Rabu, 08 Agustus 2012

Catatan kecil untuk Tuhan

Tuhan..
Bolehkah aku berbicara denganmu sebentar ? Kita bicarakan hal hal yang tidak sepatutnya di bicarakan ?

Tuhan..
Bolehkah aku bertanya ? Bertanya tentang banyak hal yang seharusnya tidak boleh aku tanyakan ?

Tuhan..
Bolehkah aku memohon ? Memohon banyak permintaan yang seharusnya tidak patut aku pinta ?

Tuhan..
Bolehkah aku bercerita ? Bercerita tentang banyak hal tentang skenario yang kamu buat ini ?

Tuhan..
Ayo kita mulai pembicaraan kita, aku hanya ingin engkau mendengar dan mengabulkan proposal yang aku buat dalam lisan ini ?

Tuhan..
Engkau maha tahu bahwa aku ingin penuhi janjiku terhadap seorang laki laki diluar sana. Aku tidak pernah tau bagaimana wajahnya sekarang. Yang aku tau pasti, dia seseorang yang menggunakan pakaian putih putih seorang dokter.

Tuhan..
Engkau tau, bahwa aku sudah tidak secantik dulu. Engkau juga tau, bahwa aku sudah tidak seceria dulu. Engkau juga tau, bahwa aku di gerogoti rasa sakit.

Tuhan..
Benturan yang aku kira biasa saja ini, seketika meredupkan cita-citaku. Kecelakaan yang merenggut semua orang yang aku cintai kini membuat aku seorang diri. Warisan Ayah yang tidak akan habis untuk tujuh turunan ku nanti, akan habis dengan sekejap hanya karena pengobatanku yang bermilyar milyar.

Tuhan..
Aku tau betul jika masa hidupku hanya beberapa bulan, minggu, atau beberapa hari lagi. Aku takut untuk menghitung waktu yang berjalan mundur menuju kematianku sendiri.

Tuhan..
Hari ini aku harus kembali menjalani kemo, rasanya sangat sakit. Semua tanganku sudah membiru biru. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi untuk merasakan sakit.

Tuhan..
Tolong segerakan penuhi janjiku dengan laki-laki yang aku tunggu. Tolong pertemukan aku segera sebelum kematianku, aku mencintainya tulus Tuhan.. Tak apa jika waktu itu tiba tapi dia hadir membawa wanitanya. Sungguh tak apa apa Tuhan.

Tuhan..
Aku ingin pergi dengan membawa ketenangan, aku mencintaimu melebihi aku mencintainya. Akan aku turuti takdirku jika esok engkau memanggilku, tapi aku hanya mohon. Tolong pertemukan aku dengan laki-laki yang sekarang menjadi dokter itu.

Tuhan..
Tolong berikan aku waktu untuk menceritakan kebahagiaanku menunggu. Melihat senyumannya secara dekat, dan menatapnya dengan lekat.

Tuhan..
Pintaku hanya sederhana, tolong kabulkan dan jabah ya Tuhan. Aku mencintaimu.




0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template