Jumat, 31 Agustus 2012

HªhªhªHªhª (╥﹏╥)





Kamis, 30 Agustus 2012

TIDAK AKAN (berhenti) membicarakanmu LAGI !

Sudah berapa hari ya ? Ponselku tidak bersua menyebutkan namamu di layarnya ? Sudah berapa minggu ya ? Tak kutemui senyum manis, badan kekar, dan motor bebekmu ? Ah aku ini masih saja menginginkan kamu akan menemuiku lagi. Kamu ini sering sekali membuatku............................................................... Ah sudah lah aku ini masih saja berharap denganmu.

Kamu apa kabarnya ? Kamu kenapa jarang SMS lagi ? Kamu udah punya yang baru ? atau kamu sedang sibuk menjalankan aktifitas kuliahmu 11 hari lagi.  Ah aku ini masih saja ingin tahu dengan apa yang kamu lakukan. Maaf.

Aku merindukanmu. Apa kamu juga merindukanku ? Rasanya aku ingin segera menghubungimu dan bercerita banyak tentang hal baru yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Rasanya aku ingin kamu kembali bermain kerumahku, sungguh aku ingin masak agar kamu bisa merasakan masakanku. Kamu ingin menyicipinya kan ? Ayo temui dan hubungi aku. SIAL ! Aku masih saja berharap !

Aku terlalu bergantung dengan sosokmu, entah sampai kapan aku akan terlepas dari bayang bayangmu. Aku terlalu mencintaimu sayang, dan itu salahku. Salahku, aku tahu jika kamu tidak pernah menyayangiku tapi aku percaya saja dengan tipu muslihatmu itu ! Aduh.. Kamu ini semakin mengingatkanku tentang keburukanmu saja.

Beberapa hari lagi 1 September, ada acara kampus pertamaku. Kemudian bulan September nanti aku akan intensif belajar di kampus baru. Aku tidak akan tinggal di rumahku yang di sini tapi aku akan menempati kamar baru, yaa.. kamu sudah tahu kan kalo aku mau ngekost ? Itu artinya kita jarang untuk bertemu. Atau bahkan hampir TIDAK !

Kapan kita akan bertemu lagi ? Rasanya waktuku begitu singkat untuk menemuimu. Ah sudahlah, aku mungkin akan lebih baik jika kamu tidak menghubungi ku. Agar aku terbiasa untuk hidup tanpamu, yaa.. Hidup tanpamu. Selamat tinggal masalalu. Aku tidak benar benar meninggalkanmu, karena aku benar benar tidak tahu hati siapa tempatku harus kembali selain hatimu.

Rabu, 29 Agustus 2012

1 SEPTEMBER. GAK SABAR!!! :D

Sekarang tanggal 29
Besok tanggal 30
Lusa tanggal 31
Dan hari berikutnya tanggal 1.... 
YEY !!!! \(˘▽˘)/

Wah.. wah.. sepertinya tinggal menghitung hari menuju tanggal 1 September 2012. Alhamdulillah yaa.. jadi gak sabar deh. Masih inget gak postinganku yang Bersabar menanti [satu] September :) ? Mau lanjutkan tulisan itu ahhhhh...
Sekarang aku sedang di depan kalender dan menghitung hari H. Hari dimana aku dan kamu akan bertemu untuk kedua kalinya. Iya kan ? atau mungkin ke 3 kalinya ? waktu tes masuk kampus ? Ah terserahlah. Apa kamu juga menghitung hari yang kian lama kian berjalan cepat mendekati hari H ? Kemudian kamu berharap akan bertemu denganku ? Lalu kamu berhayal aku dan kamu bisa saling pandang dengan dekat dan berdialog kecil ? Apa begitu ? Ah sudahlah.. Hayalanku terlalu tinggi, untuk berharap kamu melakukan hal tolol tadi.

Apa Tuhan memperlihatkan wajahku di dalam mimpimu ? Bagaimana menurutmu ? Aku cantik tidak ? Semenarik apa aku di matamu ? Apakah sangat menarik ? Bagaimana dengan jilbab yang baru aku kenakan ? Aku cantik kan dengan jilbab ku ini ? Bagaimana pendapatmu dengan hidung mancung dan pipi tembemku ? Lucukah ? Ah.. aku ini semakin lama semakin tidak tahu diri saja.

3 hari lagi kita bertemu. Iya, kita. Aku dan kamu. Iya kan ? Boleh kan aku sebut aku dan kamu kita ? Aku berhayal jutaan umat calon penghuni kampus akan ada dan dipertemukan dalam ruangan besar, kemudian aku dan kamu saling mencari cari satu sama lain. Kemudian kita di pertemukan di akhir acara dan melakukan dialog kecil, kemudian melakukan kontak fisik, kemudian... kemudian... aku dan kamu.. lalu.. kitaa... . Ah entahlah, aku tidak mampu membayangkan betapa menariknya pencarianku untuk menemukan mata nakal mu. Semoga kamu akan melakukan hal yang sama yaa...

Oh iya.. Apa kamu sudah membuat karton ukuran 15x10 ? Aku belum sama sekali. Aku hanya ingin menemui matamu, bukan maksud ikut acara pertama kampus. Apa kamu sudah membuatnya ? Apa warna kartonmu ? Apakah warna orange sepertiku ? Warna Merah maron ? atau malah warna kuning ? kamu jurusan apa ? Wah.. Aku tidak tahu apa apa tentangmu yaa. Namamu pun aku tidak tahu. SIAL !

Ah aku benar benar menunggu 3 hari yang akan datang nanti. Jangan lupa lho.. pake kemeja putih polos sama celana bahan warna hitam. Trus bawa obat pribadi, alat tulis, perlengkapan solat dan bawa uang yang banyak buat traktir aku nanti hehe. Ah aku ini sering sekali menghayal.

Sungguh aku berharap AWAL SEPTEMBER itu adalah awal persahabatan kita menjadi cerita.. Entah kamu ingin menamainya apa. Aku ingin menyebutnya "Pertemuan Brutal", terserah jika kamu ingin menamainya dengan sebutan yang sama. Aku begitu takut kehilangan tatapan matamu. Itulah yang membuatku rindu sejadi jadinya. Sungguh kesabaranku membabi buta untuk menunggu satu September esok..

Sampai Jumpa 1 September. Jangan lupa temuiku, pandang lekat aku, sapa aku.. kemudian... kemudian..... dan...... lalu..... Ah sudahlah lihat saja Satu September nanti :)

Minggu, 26 Agustus 2012

Andai laki – laki ini (boleh) menjadi kekasihku

Kali ini kamu merangkulku dengan erat, seolah takut kehilangan. Kamu berkata kepada mamah hari ini akan menghabiskan waktumu bersamaku. Ya.. hanya bersamaku. Dengan cepat mamah mengizinkan dan merelakan aku untuk terjaga bersamamu. Dasar mamah, percaya saja dengan laki laki berhidung mancung, berkulit sawo matang dan bertubuh tinggi besar ini.

Usiamu memang lebih tua dariku 5 tahun tapi aku mampu menaklukanmu. Kamu tidak akan pernah membantah perkataanku. Kamu selalu saja mengalah saat aku pinta ini itu, tapi kamu selalu membantah saat aku berkata TIDAK dengan presepsimu. Seperti yang kita lakukan ini.

Kamu mengajakku nonton bioskop tapi aku ingin ke toko buku ! Terpaksa kamu harus mengurungkan niat dan berjam jam menemaniku ke toko buku.

Aku sudah melalap habis dua buah novel karya Agnes Dovar dengan judul "Ayah Mengapa Aku Berbeda" dan "Surat Kecil Untuk Tuhan" dalam waktu 2 setengah jam.

Wajahmu tampak bosan dengan hobiku membaca buku ini, tapi aku sungguh tidak peduli dengan wajah urung yang kamu perlihatkan di depanku. Saat aku akan meraih satu novel lagi yang berjudul "My Idiot Brother" Ah.. tapi lama kelamaan kamu itu semakin membuatku kasihan. SIAL ! Kamu berhasil membuatku luluh. "Baiklah, ayo kita menonton film"

Seember kecil pop corn sudah menemaniku. Dua buah tiket bioskop sudah dalam genggaman. Dua buah soft drink gelas besar sudah ada di tanganmu. Aku sudah siapkan headset dan mulai mendengar musik klasik favoritku itu keras keras dalam telinga saat film itu di putar.

Setelah film itu selesai di putar kamu mengajakku merasakan indahnya taman kota di malam hari. Entah mengapa diusiamu yang cukup matang ini, kamu belum memiliki kekasih padahal kamu sudah berpenghasilan dan memiliki rumah sendiri. Wanita mana yang tidak ingin memilikimu ?

Saat ku singgung soal wanita impianmu, tiba tiba kamu mendekatkan wajahmu. Aku mampu merasakan aroma mentol dari nafasmu. Hingga jarak kita kurang dari 5 cm dan kamu mulai berkata "Jika kamu bertanya bagaimana tipe pacarku, aku akan jawab mirip sepertimu. Jika kamu bertanya mengapa sampai saat ini aku tidak memiliki pacar, aku akan jawab aku masih mencintaimu. Jika kamu bertanya kapan aku akan berhenti mencintaimu, aku akan menjawab sampai nanti aku punya anak, istri dan sampai mati aku akan tetap mencintaimu."

Dasar laki laki ini maunya apa sih ?

Tiba tiba aku langsung memejamkan mataku saat aku merasakan sesuatu mendarat di bibirku beberapa detik.

Saat aku membuka mataku aku sudah berada di kamarku sendiri dan lagi lagi wajahmu lah yang pertama kali muncul.

"Bangun sayang udah siang nih !"

SIAL semalam aku hanya mimpi ? dan kamulah yang menyadarkan ku dalam mimpi indahku semalam. Kamu ini sering sekali mengusik hidupku. Menggangguku. Bahkan sampai membuatku menangis. Aku membencimu !

"malam ini,kamu mimpi apa sayang ?" tanyamu tanpa dosa.
“SIAL ! kamu tau tidak aku tadi mimpi apa ? Aku mimpi indaah ! Kamu ini selalu saja mengusikku !” omelku kesal sambil memukuli tubuhnya di atas ranjang.
“Seindah apa mimpimu sayang ?” Tanyamu yang bangkit dari ranjang dan mendekatkan wajahmu kearahku, sangat dekat.
“aku tadi hampir di cium pangeran ganteng !” ucapku kesal !

Tanpa berfikir panjang kamu semakin mendekatkan wajahmu kearah wajahku. Jarak kita hanya beberapa senti, kemudian bibir kita bertemu. Dalam beberapa detik aku mampu merasakan tanganmu melingkar di belakang pinggulku yang mempertemukan tubuh kita dalam pelukan. Begitu dekat hingga tubuh kecilku terangkat sampai jinjit untuk meraih bibirmu.

Aku mampu merasakan dada kita saling bersentuhan dengan sedikit bungkukan tubuhmu. Aku menikmati sentuhan dan aroma mentol dari bibirmu. Aku semakin mendekatkan kepalamu kearah bibirku dengan rangkulan tanganku di belakang lehermu.

Suara ponselku berdering nyaring.. Dan membuatku cepat melepaskan pertemuan bibir kami.

"SIAL ! suara ponselmu. Siapa dia ?" tanyamu kesal
"FIKRI"
"Kekasih tak tau diri itu ingat denganmu ? untuk apa dia kembali ?"
"entahlah"

Bergegas kamu meraih poselku dan mematikan telfonnya.

Kamu menyentuh bawah telingaku dan kembali melakukan hal yang sama. Dan kembali kejadian itu terputar manis. Sampai suara ketukan pintu kamarku yang terkunci itu memecah suasana romantisme tadi.

"Sarapan sudah siap sayang" ucap mamah di balik pintu kamarku

Aku melepaskan bibirku dengan cepat. "iya maaah.." ucapku

Ternyata kamu sudah merencanakan hal ini, hingga harus kamu kunci kamarku. Dasar nakal !

“Sekarang, kamu sudah dapatkan itu dari pangeran ganteng kan ?” ucapmu nakal sambil menunjukan bahwa dirimu adalah pangeran yang aku maksud. Dengan tangan masih menyentuh leherku.
“Ah kamu. Laki lakinya bukan kamu. Mamaaaaaaaah !” teriakku yang masih dalam pelukannya.
"tapi kamu menikmatinya kan ? " ucapmu sambil mencari cari bibirku dan dalam tunduk maluku. Akupun menolaknya dengan mengecup dagunya dengan cepat.
"Kejadian semalam itu.. Bukan mimpi" ucapmu menjelaskan
aku mengerutkan dahiku dan melepaskan lingkaran tanganmu dalam leherku. "maksudmu ?"
"Semalam di toko buku, di bioskop dan di taman itu kamu bersamaku. Sayang"
"Hah ?"
"Jika kamu bertanya bagaimana tipe pacarku, aku akan jawab mirip sepertimu. Jika kamu bertanya mengapa sampai saat ini aku tidak memiliki pacar, aku akan jawab aku masih mencintaimu. Jika kamu bertanya kapan aku akan berhenti mencintaimu, aku akan menjawab sampai nanti aku punya anak, istri dan sampai mati aku akan tetap mencintaimu."
"Hah ? kata kata itu. Jadi ? Semalam itu........"
"AKU hehe" ucapmu sambil mengecup bibirku dengan cepat lalu pergi meninggalkan kamarku
"Mamaaaaaaaaaahhhh... KAKAK NAKAL !!!!!!!"

Aku baru tersadar bahwa 5 menit yang lalu aku sedang melakukan kontak fisik bodoh dengan kakak ku sendiri. SIAL ! kenapa kamu harus menjadi kakakku ? Andai saja 17 tahun yang lalu mamah dan papah kita tidak menikah. Andai laki laki yang ku panggil Kakak ini boleh menjadi kekasihku. Andai saja.....

6 JAM with RISYA AVIA






























 







                                        

                              













Jumat, 24 Agustus 2012

Betapa Hinanya Hamba ya Rabb

Ya Tuhan... 
Aku titipkan beberapa keinginan kecilku saat ini dalam tulisan. Saat hamba menulis tulisan ini, engkau pasti mengetahui betapa aku memohon serendah rendahnya kepada engkau. Aku bagai butiran debu yang tiada artinya dimatamu. Aku hanyalah seonggok kotoran yang begitu hina dan menjadi najis ketika tersentuh. 

Ya Tuhan..
Betapa hinanya aku memohon bantuanmu, saat semua orang mengabaikanku. Betapa tidak berharganya aku ini, saat aku baru mengingatmu setelah aku terjerat skandal yang aku sendiripun tidak mengerti. 

Ya Tuhan...
Hanya Engkau maha memutar balikan perasaan. Jauhkan hamba dari kesedihan yang mendalam karena di tinggal oleh makhluk sepertinya ya Rabb. Makhluk yang tiada duanya denganmu ya Rabb. Makhluk yang hanya melakukan dosa di setiap hentakan langkahnya. 

Ya Tuhan...
Hamba selalu menangisinya setiap malam, berharap dia akan kembali menjalani hari bersamaku lagi dengan memohon kepadamu. Tapi mengapa hamba tidak pernah menangisi engkau saat engkau mulai menjauhiku ya Rabb. Tapi mengapa hamba tidak pernah berharap engkau selalu bersamaku ya Rabb. Sungguh aku ini makhluk terhina yang pernah aku temui. 

Ya Tuhan...
Apakah engkau masih berkenan memaafkan kesalahanku ini. Kesalahan yang sangat hina. Kesalahan yang mungkin akan menjeratku ke dalam lautan api di neraka nanti ? Masihkah engkau berkenan memelukku ya Rabb? Membimbingku menuju jalanmu ? Dan menyeka air mataku saat seluruh teman menjauhhiku ?

Ya Tuhan...
Ampunilah aku dalam segala tingkah saat aku lupa akan kuasamu. Ampunilah aku dalam segala hembusan nafasku yang lalai menyebutkan namamu. Ampunilah aku dalam segala derap langkahmu yang semakin jauh mengarah kearahmu. Betapa hinanya hambamu ini Tuhan. Betapa kotornya aku sekarang. Tolong terimalah sembah sujud hamba ya Allah...

Kamis, 23 Agustus 2012

Bersabar menanti [satu] september :)

Masih ingget gak ? 
Postinganku yang 
kalo enggak. 
Coba di cek lagi deh. 
Tapi kalo masih inget, 
kita lanjutkan perbincangan tentangnya. 
OKE :) 

Apa kabar pemilik mata nakal ? Bagaimana keadaanmu sekarang ? Apakah kamu masih ingat tanggal 4 Agustus 2012 lalu ? Saat pengambilan almamater kampus. Apakah kamu masih mengingatnya ? Apakah kamu masih ingat, tatapan brutalmu yang begitu liar mencuri pandangannya kearahku ? 

Ah sudah lah, mungkin kamu anggap tatapan itu tatapan yang tak penting. Seperti yang di utarakan semua laki laki. Memandang wanita dengan begitu dalam kemudian melupakannya. Apakah kamu seperti itu ? Semoga saja kamu tidak sampai berfikir begitu. Itu adalah fikiran untuk laki laki jahat. Kamu bukan laki-laki jahat kan ?

Sudah berapa hari aku dan kamu tidak berjumpa ? Sudah hampir 20 hari tak kulihat tatapan matamu. Apa kamu merindukanku ? Tapi sungguh, Tuhan begitu ingin aku mengingat tiap sudut wajahmu. Berulangkali wajahmu tergambar jelas dalam mimpi kecilku. Walau dalam mimpi, kita tak sempat berbicara tapi matamu selalu berkata cinta. Dasar laki-laki !

Tuhan menggambarkan wajahmu dalam mimpiku dengan segala keramahan senyummu. MANIS. Sering aku terlupa dengan sosok yang asing, tapi kamu seolah tampak tak asing. Hingga wajahmu terus menerus melekat dalam ingatan. Walau sudah 20 hari yang lalu kita tidak bertemu, tapi setiap sudut garis yang terbentuk dalam wajahmu masih ku ingat jelas.

Kira kira Tuhan kirimkan hal yang sama tidak yaaa kepadamu ? Sebuah mimpi yang mengingatkanmu tentang aku ? Tentang tatapan matamu yang menjurus ke arahku ! Semoga saja IYA. Karena Tuhan begitu adil !

Kira kira masih adakah jerawat yang berada di pelipis mata kananmu itu ? Atau mungkin lebih banyak ? Banyak, karena rasa rinduku yang tertahan karena keadaan. Keadaan yang mengharuskan kita untuk bersabar menunggu 1 September esok !

Kita baru akan di pertemukan nanti, saat acara Kampus. Di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Semoga kamu bisa bersabar sedikit untuk menatapku lagi. Aku sudah tidak sabar untuk menunggu 1 september esok ! Aku begitu ingin bertemu dengan tatapan brutalmu. Sungguh aku merindukannya.

Aku sungguh tidak peduli jika tatapan itu kamu berikan untuk semua wanita selain aku. Setidaknya sempat menjadi daftar tatapan brutal mu itu aku sudah bahagia.

Semoga kita berjodoh untuk bertemu dan melakukan dialog kecil. Agar suatu saat kita menjadi teman baik, walau sebenarnya inginku lebih dari sekedar teman dalam hidupmu. Maaf jika aku terlalu cepat memiliki perasaan itu... tapi tak di gubrispun aku tak masalah :)

(Masih) Berkutat

Sisi mana yang kamu anggap benar dari diriku ?

Seolah aku menyebutkan kalimat yang salah dimatamu, selalu salah. Aku bernafaspun kamu anggap salah. Langkah kakiku pun harus kamu pertanyakan terlebih dahulu. Untuk mengarah ke arahmu saja, kamu harus memarahiku dulu baru aku boleh menyentuhmu. Sebenarnya apa dosaku ? Terlalu naif memang, jika aku terus menerus menuju kearahmu dan terus menerus pula aku merasakan sakit yang tak kunjung membaik. Apa yang salah dari diriku. Katakanlah ! Andai aku enyah dari hidupmu, kamu baru akan bahagia ? begitu maksudmu ?

Sisi mana yang kamu anggap penting dari diriku ?

Aku berkatapun kamu menyebut kalimatku TIDAK PENTING. Aku berjalan ke arah manapun kamu anggap aku TIDAK PENTING. Aku menulis dan menangis pun kamu anggap aku TIDAK PENTING. Sebenarnya untuk apa kamu mendekati jika hanya menyakiti. Sebenarnya apa motivasimu masih berdiri disini. Seolah mampu mengayomiku tapi hanya memojokanku ! Kamu itu tidak sadar atau kamu itu sedang kerasukan ? Kamu itu memperlakukanku seperti boneka, hampir mirip seperti wayang yang di mainkan oleh dalang bodoh sepertimu.

Hey manusia tak perasa !

Kamu begitu mendominasi orang lain di banding aku. Kamu memprioritaskan segala urusanmu yang tidak penting itu di banding aku. Oke ! Aku memang tidak semenarik mainanmu yang lain, tapi setidaknya perlakukan aku layaknya manusia perasa, manusia yang memiliki hati yang sangat ingin di cintai. Sangat ingin di mengerti. Tidak untuk di maki maki dan kamu hina seperti ini. Sebenarnya Tuhan itu lupa memberikan kamu perasaan atau kamu telah mematikan syaraf perasamu ? hah ?

Hey manusia tak berotak !

Seenaknya kamu melukai hati ku. Aku seolah berkutat hanya memikirkanmu ! Hanya kamu ! tapi kamu ? Tidak memikirkan bagaimana aku yang kamu mainkan.

Aduh aku lah sebenarnya yang bodoh. Akulah sebenarnya yang tolol. Mengapa aku masih tegak berdiri tanpa layu saat kamu abaikanku dengan banyak orang lain di sekitarmu. Mirisnya cintaku ! Aku tidak habis pikir mengapa Tuhan berikan aku perasaan yang luar biasa tentang sebuah kesetiaan dan kasih sayang.  Terimakasih Tuhan :)

Rabu, 22 Agustus 2012

aku (masih) mencintai orang sepertimu ?

Hari ini aku merindukan keberadaanmu menjadi hantu, yang tiba tiba muncul di layar ponselku. Padahal baru 24 jam yang lalu kamu menyapaku dan membalas pesan singkatku dengan bekata..

"Ohh :)"

dan setelah itu, ponselku tidak kembali bersua menyebutkan namamu lagi. Tapi wajahmu masih saja betah menghiasi layar ponselku, di dalam dompetku dan di dalam fikiranku. Kapan kamu enyah dari sana ? Kamu membuat tidurku tak tenang, karena dalam mimpi pun ku temui wajah itu ! Wajah siapa lagi ? wajah KAMU lah !

Di setiap sudut guratan senyumku, ingin ku ceritakan hariku kepadamu. Oh iya. Hampir saja aku lupa. Aku baru ingat bahwa kamu bukan menjadi milikku setelah 3 bulan terakhir ini. Mengapa aku harus ingat bagian ini ya ? Aku jadi merasa tidak sebebas dulu, saat aku memilikimu. Tapi dulu akupun tidak berani mengaturmu. SIAL ! Semua serasa serba salah.

Hari ini genap kita 4 bulan ya ? Haha andai 3 bulan yang lalu tidak kamu akhiri. Sunggu kita benar benar 4 bulan. Tapi yasudahlah itu hanya masalalu, 3 bulan yang lalu ! 3 BULAN YANG LALU SAYANG !

Kamu ini masih saja memperlakukanku seolah aku ini masih menjadi perempuanmu. Kamu masih mengaturku, melarangku ini itu, masih berkata sayang, berulangkali obral jutaan kepalsuan sampai menggunjungiku dan melakukan sentuhan sentuhan kecil dengan jabatan tangan tak berarti itu.

Kamu ini seolah takut kehilanganku, padahal kamu hidup di kelilingi banyak wanita yang tidak perlu ku sebutkan satu persatu nama mereka.

Seolah kamu meyakinkanku bahwa akulah wanita yang kamu cinta, padahal jutaan wanita kamu katakan cinta dengan kalimat yang sama sepeti yang kamu utarakan kepadaku.

Seolah kamu begitu merasa bahwa akulah yang terbaik untukmu, padahal hidupmu di kelilingi banyak wanita yang begitu mencintaimu karena bualanmu !

Kamu itu sudah hampir dewasa tapi kesenangan kamu masih seperti anak anak. Kamu tidak sepatutnya bersenang senang di atas perasaan wanita yang begitu mengharapkanmu seperti mereka semua. Saat mereka melakukan hal yang sama kepadamu, pasti kamu akan tahu bagaimana rasanya kehilangan. Seperti apa yang aku rasakan kepadamu. Aku kehilanganmu. Kehilangan sosokmu.

Dulu aku mengagumimu sosokmu dalam diam, ku kira kau ini baik, perhatian, penuh kasih sayang tapi kamu................ hanya sebaliknya !

Aku tidak habis pikir,Entah mengapa aku masih mencintai orang sepertimu ?

22 ‎​(˘⌣˘)ε˘`)

                        

Jumat, 17 Agustus 2012

Mata Kuliah Program Studi Bimbingan dan Konseling

Aku adalah calon mahasiswa yang akan duduk sebagai mahasiswa dengan program studi Bimbingan dan Konseling. Suatu kebanggaan tersendiri akhirnya bisa masuk sebagai mahasiswa dengan program study yang di dambakan. Walau target utama sebenarnya program study Ilmu Pisikologi setidaknya melenceng ke Bimbingan dan Konseling itu adalah rencana Tuhan. Semua sudah teratur oleh-Nya dan aku hanya menjalankan dengan usaha yang maksimal. Sebentar lagi aku akan duduk di kursi untuk menjadi seorang mahasiswa di salah satu Universitas Swasta Keguruan di Jakarta Selatan.

Jujur saja aku buta tentang mata kuliah apa saja yang akan aku pelajari nantinya di program studi Bimbingan Konseling. Akhirnya, aku cari di segala sumber rasa penasaranku. INTERNET. Ya.. Ini lah sahabat terbaikku. Seorang sahabat yang maha tahu segala hal dan sahabatku ini menuntunku ke dalam postingan salah seorang mahasiswa UNS (Universitas Sebelas Maret),Surakarta. Wow, UNS ! UNS adalah Universitas yang aku impi impikan dari aku Sekolah Dasar. Sayangnya Pisikologi disana harus IPA, sedangkan aku anggota IPS tapi tak apa :)

Begini isi postingan Mahasiswa UNS dengan program studi BK ::

Berikut ini saya tampilkan mata kuliah di program studi yang saya ikuti hingga saat ini. Semoga Anda tertarik dan terbangkitkan motivasi Anda untuk belajar pada program studi Bimbingan dan Konseling. Paling tidak (bagi Anda yang belum begitu mengenal program studi) Anda dapat mengetahui apa saja yang dipelajari oleh mahasiswa Program studi Bimbingan dan Konseling. Barangkali cukup berguna bagi Anda yang ingin konseling pada konselor (lulusan program studi Bimbingan dan Konseling).






Untuk lebih lengkapnya silahkan mampir ke akunnya (klik disini) :)

Dear Kamu mahasiswa UNS yang berbagi informasi ini :: Terimakasih untuk mahasiswa yang meneruskan program studi di kampus impianku, semoga aku dan kamu bisa menjadi konselor yang baik walau ladang yang kita tempuh berbeda. AMIN. :) 



 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template