Sabtu, 21 Juli 2012

“TUHAN Cuma satu kan ?”



Hal yang tidak diinginkan itu harus terjadi. Hal terburuk dalam suatu hubungan. P U T U S. Itulah yang sedang terjadi dalam hubungan kita. Hubungan yang berbulan bulan aku dan kamu jalani. Berbulan-bulan aku dan kamu pertahankan. Berbulan bulan aku dan kamu rangkai dengan jutaan keindahan. Berbulan-bulan aku dan kamu ukir untuk menjadi ingatan yang abadi. Berbulan-bulan yang harus di akhiri dengan 5 huruf yang terangkai menjadi 1 kata yang menghancurkan segalanya. PUTUS.

Bukan perselingkuhan yang menghancurkan hati kita, bukan bosan yang menghadirkan kata putus, bukan juga jarak yang menghadirkan perpisahan.Hanya saja perbedaan yang ada dalam diri kitalah yang memisahkan itu, tidak adanya restu orangtua yang menghadirkan perpisahan karena perbedaan itu, keadaan inilah yang menghancurkan hati kita. Menghancurkan kita !!

Hanya karena aku berdoa mengangkat tangan, sedangkan kamu berdoa dengan cara melipat tangan.Hanya karena aku bertemu Tuhan di masjid, sedangkan kamu bertemu Tuhan di gereja. Hanya karena aku sudah berjilbab, sedangkan kamu sudah di babtis. Hanya karena aku berucap ‘Alhamdulillah’ sedangkan kamu berucap ‘Puji Tuhan’.

Apa yang beda ?? Aku rasa semua sama saja. Aku rasa kita sama-sama berdoa. Sama-sama bertemu Tuhan. Sama-sama sudah memenuhi kewajiban. Sama-sama berucap syukur kepada Tuhan. Lalu apakah hanya perbedaan kecil yang berarti sama ini, harus dipisahkan ? Harus dihancurkan? Harus diakhiri ?

Mereka yang menginginkan kita berakhir, karena mereka belum tau ‘Siapa yang mengingatkan aku sholat? Siapa yang mengingatkan aku untuk segera mengenakan jilbab? Siapa yang mengingatkan aku untuk terus memenuhi hal sunah ku ?’. Karena mereka belum tau ! Bahwa kamulah pengingat itu.

Mereka yang menginginkan kita untuk di pisahkan, karena mereka belum tau ‘Siapa yang mengingatkan mu sekolah minggu? Siapa yang mengingatkan mu untuk segera di babtis? Siapa yang mengingatkan mu untuk terus memenuhi hal sunahmu ?’. Karena mereka belum tau ! Bahwa akulah pengingat itu.

Aku dan kamu saling menghormati perbedaan ini, saling meyakini kepercayaan satu sama lain. Namun, tujuan kita sama kan ? Sama sama menghadap Tuhan. Berharap kepada satu Tuhan. Menghembuskan nafas pemberian Tuhan. Lalu APA YANG BERBEDA ??

♪♪…..Aku untuk kamu,kamu untuk aku. Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda. Tuhan memang satu, kita yang tak sama. Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi…..♪♪
(Marcell-Peri Cintaku)

Berulang kali kamu menyanyikan lagu ini, lagu yang selalu membuat aku menangis. Menangisi perpisahan kita. Menangisi perbedaan kita. Tuhan Cuma satu ! hanya kita yang tidak sama ! Mengapa harus ada perbedaan jika kita sama-sama makhluk TUHAN !

“Tolong Jelaskan kepada kami Tuhan. Pertanyaan yang sulit di ungkapkan ini. Pertanyaan yang mengganjal disini (dibaca : hati). Pertanyaan yang samar tapi butuh jawaban pasti. Tolong kami Tuhan. Kami butuh kepastian, kami butuh jawaban, kami inginkan kebahagiaan, ketulusan dan kepercayaan. Berilah kami kekuatan jikalau mendapatkan akhir terburuk dalam cerita kami ini. Kuatkanlah kami dan ampuni dosa kami. Amien” Itulah yang selalu ku dengar saat kamu memohon agar hubungan ini tetap bertahan.

“Ya Allah, aku tidak ingin terlalu menuntut banyak kepada engkau. Hamba terlalu hina untuk meminta banyak dari apa yang sebenarnya hamba inginkan. Hamba hanya butuh kepastian, jawaban, kebahagiaan, ketulusan dan kepercayaan bersama. Lindungilah kami yang tetap berada di jalanmu. Mudahkanlah hembusan nafas kami agar tidak merasa sesak disini (dibaca : dada). Mudahkanlah kami mencari jalan keluar untuk perbedaan kami ini. Amin ya Rabbal al amin” Itulah doaku yang sering kamu Amien kan.

♪♪…Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan. Tuk menjaganya sepenuh jiwa…♪♪
(Marcell-Peri Cintaku)

Apakah kita adalah dua insan yang tak berhak untuk jatuh cinta ? Apakah perbedaan ini tidak dapat menyatukan ? Bukankah seharusnya kita bersatu karena perbedaan ? Bukankah cinta itu kesucian,kemurnian,dan keindahan ? Bukankah aku dan kamu berhak untuk mencintai dan dicintai ? Lalu apa yang salah ?

“Sudahlah sayang, disana (dibaca : surga) Tuhan sedang merencanakan hal indah untuk kita. Kita hanya tinggal bersabar saja” Ucapmu lirih, sembari menurunkan bulir bening yang mendarat mulus ke pipimu.

Tuhan Kita satu kan ? Tuhan kita sama kan ? Lalu apa yang membuatnya berbeda ?



Mencari-cari sebenaranya apa arti perbedaan
Menguak di balik apa sebenarnya yang memisahkan
Dimana Tuhan ?
Apakah Tuhan mendengar ?
Aku harap IYA

Karena Tuhan maha mendengar :)

6 komentar:

  1. kita akan terus bertemu orang yang tepat, untuk mengubah kita menjadi lebih baik,
    suatu saat kita akan bertemu orang yang tepat, untuk mengarungi kehidupan bersama2

    BalasHapus
  2. Tuhan banyak, Tuhan kamu sama Tuhan dia beda.....

    BalasHapus
  3. maaf ni mbak..
    cmn sekedar komen ja..

    yg saya tahu tuhan kita itu adalah Allah SWT, sedangkan umat lain tuhan nya berbeda, dalam agama nasrani ada 3 tuhan.
    dari ceramah jumat yg pernah saya dengar bahwa "tidak berilmu lah orang yang mengatakan bahwa setiap agama itu sama"..

    cinta itu tdk pernah salah mbak, kita berhak mcintai siapa saja.. jika kita mcintai seseorang yg berbeda agama dengan kita, harus ada yg berkorban, dia yg ikut agama kita (alhamdulillah) atw kita yg ikut agama dia (naudzubillah) jika mau cinta nya memang serius.. :D

    BalasHapus
  4. well.. ingat kembali soal hadist nabi tntang mncari jodoh.. :)

    BalasHapus
  5. hhmm..jd inget lagunya Marcell Peri Cintaku..lagunya intinya sama kyk postingan ini..semangat ya mb :)

    BalasHapus
  6. kita ga salah ko mencintai siapapun... tapi kita hrus tau nantinya akan seperti apa (resikonya)..laillahaillah..

    BalasHapus

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template