Senin, 30 Juli 2012

Apa kabar kamu, dokter mudaku ?

Hai kamu, apa kabar ? yang memiliki jiwa Sosial tinggi !

Sudah hampir 5 Tahun kita sudah tidak bertemu ya. Sekarang usiaku sudah mulai tua, usiaku kini 22. Sedangkan usiamu sekarang sudah 23. Mungkin sekarang kamu sudah menjadi seorang Dokter seperti apa yang kamu cita citakan dulu. Kemudian beberapa tahun lagi, kamu mungkin akan membangun rumah sakit yang besar untuk menampung orang orang sakit. Kamu adalah anak IPA yang memiliki jiwa IPS, sosialmu begitu tinggi !

Kamu pernah berucap "Aku pengen bangun rumah sakit gratis, supaya gak ada orang miskin yang sakit". Subhanallah, semoga Allah mendengar doa muliamu itu. Andai aku tidak terbaring lemah disini mungkin aku sudah menjadi seorang Pisikolog. Menggunakan pakaian yang sama sepertimu, putih putih.

Bagaimana tubuhmu sekarang, apakah masih sekekar dulu ? 

Mungkin menjadi seorang dokter itu rumit. Apa mungkin tubuhmu sekarang menjadi kurus ? karena merasa pusing menghafal ratusan obat antibiotik, melakukan praktek dan menemukan pasien yang bandel untuk minum obat sepertiku ? 

Apa sekarang kamu menggunakan kacamata ? karena membaca ratusan buku yang tebal dan memiliki nama latin yang susah diucapkan mulut kecilku ini ? Aduh.. aku khawatir, nanti kamu tidak dapat melihat aku dari jauh saat bertemu aku nanti. Kamu harus gunakan kacamata kamu terus yaa.. Supaya kamu bisa lihat aku dari berbagai sudut. Oke.

Sudahkah kamu temui perempuan penggantiku ?

Siapa yang tidak ingin menerima cinta dari seorang dokter sepertimu ? Walau cintamu lebih mengalir untuk pasien pasienmu. Setidaknya ada sisi kasih sayang yang luar biasa untuk wanita yang kamu cintai. Andai aku mampu berlari dan berjalan dengan tubuhku yang sehat, mungkin hatimu mampu aku dapatkan lagi.

Sekarang aku sudah tidak berdaya, aku tidak ada upaya untuk mendapatkan hatimu lagi. Walau kamu mengakhiri semua tanpa alasan, tapi aku selalu berdoa untukmu agar suatu saat kamu temukan wanita yang baik. Dan mencintaimu dengan tulus seperti aku.

Apa kamu merindu seperti apa yang aku rasakan ?

Kamu tau tidak ? sudah hampir 2 tahun aku hidup di Rumah Sakit ? Ratusan surat cinta sudah aku tulis dalam buku kecil yang sudah menumpuk karena habis ku tulis tentang tulisan rinduku yang tak terbendung untuk kamu.

Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, sebenarnya aku tidak ingin hidup dalam rumah yang penuh aroma obat obatan ini. Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, mana mau aku menikmati suntikan suntikan yang membuat seluruh tanganku membiru biru. Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, aku tidak ingin terus berbaring dengan alat yang setiap hari harus masuk dalam tubuhku. Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, aku tidak ingin meminum obat obatan yang membuat kerongkonganku terasa pahit.

Apa kamu mengetahui kondisiku ?

Sekarang aku gak punya rambut lhoo.. Akibat kangker yang perlahan membunuhku diam-diam. Rasa pusing yang datang tiba tiba ini adalah mula dari sakitku meradang. Pusing yang aku anggap remeh ini ternyata membuat aku harus berhenti melanjutkan pendidikan dan tinggal di Rumah Sakit ini.

Andai kamu merawatku, rasanya aku ingin sakit saja. Agar kamu selalu ada untuk aku dan selalu menjagaku tiap malam. Kemudian mengontrolku agar sembuh dan mengajakku jalan jalan dengan kursi roda, seperti yang dilakukan Dokter muda yang merawatku ini.

Aku selalu bertanya tanya tentang kamu dengan dokter muda ini katanya dia mengenalmu dia juga berkata katanya kamu sedang merawat pasien penderita kangker otak stadium lanjut. Wah kamu hebat sekali. 

Aku belum temukan pengganti mu !

Walau secara keseluruhan wajah dan tatapan mata dokter ini sepertimu, tapi aku masih setia menunggumu untuk terus memenuhi janjimu untuk "menjagaku" walau ratusan rasa sakit yang aku idap, aku harus sembuh agar bisa memelukmu dengan dekat lagi. Senyum dokter ini selalu mengingatkanku tentang sosokmu, namun aku tidak ingin terbuai akan senyumnya seperti waktu aku melihat senyummu. MANIS.

Mungkin sekarang kamu seperti dokter muda ini, rajin merawat pasienmu, mengecek kesehatan mereka dan mengingatkan mereka untuk melakukan kemoterapi dan radioterapi sepertiku. 

Mungkin sekarang kamu seperti dokter muda ini, yang sedang mendorong pasien penderita kangker otak untuk mengajaknya menikmati udara segar disisi lain taman rumah sakit. 

Mungkin sekarang kamu seperti dokter muda ini, yang rela menyediakan telingamu untuk mendengarkan cerita pasiennya sepertiku. Aku selalu bercerita tentang kamu.

dan dokter muda ini selalu memujimu, meyakinkan aku bahwa kamu juga menunggu aku, dan juga meyakini aku bahwa kamu akan menikahiku setelah aku sembuh nanti. Sorotan mata itulah yang meyakinkan aku untuk, mempercayai perkataan dokter muda ini. Mirip sepertimu tatapanmu. Cara dia menggenggam tanganku untuk meyakinkan perkataannya ini, mirip seperti sentuhanmu. 

Apakah dokter muda ini adalah KAMU ??

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template