Sabtu, 04 Agustus 2012

"Semoga kita jodoh untuk bertemu lagi. CINTA"

Mata itu..
Aku merasa ada dua bola mata yang sekarang sedang mengintaiku. Siapa pemilik mata itu ? Aku mencari cari di sekelilingku. Seolah aku mengenal laki laki menggunakan kemeja biru keungu-ungunan di sudut luar pagar sana. Sedang menyenderkan tubuh dekat pagar dengan kaki kanan terlipat ke belakang. Oh.. ternyata laki-laki itu yang membuat aku risih bercanda ria. Laki-laki itu menatapku dengan begitu yakin bahwa aku adalah seseorang yang sempat dikenalnya.

Laki laki itu masih menatapku walau bibirnya berkata entah apa dengan para teman-temannya. Dia masih menatapku dengan tatapan yang begitu nakal, seakan melihat dan mengenal aku begitu lekat.

Aku mencuri curi tatapanku kearahnya. SIAL ! dia masih saja memandangiku. Dua bola matanya seperti perwatakan mata orang jawa, terlihat besar, berbinar, penuh karisma. Seolah menghipnotisku untuk terus mencuri-curi tatapanku kearahnya. Matanya terus saja berbicara "tataplah aku, aku seperti mengenalmu, apa kamu cinta yang aku cari ?" . Dasar laki-laki ! Mudah sekali berkata cinta !

Wajah itu..
Laki-laki pemilik hidung mungil dan bibir kecil itu masih berdiri dengan posisi yang sama saat manatapku tadi, tapi kali ini dia mulai melepaskan tatapannya. Akhirnya, waktu mengizinkan ku untuk berbalik memperhatikan sosoknya. Hidung mungilnya itu terlalu lucu saat di padankan dengan matanya yang besar, dari samping begitu mancung. Pipinya tidak terlalu berisi tapi mungkin bila sempat aku mencubit pipinya, pipinya pasti akan tumbuh perlahan lahan seperti pipiku yang tembem karena efek cubit teman.

Bibirnya mirip sepertiku. Kecil dan tidak tebal, tapi tidak juga tipis. Seolah ada garis yang memotong bibir bawahnya, mirip sepertiku. Kata orang ini adalah bibir sexy. Seolah aku tidak perduli kata orang aku masih melihatnya begitu dalam. Sangat dalam aku menatapnya hingga jantung dan waktuku terasa berhenti saat tatapan kami bertemu. Lagi lagi aku ketahuan mengintainya dari kejauhan. SIAL !

Tubuh itu..
Jam tanganku menunjukan pukul 10.00 waktunya aku mengambil gambar untuk foto sebagai mahasiswa baru dan menggunakan almamater kampus tersebut. Aku mengambil barisan untuk antri pengambilan gambar. Seorang laki-laki tanpa sengaja menginjak kaki kananku, aku sontak terkejut namun tidak menatap sosok laki laki yang menginjak kakiku tadi.

Masih dengan barisan yang sama lagi lagi karena faktor tubuhku yang kecil aku seolah di tindas dan di singkirkan, kemudian aku mendapat antrian paling akhir. Masih lekat tatapan itu mengintai, saat aku memandang sosok laki laki di sampingku, ternyata tatapan kami kembali bertemu. Dia menatapku, begitu dekat. Aku mampu melihat begitu jelas sebuah jerawat yang ada di dekat pelipis matanya. Ternyata laki laki inilah pemilik kaki yang menginjakku. Dasar jahil !

Tubuhnya tinggi, aku hanya setinggi pundaknya. Tubuhnya berisi cocok untuk menjadi TNI. Tangannya kekar tapi mematahkan kata bahwa laki laki ini adalah laki-laki kasar. Rasanya ingin aku disampingnya saja, aku mampu merasakan sentuhan kasih sayangnya saat tangan kita tak sengaja bersentuhan. Andai saja kamu di sisiku, mungkin kamu akan menyeka air mataku kemudian mengusap semua keluhku. Apa dia mau ? Alah, aku ini cuma NGIMPI aja !

Senyum itu..
Selesai ambil gambar, aku keluar kelas untuk pulang. Aku harus naik metromini 62 tujuan pasar minggu. Sebelum menuju tempat ngetem metromini 62, aku harus menuju belakang kampus, mau gak mau aku harus lewat ke dalam kampus untuk menuju belakang kampus.

Sebuah motor melaju pelan menuju keluar kampus. Hampir melewatiku. Aku seperti mengenal laki-laki yang duduk di belakang sebagai penumpang itu. Oh iya, dia adalah laki laki pemilik tatapan brutal, menginjak kakiku seolah tidak sengaja dan bertubuh layaknya tameng pelindung. Aku ingat betul diaa... diaa... yang berkata cinta lewat matanyaa...

Kemudian motor yang memboncengnya berlalu dengan cepat dan meninggalkan senyum manisnya untukku, kemudian matanya berbicara "Semoga kita jodoh untuk bertemu lagi. CINTA". DASAR ! laki laki itu ingin membuatku susah tidur malam ini !

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template