Rabu, 04 Juli 2012

Aku merindukan ............... boleh ku sebut namamu ?

Bagaimana kabar kamu sekarang ? Apakah sesak nafas yang sering kamu derita dulu masih sering menghampirimu ? Apakah kamu sudah sanggup jatuh cinta dengan orang lain ? Atau bahkan sekarang kamu sudah dimiliki oleh orang lain  ? Seperti apa wanita itu ? Cantik ? Baik ?Cerdas ? Seperti apa ? Ayo ceritakan ! Sepertinya dia lebih dari sempurna ya...

Aku melihat kalian berdua saat kamu memasang Foto Profil di salah satu akun jejaring sosialmu. Wanita itu cantik, aku suka. Selembar kain (dibaca:jilbab) selalu menutupi rambutnya, cantik. Aku menyukainya. Kini aku sudah merasa tenang saat kamu sudah menemukan sosok wanita yang lebih baik dariku, tapi apakah ketenangan ku ini harus berbuah kehilangan ?

apa kabar kamu, yang dulu (pernah) meminjamkan bahumu untuk menahan beban isak yang aku pikul ?

Masih ingat kah kamu? Saat aku sedang merasa tertekan karena sahabatku ternyata memiliki kekasih, dan ternyata kekasihnya adalah kekasih ku ? Dapat di katakan mereka menjalin hubungan di belakangku tanpa aku sadari, dan kamu menyediakan bahumu untuk menampung isak yang tak terbendung itu. Aku merasa tenang di bahumu. Jika aku merasakannya lagi apa aku boleh meminjam bahumu lagi ? Karena pundakmulah obat dari segala isak yang aku pikul.

apa kabar kamu, yang dulu (pernah) meminjamkan tanganmu untuk menghapus air mata ini ?

Apa kamu masih ingat ? Saat tetesan air mata mengalir dipipiku, karena kamu berkata “kalo mau nangis, nangis aja dis. Jangan di tahan-tahan ! supaya plong” dan aku pun menangis. Aku memintamu memunggungiku saat aku menangis, setelah selesai kamu mulai berbalik dan menghapus nya dengan tanganmu. Aku merasa nyaman dengan usapanmu. Jika aku menangis apa aku boleh meminjam tanganmu lagi ? Karena usapanmulah obat dari ketenangan.

apa kabar kamu ,yang dulu (pernah) meminjamkan telingamu untuk mendengar semua peluh ini ?

Kamu ingat ? Saat aku marah,sedih,senang,tertawa,emosi,kesal,jengkel dan apapun itu ekspresiku. Kamu setia mendekatiku demi mendengarkan semua peluhku yang tidak bermutu milikku. Kamu tidak pernah bosan dengan apa yang aku ucapkan dengan berbagai macam ekspresi dan kamu dekat dengan sejuta solusi. Aku mampu merasa bahagia di dekatmu. Jika aku butuh pendengar lagi, apa aku boleh meminjam mu ? Karena solusimu itu adalah obat dari rasanyamanku menjalani hari.

Apa aku boleh meminjammu dari wanita itu untuk 1 hari saja ? Aku merindukanmu, aku merindukan kamu yang selalu berada di sampingku (dulu), mendengar tangisku (dulu), tertawa bersamaku (dulu), menjabat tanganku (dulu), membelai rambutku (dulu), menyentuh hatiku (dulu), memujaku (dulu) dan menyebutku dengan sebutan sayang (dulu). Aku selalu berharap kamu disini dan melakukan hal yang sama seperti dulu. Mungkin itu hanyalah mimpi yang sering menghinggapi ku saat aku merindukan sosokmu.

Sosok yang untuk pertama kalinya membuat aku merasakan rasa sayang. Yaa.. kamu cinta pertamaku.Walau aku sudah pernah berpacaran sebelumnya. Aku pengagummu dalam diam selama 2 tahun lamanya, semenjak kelas satu SMP dan baru dekat denganmu saat kelas tiga SMP. Konyol memang, tapi begini lah kenyataannya. Aku menikmati ke bodohanku ini.

Aku dekat denganmu tanpa status, tapi itu tidak membuatku sedih atau kecewa. Karena aku menikmati bualan ‘sayang’ yang selalu meluncur melalui bibirmu, pesan singkat, melalui jaringan telfon sampai dengan akun jejaring sosial. Aku tidak butuh status karena hati (dibaca:perasaan) tidak harus memiliki status, tapi akan ada strata yang menjadikan status itu di atas segalanya. Jadi untuk apa status ?

Sampai suatu ketika kamu harus melepas rasamu karena wanita yang sekarang sudah menjadi milikmu. Kini sang pemilik punggung, penghapus air mata dan telinga setia itu melukaiku. Apa yang harus aku lakukan ? Entahlah… dalam keramaian aku mematung. Menjadi tugu yang membeku dalam kerasnya hiruk pikuk keramaian. Aku sudah tidak mempu bergerak, aku hancur.. tapi untuk apa aku merasa begini ? Tak ada status yang mengikat kita. Tapi perasaan ini seperti ada palu besar yang menghantam dadaku ‘BbbbuuukkK’ SAKIT !!!…tapi  yasudahlah.. itu hanya masalalu. Aku bisa apa ?


 2 Juli 2012
Aku merindukanmu yang dulu sempat
Memanggilku dengan sebutan SAYANG :)
Jangan tanya bagaimana aku
Aku masih sering menangisi sosok mu
Haruskah aku kehilangan ragamu
setelah kehilangan hatimu ?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template