Senin, 30 Juli 2012

3 Bulan Setelah kata "PUTUS"

Aku masih dalam posisi yang sama setelah kepergianmu. Aku mematung, seolah tidak ada rona kebahagiaan dalam mataku. Aku membisu, seolah tidak ada kata yang mampu terucap karena bibirku yang kelu. Aku masih menahan tangis yang setiap hari tumpah padahal sudahku tahan tahan.

Aku melihat diriku dalam cermin, aku berusaha tersenyum. Mengembangkan sisi kanan dan sisi kiri bibirku. Memperlihatkan gigiku dan kemudian tertawa terbahak bahak ! hahahaha... "Itu bukan aku !" ucapku berulang ulang di depan cermin. Lalu sebenarnya dimana aku ?

Kamu merampas habis cinta yang aku susun untuk seseorang di masa depanku kelak. Kamu mengambil semua kebahagiaan ku ! dan mengubahnya dalam tetesan air mata yang paling aku benci. Aku membenci tetesan air mata ini karena aku terlihat begitu lemah saat bulir bening ini mendarat mulus kepipiku.

Seolah ada kehampaan yang luar biasa yang menyelimutiku 3 bulan terakhir ini. Aku kesepian, tidak ada perhatian, semua tidak berkesan. Tidak ada deringan ponsel, semua kurasa jengkel. Tidak ada senyuman manis, semua kurasa magis. Tidak ada sentuhan lembut, semua kurasa kalut.

Setiap aku membuka mata setelah terbangun dari tidurku, disitulah harapanku dimulai. Ya.. kamu benar, setiap harilah harapanku dimulai, tanpa tau kapan akhirnya.

Aku  menjalankan aktivitasku seperti biasa, tanpa beban, seolah melupakan kamu yang sekarang sedang tertawa renyah diatas kepedihanku yang tertutup kepura-puraan ini. Dibalik itu semua aku menderita berkepanjangan. Tanpa tau kapan akhir dari penderitaanku ini.

Dalam solat aku selalu mendoakanmu, agar kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan ini. Walau KARMA itu pasti akan menyergapmu dengan cepat, tapi aku tetap memohon kepada Tuhan agar kamu tidak merasakannya. Karena begitu SAKIT rasanya.

Semoga ada secerca kebahagiaan yang pernah aku ukir di hatimu, walau aku tau kamu tidak akan merasakan kebahagiaan yang aku berikan ini. Setidaknya PENYESALAN untuk mengabaikan aku dengan mudah itu akan menghantuimu !

Selamat menikmati PENYESALANnya :)
Aku masih mencintaimu sayang :*


Saat mengingat ingat manusia TOLOL
yang dengan mudah mengabaikanku
KAMU !

Apa kabar kamu, dokter mudaku ?

Hai kamu, apa kabar ? yang memiliki jiwa Sosial tinggi !

Sudah hampir 5 Tahun kita sudah tidak bertemu ya. Sekarang usiaku sudah mulai tua, usiaku kini 22. Sedangkan usiamu sekarang sudah 23. Mungkin sekarang kamu sudah menjadi seorang Dokter seperti apa yang kamu cita citakan dulu. Kemudian beberapa tahun lagi, kamu mungkin akan membangun rumah sakit yang besar untuk menampung orang orang sakit. Kamu adalah anak IPA yang memiliki jiwa IPS, sosialmu begitu tinggi !

Kamu pernah berucap "Aku pengen bangun rumah sakit gratis, supaya gak ada orang miskin yang sakit". Subhanallah, semoga Allah mendengar doa muliamu itu. Andai aku tidak terbaring lemah disini mungkin aku sudah menjadi seorang Pisikolog. Menggunakan pakaian yang sama sepertimu, putih putih.

Bagaimana tubuhmu sekarang, apakah masih sekekar dulu ? 

Mungkin menjadi seorang dokter itu rumit. Apa mungkin tubuhmu sekarang menjadi kurus ? karena merasa pusing menghafal ratusan obat antibiotik, melakukan praktek dan menemukan pasien yang bandel untuk minum obat sepertiku ? 

Apa sekarang kamu menggunakan kacamata ? karena membaca ratusan buku yang tebal dan memiliki nama latin yang susah diucapkan mulut kecilku ini ? Aduh.. aku khawatir, nanti kamu tidak dapat melihat aku dari jauh saat bertemu aku nanti. Kamu harus gunakan kacamata kamu terus yaa.. Supaya kamu bisa lihat aku dari berbagai sudut. Oke.

Sudahkah kamu temui perempuan penggantiku ?

Siapa yang tidak ingin menerima cinta dari seorang dokter sepertimu ? Walau cintamu lebih mengalir untuk pasien pasienmu. Setidaknya ada sisi kasih sayang yang luar biasa untuk wanita yang kamu cintai. Andai aku mampu berlari dan berjalan dengan tubuhku yang sehat, mungkin hatimu mampu aku dapatkan lagi.

Sekarang aku sudah tidak berdaya, aku tidak ada upaya untuk mendapatkan hatimu lagi. Walau kamu mengakhiri semua tanpa alasan, tapi aku selalu berdoa untukmu agar suatu saat kamu temukan wanita yang baik. Dan mencintaimu dengan tulus seperti aku.

Apa kamu merindu seperti apa yang aku rasakan ?

Kamu tau tidak ? sudah hampir 2 tahun aku hidup di Rumah Sakit ? Ratusan surat cinta sudah aku tulis dalam buku kecil yang sudah menumpuk karena habis ku tulis tentang tulisan rinduku yang tak terbendung untuk kamu.

Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, sebenarnya aku tidak ingin hidup dalam rumah yang penuh aroma obat obatan ini. Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, mana mau aku menikmati suntikan suntikan yang membuat seluruh tanganku membiru biru. Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, aku tidak ingin terus berbaring dengan alat yang setiap hari harus masuk dalam tubuhku. Kalau bukan karena hasratku ingin bertemu kamu, aku tidak ingin meminum obat obatan yang membuat kerongkonganku terasa pahit.

Apa kamu mengetahui kondisiku ?

Sekarang aku gak punya rambut lhoo.. Akibat kangker yang perlahan membunuhku diam-diam. Rasa pusing yang datang tiba tiba ini adalah mula dari sakitku meradang. Pusing yang aku anggap remeh ini ternyata membuat aku harus berhenti melanjutkan pendidikan dan tinggal di Rumah Sakit ini.

Andai kamu merawatku, rasanya aku ingin sakit saja. Agar kamu selalu ada untuk aku dan selalu menjagaku tiap malam. Kemudian mengontrolku agar sembuh dan mengajakku jalan jalan dengan kursi roda, seperti yang dilakukan Dokter muda yang merawatku ini.

Aku selalu bertanya tanya tentang kamu dengan dokter muda ini katanya dia mengenalmu dia juga berkata katanya kamu sedang merawat pasien penderita kangker otak stadium lanjut. Wah kamu hebat sekali. 

Aku belum temukan pengganti mu !

Walau secara keseluruhan wajah dan tatapan mata dokter ini sepertimu, tapi aku masih setia menunggumu untuk terus memenuhi janjimu untuk "menjagaku" walau ratusan rasa sakit yang aku idap, aku harus sembuh agar bisa memelukmu dengan dekat lagi. Senyum dokter ini selalu mengingatkanku tentang sosokmu, namun aku tidak ingin terbuai akan senyumnya seperti waktu aku melihat senyummu. MANIS.

Mungkin sekarang kamu seperti dokter muda ini, rajin merawat pasienmu, mengecek kesehatan mereka dan mengingatkan mereka untuk melakukan kemoterapi dan radioterapi sepertiku. 

Mungkin sekarang kamu seperti dokter muda ini, yang sedang mendorong pasien penderita kangker otak untuk mengajaknya menikmati udara segar disisi lain taman rumah sakit. 

Mungkin sekarang kamu seperti dokter muda ini, yang rela menyediakan telingamu untuk mendengarkan cerita pasiennya sepertiku. Aku selalu bercerita tentang kamu.

dan dokter muda ini selalu memujimu, meyakinkan aku bahwa kamu juga menunggu aku, dan juga meyakini aku bahwa kamu akan menikahiku setelah aku sembuh nanti. Sorotan mata itulah yang meyakinkan aku untuk, mempercayai perkataan dokter muda ini. Mirip sepertimu tatapanmu. Cara dia menggenggam tanganku untuk meyakinkan perkataannya ini, mirip seperti sentuhanmu. 

Apakah dokter muda ini adalah KAMU ??

Sabtu, 28 Juli 2012

Untuk kamu pemilik pandangan rendah !


Untuk kamu yang memandang rendah karyaku

Teori kehidupan “Seperti roda, ada saatnya diatas dan ada saatnya di bawah”. Sekarang aku tidak tau aku baerada dimana ? mungkin aku berada di bawah, atau mungkin sudah berada diatas ? Aku masih belum sadar. Tapi, aku masih tetap menyingsingkan lengan untuk tetap memacu dan mengayuh setiap perjalananku, agar cita citaku mampu terwujud.

Entah apa kesalahanku di kehidupan ini. Aku tidak mampu berkata saat di depan orang banyak, tapi aku hanya mampu menulis, menulis dan terus menulis. Tulisanku ini mungkin seperti menyentil manusia lain yang menurut pemandanganku terlihat menyimpang. Sehingga kamu selalu berkata bahwasanya aku adalah “seorang tukang gunjing”. Kamu berkata begitu karena kamu belum mengenal siapa aku sebenarnya.

Semua karya karya ku kamu anggap rendah hanya karena kelebihanku adalah menulis. Aku memang tidak dapat berkata manis sepertimu, tapi setidaknya aku mampu mengekspresikan asaku hanya dengan menulis !

Untuk kamu yang memandang rendah 140 karakter yang aku tulis di twitter

Semua memiliki kebebasan untuk mengekspresikan asa mereka masing masing. Mencari kebahagiaan tersendiri karena tidak mampu berkata langsung dihadapan manusia sok agung seperti kamu ataupun manusia manusia lain yang merasa agung. Aku hanya bisa mengekspresikan rasa dimana semua orang merasakannya. Aku memang mampu merasakan kepekaan yang luar biasa. Merasakan apa yang sahabatku rasakan.

Wajar saja jika kamu selalu berkata aku adalah “seorang tukang mengungkit orang”. Karena kamu belum tau bahwa semua tulisan aku tercipta karena aku paham bagaimana rasanya menjadi mereka. Bagaimana rasanya di posisi mereka dan bagaimana menangis saat merasakan penderitaan mereka. Saya menulis karena kami satu punggung, kami satu rasa dan kami satu asa.

Apa yang saya tulis memang tidak sepenuhnya saya, karena saya tau, tulisan saya menggambarkan apa yang meraka rasakan. Aku hanya ingin menghibur mereka yang berhenti berucap dengan kata dan mengekspresikannya dengan menangis yang tidak terwujud dalam karya. Oleh karena itu, aku mewujudkan asa mereka dalam bentuk kata kecil yang menusuk !

Untuk kamu yang memandang rendah semua tulisanku

Kamu memang begitu menggelitik, hingga kamu boleh ku sebut tukang keritik. Kamu tidak tau bahwa mereka semua (sahabatku) merasakan apa yang sempat aku rasakan. Dikecewakan, dibuat menangis, ditinggalkan dan merasakan hal hal lain yang begitu menyakitkan.

Kamu berkata jika aku adalah “seorang tukang mencela”, karena kamu merasa apa yang aku tulis itu mencela tentang dirimu yang begitu mengecewakan. Kamu berani berkata itu karena kamu merasa harga dirimu aku jatuhkan di depan orang banyak yang membacanya. Padahal TIDAK.

Aku tidak mencelamu, aku hanya menulis karena aku merasa sahabatku merasakan hal yang disebut “KECEWA”. Kamu tidak pernah tau betapa sakitnya kecewa, jadi wajar saja kamu menghina dan memandang rendah jutaan karya yang aku tulis.

Untuk kamu yang memandangku rendah hanya karena kamu melihat dengan sebelah mata

Kamu akan menjauhiku sejauh jauhnya karena apa yang kamu katakan begitu menyakitkan. Kamu akan pergi kemudian menjauhi aku karena tau aku begini.

Aku adalah seorang tukang, GUNJING,MENGUNGKIT dan MENCELA orang.

Apa aku marah saat kamu berkata itu ? TIDAK. Kenapa aku tidak marah ? Karena kamu belum tau siapa aku. “Siapa aku yang berani menulis layaknya tukang Menggunjing”. Karena kamu belom tau, “Siapa aku yang berani menulis layaknya tukang Mengungkit”. Karena kamu belom tau, “Siapa aku yang berani menulis layaknya tukang Mencela”

Aku boleh ulang perkataanku sekali lagi ?

Aku menulis karena aku mampu merasakan apa yang sahabatku rasakan. Cukup. Apakah kamu masih belum jelas ? Oke aku ulangi lagi ya…

Aku menulis karena aku mampu merasakan apa yang sahabatku rasakan.

Jika kamu masih memandang rendah aku, itu wajar saja, karena kamu tidak mengerti apa yang aku katakan !

AKU HANYA INGIN MENGINGATKAN !
“Tidak semua yang saya tulis adalah saya ! Tidak semua yang kamu baca adalah kamu ! Sebaiknya gunakan kedua mata anda untuk melihat saya ! jangan gunakan sebelah mata anda untuk memandang orang lain !”

Rabu, 25 Juli 2012

Jatuh Cinta ♥
























Obrolan singkat sebelum sholat Taraweh di mulai :)

 ✿ : Diskaaaa.. nanti malem On lagi kan ?
 ✿ : Iya insyaallah yaa.. kalo di komputer :)
 ✿ : Sampe jam 2 dongg...!!
 ✿ : Yaampun jam 8 aja biasanya udah tidur hehe
 ✿ : Kebiasaan !
 ✿ : hehe
 ✿ : Oh iyaa.. jangan galau galau dong kalo ngetweet
 ✿ : Emang maunya gimana si ? request aja :)
 ✿ : Yang bahagia kek, lucu kek, jatuh cinta deh.. gue lagi jatuh cinta nih
 ✿ : Cieee.. ada yang demen sama lo ? haha
 ✿ : Iya dong gue gak jomblo lagi. Emangnya lo !
 ✿ : *JLEB BANGET PEMIRSAAAHHH*
 ✿ : Pokoknya nanti ngetweet tentang cinta ya dis ok ok ok
 ✿ : Sip. Special buat lo sayang :)
 ✿ : Nanti gue Retweet SEMUAAAAA...
 ✿ : Iya




Jujur saja aku belom bisa JATUH CINTA dengan laki-laki lain setelah kepergiannya..
Benar seperti kata orang "semua orang dalam jejaring sosial itu hanyalah TOPENG !"

Minggu, 22 Juli 2012

Jika kita kembali

Aku masih tidak habis fikir, apa tujuanku selalu menangisimu. Menangisi sosok yang setiap malam menangisi wanita lain . BUKAN AKU !


Aku begitu mengerti bahwa aku ini tidak pantas untuk dicintai. Aku paham betul bahwa aku ini tidak berhak untuk mengagumi manusia sepertimu. Cukup ! Tak perlu diperpanjang bagian ini.


Aku masih belum paham mengapa aku ingin begitu memilikimu lagi seperti dulu. Padahal kamu begitu menghujam tajam luka yang sudah berdarah dan mengubahnya menjadi nanah. 


Jika kita kembali
Apakah kamu akan melakukan hal yang sama seperti dulu ? Mengirim aku pesan dan berkata "SAYANG" padahal hatimu berkata "SAYANG" kepada wanita lain ?


Jika kita kembali
Apakah aku dan kamu kembali melihat bintang bersama lagi ? Mencari titik titik putih dilangit dan menghitungnya ada berapa banyak ?


Jika kita kembali
Apakah kamu hanya akan MENCINTAI aku setelah IBU dan Saudara wanitamu ?


Jika kita kembali
Apakah Ponselku ini tidak terlihat Angker seperti waktu kamu meninggalkan aku dan pergi dari hidupku begitu saja ?


Jika kita kembali
Apakah kamu akan mencari aku saat aku menghilang, seperti aku yang diam diam mengkhawatirkanmu saat aku sudah bukan menjadi pemilikmu lagi ?


Jika kita kembali
Apakah sebutan SAYANG mu akan tertuju HANYA untukku ? Seperti dulu aku memilikimu dan hanya kamu yang aku sebut SAYANG.


Jika kita kembali
Apa kamu akan tetap merangkul wanita lain diam diam dibelakangku ?


Jika kita kembali
Apa boleh hanya aku yang merasakan rangkulanmu ?


Jika kita kembali
Apa waktu manis yang pernah terlewat dulu akan mampu terputar indah lagi ?


Jika kita kembali
Apakah kamu akan menghembuskan nama yang sama, seperti aku yang selalu menghembuskan nama yang sama, dalam langkah hingga dalam doa !


Jika kita kembali
Apakah setiap sabtu malam kamu akan kembali main kerumahku dan membuat janji kecil hingga hati kita tetap melekat ?


Jika kita kembali
Apakah waktumu akan kamu berikan untukku? seperti kamu dulu yang rela membatalkan janji kepadaku hanya untuk pergi dengan wanita itu ? Padahal kamu masih milikku.


Jika kita kembali
Apakah kamu akan tetap berada untukku dan tetap menggengam erat kedua tanganku dengan kedua tanganmu? Tidak seperti dulu, kamu menggenggam aku di tangan kananmu tapi tangan kirimu menggenggam orang lain !


Jika kita kembali
Apakah kamu hanya akan memberikan kecupan itu untukku ? Seperti aku memberikannya hanya untukmu ?


Jika kita kembali
Apakah semua kata kamu yang terucap dalam mulutmu hanya untukku ? Seperti aku yang berucap KAMU hanya untukmu ?


Jika kita kembali
Apakah hatimu akan semakin menghangat merangkul kemudian memelukku ? Seperti aku yang setiap hari memeluk hatimu dalam diam, tapi kamu tidak pernah menyadarinya.


Jika kita kembali
Apakah janji yang kita rangkai dulu tidak akan kamu ingkari lagi dengan wanita manapun ?


Dan yang terpenting 


Jika kita kembali
Apakah kebahagiaanku juga akan kembali ?














Entah sampai kapan aku sanggup bertahan dalam pertahananku yang terapuh ini. 
Aku Masih tidak mengerti sampai kapan aku mengantung diri dalam hal yang tidak pasti ini. 
Perlahan membunuhku terutama hatiku. 
Aku sampai tidak mampu mencintai orang lain selain kamu. 
Dosa apa aku hingga harus aku yang mengilai kamu. 
Aku sadar betul kamu tidak akan kembali dan menginjakan kakimu kehatiku lagi.
Dalam diam aku masih menangis, manangis agar semua tetap baik tanpa harus ada yang tersakiti lagi. 
Terutama kamu ! 
yang bertahan tanpa kepastian untuk mendapatkan wanita yang sedang memadu kasih dengan pacarnya. 
Sakit kan ? Itu yang aku rasakan ! Bahkan Lebih sakit dari itu !


22 Juli 2012
Masih terjaga menunggu pesanmu masuk
hanya sekedar berucap dan berkata
"Happy Aniv Sayang :*"
Nyatanya yang di tunggu tak jua merasa






Tolong Jangan Katakan Ini Kepadanya !!

Tolong jangan katakan ini kepadanya !
Aku masih menghembuskan hebusan yang sama. Masih menyebut nama yang sama. Masih mencoba mencari cari aroma tubuh yang sama. Masih memperhatikan sosok yang sama. Masih menyaksikan senyum yang sama dan masih dengan perasaan yang sama. SAYANG. Aku memang masih memiliki perasaan yang dari dulu tidak berubah, malah semakin meradang. 

Tolong Jangan katakan ini kepadanya !
Terlihat menjijikan memang, aku bertahan diambang batas kehancuranku sendiri. Mencari-cari kesempatan di tengah hembusan hiruk pikuk perasaan yang tercurah darinya. Selalu berharap dalam ketidak pastian harapanku. Selalu bermimpi dan berangan angan tinggi jika suatu saat nanti aku dan dia kembali tersenyum,tertawa bersama. 

Tolong Jangan katakan ini kepadanya !
Walau dia sering menghujam luka disini (dibaca : hati), aku tetap mencintainya. Sesering apapun dia menyakiti, sesering itu harapanku ingin kembali. Kembali mengulang kata 'AKU' dan 'KAMU' menjadi 'KITA'. Imajinasiku memang tinggi untuk berharap kembali kepada orang yang sama. Berada di pelukan yang sama dengan aroma tubuh yang sama.

Tolong Jangan katakan ini kepadanya !
Aku selalu menangisinya saat bulan dan bintang yang kami lihat dulu, kini tertawa saat melihat aku sendirian. Aku selalu menangisi ponselku yang kian hari kian memudarkan namanya yang dulu mewarnai layar ponselku. Aku selalu menangisi saat melihat senyum yang sama yang kini memudar untuk menatap dan melempar senyum itu kearahku. Aku masih menangisi orang yang sama. DIA. Dia adalah sumber segala tangisku !

Tolong Jangan katakan ini kepadanya !
Aku mengalami keterpurukan ditengah pengharapan. Aku begitu menggilai apa yang seharusnya tak aku gilai. Aku mengagumi apa yang seharusnya tak aku kagumi. Aku mencintai apa yang seharusnya tak aku cintai. Aku memang TOLOL tapi aku CERDAS. Aku memang BODOH tapi aku sangat BAIK. Tapi apa gunanya orang CERDAS dan BAIK jika berperilaku seperti manusia TOLOL dan BODOH ? Itulah Aku !

Tolong Jangan katakan ini kepadanya !
Aku tak habis pikir siapa yang rela berkorban untuknya selain aku ? Aku tak habis pikir siapa yang menghembuskan nafasnya dan menyebut namanya selain aku ? Aku tak habis fikir siapa yang rela membuang waktu pentingnya (dibaca : aku) untuk menghiburnya ? Aku tak habis pikir siapa yang mencintainya selain aku ?

Tolong Jangan katakan ini kepadanya !
Aku sadar aku tidak dicintainya. Aku tau bahwa aku bukan salah satu pelabuhan akhir dalam hidupnya kelak. Aku juga tahu diri bahwa dia bukan jodohku nantinya. Tapi setidaknya aku memohon kepada Tuhan, bahwasanya aku ingin memilikinya sekali lagi. Sekali saja.

Tolong Jangan katakan ini kepadanya !
Aku hanya ingin mendengar kata indah dalam mulutnya tertuju untukku ! Aku hanya ingin dekapan terhangatnya, yang hanya diberikan untukku ! Aku hanya ingin kecupan termanis yang hanya diberikannya untukku.

Tolong katakan padaku jika ada wanita yang mencintainya melebihi aku, selain Ibunya dan saudara perempuannya !

Ku kira perhatianmu tanpa batas. Hanya karena kita tanpa status, seketika perhatianmu sangat terbatas - Rediska Amaliawati 


22 Juli 2012
Hari ini 2 bulan FILED
Tak ingin berkata banyak, 
aku masih mencintai orang yang sama
KAMU 

Sabtu, 21 Juli 2012

Kena sasaran juga

Ya ampun padahal udah mengindar ke SOLO, tetap aja ada hidung kena sasaran !!
Emang keliatan over banget ya hidungku ini ??
Anak kecil yang pake baju merah ini Sepupu aku, kalo udah deket aku pasti gak mau lepas deh.
Namanya RARA
Kalo kita di pisahin pasti Rara nangis 
"cup..cup.. sayang.. mbak diska disini :)" ucapku mendekat
Kalo udah minta gendong, gak mau turun
"Turun ya raa.. mbak diska cape" sambil melepaskan gendongannya
Kalo aku belom nangis, belom mau turun. Dasar ngerjain aku banget !

Katanya Rara "Hidungnya kok panjang, aku enggak?"
Mana aku tau sayang :)


Katanya rara "Mbak diska, pipinya..."
Setiap aku tanya "pipi aku kenapa ?"
Rara cuma jawab "pipinyaaa..."
kemudian dicubit !
"Awww..."
Dasar anak kecil !!


Sebelah kanan RARA itu adalah kakaknya namanya TATA.
Dulu TATA sama seperti RARA saat sudah bertemu aku, 
TATA mampu melupakan mamahnya. 
Maksudnya TATA lebih dominan ke aku dari pada ke Mamahnya hehe
Mungkin TATA tau, jika waktuku tak banyak bertemu dengannya,
karena aku harus melanjutkan pendidikan di JAKARTA.
TATA juga sering mencubitku seperti RARA
dasar kalian berdua..
Kakak Adik tak jauh berbeda.

Menggemaskan, kadang menyebalkan tapi tidak berubah tetap SAYANG :)

Aku enggan memanggilmu 'MANTAN'









Lirik Pendukungku :)



Kami saling pandang tanpa bicara
Sepertinya dia tau apa di hatiku tertera
Dan waktu saat itu sungguh mengerti aku
Dan dia berlalu, tanpa tau siapa aku
Aku cukup tau dia dari sini saja
Aku cukup lihat dia dari sudut sini saja
Dan aku sudah bahagia seperti ini
Dan diaa.. sudah sempurnaa

Evo- Dia dan aku



Dan ternyata matamu tertuju padaku
Aku malu bingung salting
Oh tuhann
Jantungku berdetak, berdetak dengan kencang
Senyumanmu buat aku deg deg kan
Tatapanmu buatku jadi deg deg kan
Bingung salting J

Vierra – deg deg kan


Mungkin kau takkan pernah tau
Betapa mudahnya kau tuk di kagumi
Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya kau tuk di cintai

Sheila on 7 – pemuja rahasia



Aku bisa membuatmu
Jatuh cinta kepadaku
meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
biar cinta datang karena tlah terbiasa

Dewa – Risalah hati



Seolah tak tau
Hanya engkau yang ku tuju
Akan ku nantikan
Hatimu mengIYAkan ku
Ku mau kau tau
Tiap tetes tatapmu
Iringi tanyaku
Kapan kau jadi milikku ?

Sheila on7 - Tanyaku



Beri beri pertandaa
Pertanda cintaaa

Vierra – Pertanda Cinta



Citaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu
Selaluu..
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku

Nicky Tirta ft. Vanessa Angel -



Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring malam yang menjemput senja
Kekasih percaya padaku
Kau nyata tercipta tuk disampingku
‘kau takkan pernah tau apa yang kau miliki
Hingga nanti kau kehilangan
Maka jangan pernah tinggalkan aku Kekasih..’

Sheila on 7 – Percaya padaku



Teman temani aku
Yakin yakin padaku
Sayang sayangi aku
Bawa bawalah aku bersamamu
Apakah kau merasakannya ?
Getaran cinta



Dapatkah engkau selalu menjagaku ?
Dan mampukah engkau mempertahankanku ?
Bila ku lelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bilaku marah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar

Sheila on 7 – buat aku tersenyum



Dan bila kau kangen
Panggilah aku
Dan bila kau butuh
Rayulah aku
Kau kan tau
Semua ku lakukan
Semua dengan tulus
Hanya untukmu
Jangan pernah kau ragukan aku
Kau sisihkan aku
Karena ku kan slalu di sisimu
Jangan jangan tinggalkan aku..

Viera – Di sisimu



Maaf kan aku membuatmu tak suka,
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatku berfikir
Apakah aku pelarianmu saja
Tak akan lagi, takakan terulang lagi
Membawa bawa namanya saat berdua denganmu.

Arilaso ft ariel tatum – karena ku tlah denganmu


Ketika aku lihat cahaya terang
Hilanglah sudah semua masalaluku
Akan ku lewati semua dengan hal yang baru
Takkan pernah aku takut
Takkan pernah aku sedih
Hadapi semua ini

Sheila on 7 – Cahaya terang



Seperti yang kau katakan
Kau akan slalu ada
Menjaga memeluk diriku
Dengan cintamu.. dengan cintamu..
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu
Sampai nanti, akan slalu bersama dirimu dirimu

Vierra – Bersamamu



Dengan masalah besar yang dihadapi
Segitu saja perjuanganmu ?
Setidaknya kamu..
Sempat menjadi milikku
Meskipun tak lama,
Hal itu telah membuatku bahagiaa
Pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat

Vierra – Pertemuan singkat



Hati dan raga ini terlalu mengharapkanmu
Tindakanku menjadi duri
Hati dan raga ini terlalu mengharapkanmu
Tindakanku menjadi…
Akulah pendosa yang sedang menjalani hukuman
Menunggu kebebasan

Sheila on 7 – pendosa



Yakinkan ini semua
Yang harus kita rasa
Terjaga oleh kelam
dan terimbas dengan suram
Haruskah kau kan pergi ?
Bila semua kan sepi
Haruskah kau kembali ?
Saat kau baca lirik ini

Sheila on 7 – berai



Inginku mengejar dirimu
Menggenggam erat tanganmu
Sungguh ku tak rela
Ku tau kau tak tersenyum
Melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku
ku relakan saat kepergianmu
Takkan pernah ku lupakan dirimu
Takkan sanggup ku lupakan semuaa

Vierra – Kepergianmu


Pergi saja kau pergi tak usah kembali
Percuma saja kini
Hanya mengundang perih
Cukup tau ku dirimu
Cukup sakit ku rasakan kini

Geisha – Pergi Saja



Namun ada satu yang terjadi
Hatiku cinta kamu
tapi tak bisa mau kembali lagi ulang semua
Aku tak mau lukai kamu
Tubuhku butuh kamu
Tapi tak bisa rasa seperti dulu
Rusak sudah aku
Kalau ku ingat ingat lagi sayang
Hatiku berhenti di kamu
Cerita kita takkan ada yang bisa gantikan

Anji – Berhenti di kamu

♥ : Kesendirianku
♥ : Awal Kebersamaan
♥ : Kita

Tuhan Penuhi Janji


Entah dalam kisah ini siapa yang akan disalahkan nantinya, aku tidak tahu. Entah itu Aku,dia,dirinya atau kamu yang membaca cerita ini. Mungkin menurutmu ini adalah kisah klasih ala romansa anak SMA. Namun aku merasa ini terlalu rumit, atau mungkin karena aku pemain utamanya ? tapi entahlah, yang pasti sampai saat ini jalan keluar itu belum aku dapatkan.

Seperti pagi lalu dan pagi yang sebelumnya, aku masih memandangnya. Ya.. dia. Dia yang bertubuh bagus, berjalan tegak dan pemilik pandangan yang tajam. Dia pemilik kulit coklat, setinggi berkisar 5,5 kaki, usianya lebih tua dariku 1 tahun tapi kami satu angkatan.

Jangan berfikir bahwa dia terlambat atau bahkan pernah tidak naik kelas ya… tapi karena akulah yang terlalu muda untuk kelas 12 SMA. Aku lebih cepat menginjakan kaki ke bangku sekolah karena keinginanku untuk menempuh pendidikan. Ambisi ini yang mendorongku untuk lebih dulu masuk bangku sekolah dari usiaku.

Baiklah kita kembali membahasnya. Aku memanggilnya FIKRI. Saat ini dia tetap memandang lurus kedepan saat berjalan. Ya.. aku sedang memandangnya dari kejauhan. Dia tidak akan pernah menengok bila tidak ada yang menegurnya. Tak lama, seseorang menepuk pundaknya dan itu memecahkan lamunanku. Siapa lagi, yang menegurnya dan memecah lamunanku itu. Fikri di tegur oleh temannya,kawannya atau mungkin sahabatnya. Ya.. dia bernama PUTRA. Berkulit hitam, bertubuh lebih besar dan memiliki tinggi yang sama dengan Fikri.

Kalian tau ? Mengapa aku terkejut saat PUTRA memecahkan lamunanku saat aku memandang FIKRI ?

Jadi begini ceritanya …

(Kelas 11)
Aku adalah seorang remaja yang masih mencari jati diri. Aku adalah remaja biasa, tidak cerdas bahkan tidak pula cantik. Tidak ada dalam diriku ini yang patut di banggakan, tapi entah mengapa PUTRA mengagumiku secara diam-diam. Entah apa yang bisa di kagumi dari sosokku ini, yang masih seperti anak usia 8 tahun, masih suka tertawa,melompat lompat dan berlari lari di koridor.

Aku juga bukan wanita pemilik tubuh sexy, memiliki kaki jenjang, berkulit putih atau bahkan pemilik tinggi yang ideal. TIDAK ! Namun aku sebaliknya, Jelek, pendek dan pemilik kulit sawo matang atau cenderung hitam. Putra selalu berkata bahwa aku ini “Baik,manis,pintar”. Ah.. aku tak terlalu ambil pusing atas pendapat bohongnya itu.

Aku mengetahui bahwa Putra mengagumiku dari teman temanku yang lain. Ya.. Putra tidak akan bisa mengagumiku secara diam-diam, karena semua teman temanku berusaha menggodanya denganku. Karena aku tau dia menyukaiku, mau tidak mau aku harus menjaga perasaannya. Walau sebenarnya aku menyukai orang lain.

Aku menyukai laki-laki pemilik senyum manis, sebut saja namanya FIKRI. Salah satu siswa exsact. Yang pertama kali menarik perhatianku adalah saat pertama kali melihatnya tersenyum “manis” begitu kataku. Mungkin aku tidak bisa sesering Putra yang setiap hari di kelas mampu melihatku lama lama karena putra adalah teman sekelasku, tapi itu tidak membuat aku penasaran atau bahkan sedih. Aku hanya berfikir “ada waktunya, nanti, senyumnya mampu ku lihat dekat” itu janji Tuhan, dan mungkin belum sekarang waktu itu tiba.

Selidik punya selidik, FIKRI dan PUTRA adalah sahabat. WOW !! Salahkah aku menyukai FIKRI ? Setelah aku mengetahui hal ini aku membiarkan saja perasaanku tertahan, bahkan aku berusaha melupakan senyuman manisnya itu.

Saat itu aku sedang dekat dengan teman SMPku dulu. Sebut saja namanya WAWAN. Orangya sederhana, cerdas, postur tubuhnya kurus walau tidak terlalu tinggi. Semakin lama aku dan Wawan semakin dekat, ini cukup membuatku melupakan senyum Fikri.

Aku dan Wawan kini menjalin hubungan yang disebut Pacaran. Baru satu bulan berjalan kami resmi berakhir dengan alasan “aku menyukai orang lain, dan aku tidak ingin menyakiti hati Wawan”. Mau tidak mau Wawan harus menerima keputusan sepihak dariku ini. Ya.. mau bagaimana lagi. Senyuman Fikri selalu menghantuiku terus.

Singkat cerita, kami semua sudah menduduki puncak teratas di bangku SMA. Ya.. kami kelas 12. Berawal dari keisenganku mengirimkannya pesan facebook dan semakin lama semakin dekat dengan bercanda canda kecil yang membuat hati kita tergelitik. Bila kita bertemu, kita hanya saling melempar senyum diselipkan tawa kecil meledek.

Suatu ketika ponselku tercebur dalam air, padahal keesokan harinya kami akan mengambil nilai atletik di kampus UI. Sesegera ku angin anginkan ponselku kemudian aku nyalakan tetap tidak mau menyala. Akhirnya aku meminjam ponsel salsa dan mengeluarkan simcard ku untuk di taruh di ponsel adikku. Kemudian aku aktifkan.

Entah ini memang takdir Tuhan atau bukan. Aku tak mengerti tapi mengapa hanya ada nomor ponsel Fikri satu satunya yang berada dalam sim card ku. Saat itu mau tidak mau aku harus menghubuginya untuk mendapatkan nomor ponsel teman temanku.

Dari kejadian konyol itu kita mulai dekat, begitu dekat, sangat dekat. Hampir setiap malam minggu Fikri main kerumah, aku mampu melihat senyumnya dekat, ternyata Tuhan penuhi janjinya. Hingga aku dan Fikri mengikat janji yang disebut PACARAN. Semoga ini berjalan seindah awal aku memujanya dalam diam. Amin.

Jangan tanya bagaimana kabar PUTRA kepada ku yaa.. mungkin Puta akan kecewa kepadaku karena aku mencintai sahabatnya ini. Oleh karenanya aku tidak memberitahu kabar bahagia ini kepada siapapun kecuali mamahku. Maaf.

 Jangan tanya bagaimana WAWAN yaa.. sekarang Wawan sudah menjadi pemilik dari wanita cantik yang berjilbab. Semoga bisa lebih bahagia. Amin

Doakan saja aku mampu merangkai senyum abadi dengan laki-laki yang menjadi pilihanku ini, menjadi pemilikku dan menjadi pelindungku nanti. AMIN J


23 April 2012
Masih tersimpan manis dalam Ms. Word
Cuma bisa di baca berulang ulang
Dan hanya aku yang mengenang

Kini Habis Masa(ku) Berharap


Kamu adalah salah satu titipan Tuhan yang memiliki perasaan. Perasaan untuk merasakan indahnya mengasihi dan dikasihi, indahnya menyayangi dan di sayangi, indahnya mencintai dan cintai. Pantang bagimu untuk sanggup merasakan apa yang sempat aku rasakan dulu.

Aku adalah pemilik kasih, sayang dan cinta itu, yang hanya akan tertuju untukmu. Kamu benar HANYA UNTUKMU dan tidak untuk laki laki lain. Aku paham betul rasa kasih,sayang dan cinta yang aku miliki ini tidak akan tersentuh. “Tak terbalas” begitu keadaan menyebutnya. “Tak terjamah” hingga menjadi rusak, keras dan membeku dalam keadaan yang sudah terbujur kaku.

Jujur aku tidak menyerah, aku masih memegang 3 kata yang kamu rangkai menjadi satu kalimat “jodoh gak kemana”. 3 Kata ini yang masih membuat aku tetap bertahan, kamu begitu meyakinkan walau nyatanya kamu tidak mampu menggenggam ucapanmu sendiri.

Sampai sekarang aku masih belum paham makhluk apa yang hinggap dalam tubuhku hingga aku masih kuat bertahan. KeTOLOLan ku kah ? KeBODOHan ku kah ? Entahlah.. Aku masih menunggu “layaknya manusia tanpa otak”.

Aku mengerti dan aku harus lebih tau diri, bahwa aku ini bagai manusia tuli yang selalu tidak peduli apa kata orang lain. Aku masih terus bertahan dalam pendirianku yang kekal. Aku masih terus berharap. Aku tidak akan pernah bertanya “Sampai kapan aku harus berhenti berharap?” biar waktu yang menjadi jawaban untuk semua pertanyaan yang sempat terfikirkan.

Mungkin kini saatnya habis sudah masaku berharap. Makhluk yang dulu sempat hinggap kini sudah pergi dan melumpuhkan kekuatanku untuk tetap bertahan. Membuatku menjadi lelah karena rasa yang semakin hari kian membeku, mengeras dan tidak berfungsi lagi. Entah benar atau salah yang aku tau, rasanya akan tetap begini sakit, kecewa, sedih lalu menangis.

Merasakan pengharapan yang membuat aku selalu mengais-ngais puing-puing yang masih tersisah. Kamu benar, kali ini aku sedang mengais-ngais puing-puing kehancuran hatiku sendiri. Aku masih memunguti senyuman yang sempat aku dan kamu rangkai. Menyebut kata AKU dan KAMU menjadi KITA. Sungguh indah bila ingat masalalu. Aku hampir tidak merasakan sakit walau nyatanya kamu menyakiti, menggores, melukai, membuatku berdarah dan bernanah hingga membuatnya (dibaca : hati) menjadi matirasa.

Kali ini sungguh benar aku melepasmu, menjauhi keberadaanmu dan pergi meninggalkan kehidupanmu untuk tidak mengusikmu lagi. Kamu mungkin sangat bahagia, bagai burung yang terbebas dari sangkar. Lepas.. Bebas..

Aku merelakanmu. Walau kata ‘rela’ ku ini tidak sepenuhnya merelakan. Setidaknya niat meng’ikhlas’kan itu sudah ada. Aku dan kamu pasti tau, bahwa penyesalan itu datang di akhir tapi aku hanya berharap tidak ada yang akan menyesal terutama kamu. Semoga kamu tidak menyesal karena sempat mengabaikanku saat aku masih berharap banyak dengan keberadaanmu yang tidak mampu aku jamah itu.

Aku takut kamu akan menyesal karena selalu menengok ke belakang, padahal aku ada di depanmu sebagai masa depan. Aku sangat tertekan, kamu selalu mempertahankan masalalu. Masa dimana hanya kamu dan wanita itu pemiliknya. Masa dimana aku hanya anginlalu yang belum sempat menjadi pemilikmu. Sudahlah aku membenci percakapan yang selalu membahas tentang masalalumu ini.

Sekarang kamu boleh cukupkan bualan yang selalu meluncur manis melalui mulutmu. Aku sudah tidak sepeka dulu. Berhenti membuang buang waktu mu untuk membuat aku tetap bertahan setelah aku mulai melepaskanmu. Hati ini sudah mengeras. Entah apa yang akan terjadi nanti biar semua tetap begini. Aku memang belum bisa bernafas lega layaknya manusia normal, aku masih menahan isak tangis yang tak tergambarkan ini. Menahan butiran bening yang turun dari mataku agar tidak membasahi pipiku (lagi) saat aku telah merelakan mu sepenuhnya.

Terimakasih untuk kepedulianmu yang membuat aku bahagia. Terimakasih untuk 3 kata yang selalu membuat aku bertahan, tapi maaf aku sudah tidak sekuat dulu J

Cukup hanya saya saja yang menjadi sakit lalu menangis, jangan sampai anda. JANGAN !!



14 Juli 2012
Saya berhenti, Saya menyerah, Saya Pasrah
Bukan saya ingin menjadi seorang pengecut
Tapi saya ingin anda tetap tinggal
Dan biarkan saya yang enyah dalam hidup anda
Walau sepenuhnya saya tidak bisa

“TUHAN Cuma satu kan ?”



Hal yang tidak diinginkan itu harus terjadi. Hal terburuk dalam suatu hubungan. P U T U S. Itulah yang sedang terjadi dalam hubungan kita. Hubungan yang berbulan bulan aku dan kamu jalani. Berbulan-bulan aku dan kamu pertahankan. Berbulan bulan aku dan kamu rangkai dengan jutaan keindahan. Berbulan-bulan aku dan kamu ukir untuk menjadi ingatan yang abadi. Berbulan-bulan yang harus di akhiri dengan 5 huruf yang terangkai menjadi 1 kata yang menghancurkan segalanya. PUTUS.

Bukan perselingkuhan yang menghancurkan hati kita, bukan bosan yang menghadirkan kata putus, bukan juga jarak yang menghadirkan perpisahan.Hanya saja perbedaan yang ada dalam diri kitalah yang memisahkan itu, tidak adanya restu orangtua yang menghadirkan perpisahan karena perbedaan itu, keadaan inilah yang menghancurkan hati kita. Menghancurkan kita !!

Hanya karena aku berdoa mengangkat tangan, sedangkan kamu berdoa dengan cara melipat tangan.Hanya karena aku bertemu Tuhan di masjid, sedangkan kamu bertemu Tuhan di gereja. Hanya karena aku sudah berjilbab, sedangkan kamu sudah di babtis. Hanya karena aku berucap ‘Alhamdulillah’ sedangkan kamu berucap ‘Puji Tuhan’.

Apa yang beda ?? Aku rasa semua sama saja. Aku rasa kita sama-sama berdoa. Sama-sama bertemu Tuhan. Sama-sama sudah memenuhi kewajiban. Sama-sama berucap syukur kepada Tuhan. Lalu apakah hanya perbedaan kecil yang berarti sama ini, harus dipisahkan ? Harus dihancurkan? Harus diakhiri ?

Mereka yang menginginkan kita berakhir, karena mereka belum tau ‘Siapa yang mengingatkan aku sholat? Siapa yang mengingatkan aku untuk segera mengenakan jilbab? Siapa yang mengingatkan aku untuk terus memenuhi hal sunah ku ?’. Karena mereka belum tau ! Bahwa kamulah pengingat itu.

Mereka yang menginginkan kita untuk di pisahkan, karena mereka belum tau ‘Siapa yang mengingatkan mu sekolah minggu? Siapa yang mengingatkan mu untuk segera di babtis? Siapa yang mengingatkan mu untuk terus memenuhi hal sunahmu ?’. Karena mereka belum tau ! Bahwa akulah pengingat itu.

Aku dan kamu saling menghormati perbedaan ini, saling meyakini kepercayaan satu sama lain. Namun, tujuan kita sama kan ? Sama sama menghadap Tuhan. Berharap kepada satu Tuhan. Menghembuskan nafas pemberian Tuhan. Lalu APA YANG BERBEDA ??

♪♪…..Aku untuk kamu,kamu untuk aku. Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda. Tuhan memang satu, kita yang tak sama. Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi…..♪♪
(Marcell-Peri Cintaku)

Berulang kali kamu menyanyikan lagu ini, lagu yang selalu membuat aku menangis. Menangisi perpisahan kita. Menangisi perbedaan kita. Tuhan Cuma satu ! hanya kita yang tidak sama ! Mengapa harus ada perbedaan jika kita sama-sama makhluk TUHAN !

“Tolong Jelaskan kepada kami Tuhan. Pertanyaan yang sulit di ungkapkan ini. Pertanyaan yang mengganjal disini (dibaca : hati). Pertanyaan yang samar tapi butuh jawaban pasti. Tolong kami Tuhan. Kami butuh kepastian, kami butuh jawaban, kami inginkan kebahagiaan, ketulusan dan kepercayaan. Berilah kami kekuatan jikalau mendapatkan akhir terburuk dalam cerita kami ini. Kuatkanlah kami dan ampuni dosa kami. Amien” Itulah yang selalu ku dengar saat kamu memohon agar hubungan ini tetap bertahan.

“Ya Allah, aku tidak ingin terlalu menuntut banyak kepada engkau. Hamba terlalu hina untuk meminta banyak dari apa yang sebenarnya hamba inginkan. Hamba hanya butuh kepastian, jawaban, kebahagiaan, ketulusan dan kepercayaan bersama. Lindungilah kami yang tetap berada di jalanmu. Mudahkanlah hembusan nafas kami agar tidak merasa sesak disini (dibaca : dada). Mudahkanlah kami mencari jalan keluar untuk perbedaan kami ini. Amin ya Rabbal al amin” Itulah doaku yang sering kamu Amien kan.

♪♪…Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan. Tuk menjaganya sepenuh jiwa…♪♪
(Marcell-Peri Cintaku)

Apakah kita adalah dua insan yang tak berhak untuk jatuh cinta ? Apakah perbedaan ini tidak dapat menyatukan ? Bukankah seharusnya kita bersatu karena perbedaan ? Bukankah cinta itu kesucian,kemurnian,dan keindahan ? Bukankah aku dan kamu berhak untuk mencintai dan dicintai ? Lalu apa yang salah ?

“Sudahlah sayang, disana (dibaca : surga) Tuhan sedang merencanakan hal indah untuk kita. Kita hanya tinggal bersabar saja” Ucapmu lirih, sembari menurunkan bulir bening yang mendarat mulus ke pipimu.

Tuhan Kita satu kan ? Tuhan kita sama kan ? Lalu apa yang membuatnya berbeda ?



Mencari-cari sebenaranya apa arti perbedaan
Menguak di balik apa sebenarnya yang memisahkan
Dimana Tuhan ?
Apakah Tuhan mendengar ?
Aku harap IYA

Karena Tuhan maha mendengar :)
 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template