat sistem kerja syarafku menjadi lemah hingga tubuhku menjadi lumpuh"
"Bayang bayang mu itu seperti hantu, tidak pernah diharapkan kehadirannya, tapi selalu muncul tiba tiba. Membuat batas realitisku serasa tertipu. Menjadikan logikaku tidak berfungsi selayaknya keadaan yang sebenarnya."
"Bahkan bodohnya aku, yang selalu menggantungkan jutaan harapan kepadamu. Padahal kamu bukanlah akar pohon yang kuat melainkan kamu hanyalah teratai. Yang berdaun lebar yang ternyata tidak secantik permukaannya. Permukaannya cantik namun menenggelamkan. Ya.. itulah kamu !"
"Apakah kamu sadar aku ini mencintaimu ? Alah kamu ini seperti patung saja. Pura pura tidak melihat dan mendengarku, padahal kamu begitu memperhatikan setiap sudut tingkah polahku !" 
"Bisakah kamu mencintaiku ? Sapa aku, kemudian kecup dahiku. Walau dalam kenyataannya aku belum pernah merasakannya. Bisakah hal itu terulang kembali dalam mimpi ?" 
"Sudah lah, kamu itu muncul tiba tiba dan pergi seenaknya. Sebenarnya kamu itu lupa untuk memfungsikan otakmu ya ?" 
"Sampai kapan aku terus menerus menyuarakan namamu, tapi nyatanya ? melirikku saja, kamu enggan !"  
"Sudah lah.. aku mencintaimu dan cukup Tuhan yang tahu hal ini !"
"Serius ! aku tidak pernah berikan bibirku kepada siapapun kecuali denganmu !" 
"Aku lelah, bolehkah aku berhenti memperjuangkanmu ?"
"Kapan saatnya aku dan kamu menjadi KITA ? aku tidak sabar, sungguh aku berharap kejelasan. Ketidak pastian itu menyesatkan !"
 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template