Rabu, 27 Juni 2012

Sepotong Malam Untuk KEKASIHKU (dulu)

Cuaca malam ini sungguh menarik, taburan titik titik putih dilangit dan selingkar cahaya kuning menghiasi langit malam yang hitam menggelap. Dinginnya malam ini sedikit menusuk kulit hingga membuat bulu kuduk ini terbangun. Aku ingat betul aku dan kamu pernah berdiri di sini. Yaa… di sini, di tempat ini, di depan rumahku.

Aku dan kamu pandangi sebuah bulan dan jutaan bintang di langit. Jika hanya ada beberapa bintang, aku dan kamu mencoba mencarinya walau hanya ada satu atau dua bintang saja. Semangkin malam melarut taburan bintang itu perlahan muncul walau hanya beberapa titik. Jika tidak ada bulan, aku dan kamu akan menatap langit sampai berhasil menemukannya. Mungkin kamu lupa bagian ini, tapi aku tidak akan melupakannya.

Hanya bintang dan bulan di langitlah yang selalu ada dan menemani perbincangan kita setiap kamu berkunjung kerumahku. Mungkin bulan dan bintang hanyalah saksi bisu yang melarut dalam gelapnya malam dan menemani obrolan kecil yang cenderung menjurus ke arah perasaan. Yaa.. perasaan kita, perasaan aku dan perasaan kamu.

Kunjunganmu lah yang aku harapkan setiap hari sabtu malam. Orang orang menyebutnya malam minggu, tapi terserahlah aku tak perduli mereka ingin menyebutnya apa. Yang jelas, setiap malam aku rasakan sama saja semenjak semua menjadi sepi.

Biasanya ponselku berdering di iringi pesan singkat yang masuk di dalamnya, bertuliskan pengirimnya adalah namamu. Sekarang ini sudah tidak ada lagi. Saat beberapa malam sebuah pesan yang aku tunggu berisikan “aku udah di depan rumah kamu” sekarang sudah tidak berbekas. Kemana pesan itu ? Mungkin saja kamu lupa mengirimkannya untukkku ? atau mungkin salah kirim ke wanita lain ? Entahlah aku tidak ingin tau dan tidak ingin mencari tau hal itu.

Aku masih di sini, di tempat ini,yaa.. di depan rumahku. Aku duduk di depan rumah dan seketika ingatan itu hadir dan buatku tersenyum . Ingatan yang membuat aku tertawa dan menangis sendiri. Sebuah obrolan singkat yang ternyata menghabiskan waktu sampai pukul 22:00 atau bahkan lebih ?

Sebuah senyum, tertawa dan wajah serius itu kamu sajikan di hadapanku. Aku selalu tertawa saat semua ekspresimu kamu perlihatkan, kamu lucu, aku suka. Kamu apa adanya, aku suka. Kamu manis, aku suka. Kamu jelek, aku suka.

Hanya saat itulah aku mampu melihatmu dekat, menyapamu nyata, mendengarmu dekat, sangat dekat. Hanya saat itu aku mampu menyentuh tanganmu hanya karena perjanjian konyol yang aku dan kamu buat. Hanya saat itu tidak untuk waktu yang lain.

Perjanjian yang selalu aku dan kamu katakan “jangan kemana mana” mungkin kamu sudah lupakan hal bodoh ini. Tapi aku akan berusaha penuhi janjiku ini entah sampai kapan ?

Tiba-tiba …

♪♪ …mau kah kau tuk menjadi pilihanku, menjadi yang terakhir dalam hidupku, mau kah kau tuk menjadi yang pertama yang slalu ada di saat pagiku membuka mata…izinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, menyayangimu, memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan…… ♪♪

Lagu itu…… Lagu itu… aku ingat betul . Itu lagu yang kamu perdengarkan melalui haeadset ke telingaku, tak lama setelah aku mendengarnya ternyata IBUmu menelfonmu dan aku panic karena telfon genggammu sedang berada di tanganku. Mungkin kamu lupa bagian ini, tapi aku tidak.

Lalu aku ingin mendengar suaramu bernyanyi dan kamu tidak ingin bernyanyi. Akhirnya kamu memintaku bernyanyi tapi setelah aku bernyanyi kamu berjanji untuk bernyanyi. Oke baiklah aku bernyanyi..

♪♪…Ku beranikan diri untuk memulainya, tapi mengapa bibirku tak dapat bergerak terasa berat, Oh malunya hati ini bila ku ingat saat itu, kami hanya saling berpandang dan terdiam terpaku, Oh bulan hanya dirimu yang menyaksikan segalanya, oh bulan tolonglah daku katakan padanya ku cinta dia…♪♪

Wajahmu tersenyum dengan menyimpan jutaan rahasia, entahlah apa arti senyummu itu. Kemudian aku berhasil mendengar suaramu.

♪♪…Akan ku lakukan semua untukmu, akan ku berikan seluruh cintaku, janganlah engkau berubah dalam menyayangi dan memahamiku…♪♪

Lucu.. aku rindu.. tapi ini hanya akan menjadi kenangan.. kenangan yang mungkin hanya aku yang mengenangnya. Aku rasa kamu akan lupakan bagian yang tidak penting ini. Tapi aku akan melukisnya abadi dalam ingatan hati yang akan terus menjadikannya narapidana yang abadi dalam bui. Selamanyaa…

Entah sampai berapa lama lagi aku mampu menahan malam ini sendiri, menyaksikan bintang dan bulan yang dulu menjadi saksi kita bersama. Kini mereka (bulan dan bintang) kembali menjadi saksi saat aku mencari mereka di langit sendiri.

Apakah malam ini kamu melakukan hal konyol yang aku lakukan ini ? Menyaksikan taburan bintang dan selingkar bulan ? Jika IYA apakah kemudian kamu mengingat ingat semua yang telah kita lakukan di bawah gelapnya langit malam(dulu) ? Aku rasa tidak.

26 JUNI 2012
Taburan bintang dan bulan
mengingatkanku akan sosokmu
Sosok yang dulu sering menemaniku
 menyaksikan cahaya mereka
Masih dengan wujud yang sama
KAMU

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template