Kamis, 23 Agustus 2012

(Masih) Berkutat

Sisi mana yang kamu anggap benar dari diriku ?

Seolah aku menyebutkan kalimat yang salah dimatamu, selalu salah. Aku bernafaspun kamu anggap salah. Langkah kakiku pun harus kamu pertanyakan terlebih dahulu. Untuk mengarah ke arahmu saja, kamu harus memarahiku dulu baru aku boleh menyentuhmu. Sebenarnya apa dosaku ? Terlalu naif memang, jika aku terus menerus menuju kearahmu dan terus menerus pula aku merasakan sakit yang tak kunjung membaik. Apa yang salah dari diriku. Katakanlah ! Andai aku enyah dari hidupmu, kamu baru akan bahagia ? begitu maksudmu ?

Sisi mana yang kamu anggap penting dari diriku ?

Aku berkatapun kamu menyebut kalimatku TIDAK PENTING. Aku berjalan ke arah manapun kamu anggap aku TIDAK PENTING. Aku menulis dan menangis pun kamu anggap aku TIDAK PENTING. Sebenarnya untuk apa kamu mendekati jika hanya menyakiti. Sebenarnya apa motivasimu masih berdiri disini. Seolah mampu mengayomiku tapi hanya memojokanku ! Kamu itu tidak sadar atau kamu itu sedang kerasukan ? Kamu itu memperlakukanku seperti boneka, hampir mirip seperti wayang yang di mainkan oleh dalang bodoh sepertimu.

Hey manusia tak perasa !

Kamu begitu mendominasi orang lain di banding aku. Kamu memprioritaskan segala urusanmu yang tidak penting itu di banding aku. Oke ! Aku memang tidak semenarik mainanmu yang lain, tapi setidaknya perlakukan aku layaknya manusia perasa, manusia yang memiliki hati yang sangat ingin di cintai. Sangat ingin di mengerti. Tidak untuk di maki maki dan kamu hina seperti ini. Sebenarnya Tuhan itu lupa memberikan kamu perasaan atau kamu telah mematikan syaraf perasamu ? hah ?

Hey manusia tak berotak !

Seenaknya kamu melukai hati ku. Aku seolah berkutat hanya memikirkanmu ! Hanya kamu ! tapi kamu ? Tidak memikirkan bagaimana aku yang kamu mainkan.

Aduh aku lah sebenarnya yang bodoh. Akulah sebenarnya yang tolol. Mengapa aku masih tegak berdiri tanpa layu saat kamu abaikanku dengan banyak orang lain di sekitarmu. Mirisnya cintaku ! Aku tidak habis pikir mengapa Tuhan berikan aku perasaan yang luar biasa tentang sebuah kesetiaan dan kasih sayang.  Terimakasih Tuhan :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template