Kamis, 16 Agustus 2012

"KOMITMEN" ! kamu takut ?

Kamu tau tidak ? kamu itu mengusik tidurku. Mengganggu hari hariku. Kamu itu seperti hantu, selalu menghantuiku di setiap sudut ketakutanku. Aku tidak pernah tahu, mengapa Tuhan menciptakan makhluk sepertimu.

Mulut manismu itu yang membuat aku terbuai. Aku begitu menikmati tiap kata yang kamu rangkai menjadi kalimat yang terus menerus meluncur manis melalui bibirmu. Seolah kita ini seperti pasangan kekasih yang sering obral janji. Padahal tidak ! kita tidak terikat hubungan apapun, tapi perasaanmu sangat nakal. Mencintaiku seenak jidat mu, berkata manis seenak mulutmu !

Sampai suatu ketika kamu mempertanyakan hal yang aku butuhkan. Mempertanyakan status yang memperjelas kita. Seolah kamu berusaha untuk membuat bualan manis di bibirmu tampak nyata, dengan mempertanyakan hal yang ku tunggu tunggu ini. Saat itu aku tidak berfikir panjang, seolah aku terhipnotis dengan kalimat manis dan janji janji absrud dari mulutmu. Padahal aku dan kamu baru dekat beberapa minggu yang lalu.

Akhirnya kita mulai terikat. Bibir manismu tetap liar dan kali ini menjelma dengan sentuhan sentuhan lain, seolah begitu meyakinkan padahal hanya janji setan. Kamu tetap manis. 

Tapi kamu begitu manis hanya dalam waktu 1 minggu. Hanya 7 hari. Hanya 168 jam. Hanya 10.080 menit. Hanya 604.800 detik. Begitu mengenaskan bukan ? saat aku mulai mempercayai apa yang kamu daratkan melalui mulutmu. 

Aku buat sebuah janji kecil yang hanya memintamu untuk tetap tinggal. Hanya itu. Apa susahnya ? Hanya permohonan kecilku kamu begitu takut. Takut akan janji kecil ini. Kamu bukan seorang pengecut kan ?

Tepat sebulan berlalu begitu. Aku tahu kamu mulai merasa tidak nyaman dengan status yang mengikat kita. Kamu berusaha untuk mengakhiri semuanya dengan beribu ribu alasan. Kamu tidak tau, bahwa jemari Tuhan sadang mengujiku dengan makhluk sepertimu yang begitu menikmati status ini layaknya permainan. 

Aku terlalu bodoh untuk tipuan berkedok ini. Padahal aku tau, kamu begitu menjelma menjadi srigala berbulu domba, setelah kita berakhir. Aku baru sadar, sebulan yang kita lalui kemarin hanyalah sebuah kedokmu untuk mendapatkan wanita lain. Wanita yang kamu impikan. Wanita yang kamu dambakan. Wanita yang kamu inginkan !

Aku membenci ucapanmu yang berucap "masih muda kok pake komitmen" setelah kita berakhir. Hello.. Aku kira segala sesuatu yang di jalani itu butuh kepastian. Butuh komitmen. Komitmen adalah sebuah perjuangan yang mengharuskan aku dan kamu mempertahankan sesuatu yang seharusnya memang kita pertahankan. Tapi kamu ? Kamu malah membiarkanku berkorban dan memperjuangkannya sendirian. SENDIRIAN ! Kamu tahu sendirian kan ? Ya.. Hanya AKU !

Komitmen itu mengurangi rasa sakit, tapi karena hanya aku yang menjalankan seolah kamu baik baiksaja dan aku lah yang merasakan sakitnya perjuangan yang sia sia. Komitmen itu sebuah kepastian, bukan hanya omongan ! Komitmen itu sebuah pengorbanan, bukan sebuah tekanan ! Komitmen itu sebuah alasan, bukan sebuah penghianatan. Alasan dari tujuan kita pacaran. Untuk apa selama sebulan kita terikat ? 

Hal inilah yang membuktikan bahwa kamu adalah laki laki penakut ! Kamu pengecut !

1 komentar:

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template