Sabtu, 28 Juli 2012

Untuk kamu pemilik pandangan rendah !


Untuk kamu yang memandang rendah karyaku

Teori kehidupan “Seperti roda, ada saatnya diatas dan ada saatnya di bawah”. Sekarang aku tidak tau aku baerada dimana ? mungkin aku berada di bawah, atau mungkin sudah berada diatas ? Aku masih belum sadar. Tapi, aku masih tetap menyingsingkan lengan untuk tetap memacu dan mengayuh setiap perjalananku, agar cita citaku mampu terwujud.

Entah apa kesalahanku di kehidupan ini. Aku tidak mampu berkata saat di depan orang banyak, tapi aku hanya mampu menulis, menulis dan terus menulis. Tulisanku ini mungkin seperti menyentil manusia lain yang menurut pemandanganku terlihat menyimpang. Sehingga kamu selalu berkata bahwasanya aku adalah “seorang tukang gunjing”. Kamu berkata begitu karena kamu belum mengenal siapa aku sebenarnya.

Semua karya karya ku kamu anggap rendah hanya karena kelebihanku adalah menulis. Aku memang tidak dapat berkata manis sepertimu, tapi setidaknya aku mampu mengekspresikan asaku hanya dengan menulis !

Untuk kamu yang memandang rendah 140 karakter yang aku tulis di twitter

Semua memiliki kebebasan untuk mengekspresikan asa mereka masing masing. Mencari kebahagiaan tersendiri karena tidak mampu berkata langsung dihadapan manusia sok agung seperti kamu ataupun manusia manusia lain yang merasa agung. Aku hanya bisa mengekspresikan rasa dimana semua orang merasakannya. Aku memang mampu merasakan kepekaan yang luar biasa. Merasakan apa yang sahabatku rasakan.

Wajar saja jika kamu selalu berkata aku adalah “seorang tukang mengungkit orang”. Karena kamu belum tau bahwa semua tulisan aku tercipta karena aku paham bagaimana rasanya menjadi mereka. Bagaimana rasanya di posisi mereka dan bagaimana menangis saat merasakan penderitaan mereka. Saya menulis karena kami satu punggung, kami satu rasa dan kami satu asa.

Apa yang saya tulis memang tidak sepenuhnya saya, karena saya tau, tulisan saya menggambarkan apa yang meraka rasakan. Aku hanya ingin menghibur mereka yang berhenti berucap dengan kata dan mengekspresikannya dengan menangis yang tidak terwujud dalam karya. Oleh karena itu, aku mewujudkan asa mereka dalam bentuk kata kecil yang menusuk !

Untuk kamu yang memandang rendah semua tulisanku

Kamu memang begitu menggelitik, hingga kamu boleh ku sebut tukang keritik. Kamu tidak tau bahwa mereka semua (sahabatku) merasakan apa yang sempat aku rasakan. Dikecewakan, dibuat menangis, ditinggalkan dan merasakan hal hal lain yang begitu menyakitkan.

Kamu berkata jika aku adalah “seorang tukang mencela”, karena kamu merasa apa yang aku tulis itu mencela tentang dirimu yang begitu mengecewakan. Kamu berani berkata itu karena kamu merasa harga dirimu aku jatuhkan di depan orang banyak yang membacanya. Padahal TIDAK.

Aku tidak mencelamu, aku hanya menulis karena aku merasa sahabatku merasakan hal yang disebut “KECEWA”. Kamu tidak pernah tau betapa sakitnya kecewa, jadi wajar saja kamu menghina dan memandang rendah jutaan karya yang aku tulis.

Untuk kamu yang memandangku rendah hanya karena kamu melihat dengan sebelah mata

Kamu akan menjauhiku sejauh jauhnya karena apa yang kamu katakan begitu menyakitkan. Kamu akan pergi kemudian menjauhi aku karena tau aku begini.

Aku adalah seorang tukang, GUNJING,MENGUNGKIT dan MENCELA orang.

Apa aku marah saat kamu berkata itu ? TIDAK. Kenapa aku tidak marah ? Karena kamu belum tau siapa aku. “Siapa aku yang berani menulis layaknya tukang Menggunjing”. Karena kamu belom tau, “Siapa aku yang berani menulis layaknya tukang Mengungkit”. Karena kamu belom tau, “Siapa aku yang berani menulis layaknya tukang Mencela”

Aku boleh ulang perkataanku sekali lagi ?

Aku menulis karena aku mampu merasakan apa yang sahabatku rasakan. Cukup. Apakah kamu masih belum jelas ? Oke aku ulangi lagi ya…

Aku menulis karena aku mampu merasakan apa yang sahabatku rasakan.

Jika kamu masih memandang rendah aku, itu wajar saja, karena kamu tidak mengerti apa yang aku katakan !

AKU HANYA INGIN MENGINGATKAN !
“Tidak semua yang saya tulis adalah saya ! Tidak semua yang kamu baca adalah kamu ! Sebaiknya gunakan kedua mata anda untuk melihat saya ! jangan gunakan sebelah mata anda untuk memandang orang lain !”

2 komentar:

  1. “Tidak semua yang saya tulis adalah saya ! Tidak semua yang kamu baca adalah kamu ! Sebaiknya gunakan kedua mata anda untuk melihat saya ! jangan gunakan sebelah mata anda untuk memandang orang lain !”

    stju bgt sm klmt di ats k'.. :)

    BalasHapus
  2. Jangan ikutin marshanda ya dis

    BalasHapus

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template