Jumat, 06 Juli 2012

Masih dengan orang yang sama (KAMU)

Jika kamu membaca tulisan ini, aku yakin kamu akan mengabaikannya, membiarkannya, dan langsung enyah dari blog tempat curahan hatiku ini. Tapi, terserahlah itu hakmu. Disini aku hanya akan ceritakan kebodohanku yang teramat sangat. Ketololanku untuk tetap kekal berdiri dalam pendirian yang penuh ketidak pastian. Kali ini akan aku ceritakan saat aku mulai mengagumi sosok ciptaan Tuhan yang penuh karisma.

Aku memandangi ciptaan Tuhan yang sama setiap harinya. Kamu benar, saat ini kamulah yang aku lihat. Kamu adalah suplemen kecil saat aku berada di sekolah, tidak bosan bosannya senyum manis itu melekat di bibirmu, penuh pesona. Mungkin oranglain akan berkata lain saat menggambarkan wujudmu, tapi beginilah wujudmu dalam mataku yang sering singgah dalam bunga tidur. Kamu memang sulit ku sentuh, atau bahkan tidak akan dapat aku sentuh ! tapi aku salah satu penikmat sentuhanmu dalam tatapan dan senyummu.

Aku adalah pengagummu dalam diam. Pemantau gerak gerikmu dalam keramaian. Pengamat senyummu dalam kebisuan, dan penjelajah hatimu tanpa harus kamu tersadar. Aku terlalu fanatik akan sosokmu, sosok yang mampu membuat aku melupakan seseorang yang lalu. Entah apa yang ada dalam dirimu, yang aku tau pasti PESONA mu lah yang menghantuiku setiap hari.

Aku mungkin bukan seleramu untuk kamu jadikan wanita pilihan, aku juga bukan salahsatu dari sekian ribu wanita di sekelilingmu yang akan kamu lirik. Aku tidak semenarik kelihatannya. Aku pun tidak berharap kamu lirik atau bahkan sampai termiliki olehmu, tidak ! Hanya saja akulah salah satu penikmat senyummu, yang mungkin senyum itu tidak akan pernah tertuju kearahku.

Aku mencarimu hanya sekedar ingin melihat punggungmu. Setiap hari kelakuan bodoh inilah yang aku lakukan. Aku memang selalu bermimpi bahwa senyum manis yang melekat di bibirmu itu akan menjurus ke arahku, hanya kearahku dan TIDAK untuk wanita lain !

Tapi ituhanyalah imajinasi yang sedang aku alami. Imajinasi yang membuat aku menjadi bahagia seorang diri. Imajinasi yang menjadikan aku untuk terus bermimpi, bermimpi tentang kamu.

“ Tuhan… Tolong bangunkan aku dari khayalan dan kelakuan bodohku ini. Sadarkan aku Tuhan bilamana dia tidak akan perdulikanku, mengacuhkan aku atau bahkan mengabaikan keberadaanku. Aku sadar, bahwa garis jodohku bukan dia, tapi izinkan aku mampu menikmatinya hanya untukku. Aku mohon Tuhan” Apa Tuhan akan menjabah doa yang penuh harap ini ? Semoga saja.

Tiba saatnya aku sulit untuk membendung rasa ini, perasaan yang menggeletik di sini (dibaca:hati), perasaan yang untuk kedua kalinya aku rasakan. Perasaan SAYANG. Entah apa penyebab perasaan ini mampu tumbuh dan mengakar di sini (dibaca:hati). Aku sadar betul perasaan ini tidak akan terbalaskan walau hanya setetes tetesan embun.

Aku hanya mampu mengirimkan salam melalui temanku, dan kamu selalu abaikan salamku yang tidak bermutu itu. Sosok acuh tak acuhmu itu semakin membuat aku penasaran, penasaran dengan kebodohan apa lagi yang akan aku lakukan untuk menjadi penikmat senyummu.

Entah seberapa tahan aku mampu menghadapimu dan perasaan ini mampu bertahan. Yang pasti, jika sudah aku memiliki perasaan tak bertuan ini, bisa bertahun tahun lamanya akan tersimpan sampai ada sosok baru yang menggantikan.

Kamu adalah laki laki beruntung yang dapat aku cintai, karena tidak semudah itu aku mampu mencintai laki-laki. Tapi kamu malah mengabaikan aku dan pergi menjauh dariku, sangat jauh. Hanya karena kamu merasa tidak enak hati dengan sahabatmu yang mengagumiku melebihi aku yang mengagumimu.

Kini aku tetap menjadi penikmat senyummu dalam diam, dalam ketundukan dan dalam kepatuhan penjara cinta yang tertutup terali besi kekecewaan. Ya.. aku terperangkap dalam hati yang tak bercahaya. Aku kegelapan, tidak ada celah hingga senyummu dan matamu tidak dapat aku rasakan untuk menyusuri relung kalbuku lagi. Aku pasrah akan keadaan Tuhan yang akan membuat rasa ini terabaikan atau bahkan menjadi mati nantinya. Aku hanya berharap, kamu tidak hadir dan menarik tanganku saat aku mulai pergi darimu.


5 Juli 2012
Mengingat ingat kembali
Saat pertamakali aku mendaftarkan diri
Sebagai PEMUJAmu dalam sunyi

1 komentar:

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template