Minggu, 24 Juni 2012

"Tuhan, ini maksudnya apa?"

Entah keadaan apa yang membuat aku mengunjungi sebuah rumah yang menurutku sudah tak asing lagi. Aku lupa ini rumah siapa, yang pasti aku pernah ketempat ini sebelumnya. Dalam rumah yang memiliki cat dinding berwarna abu abu ini, aku, kamu dan beberapa temanmu yang lain sedang belajar. Entah apa tujuan kita belajar saat itu, seingatku ini untuk persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri tapi... bukankah SNMPTN sudah berlalu beberapa minggu yang lalu ? Entahlah.. Aku tak perduli.

Selesai belajar satu persatu dari temanmu pulang, dan dirumah itu hanya ada aku,kamu dan teman wanitamu (pemilik rumah). Tanpa ragu aku merengek kepadamu untuk mengantarkan aku pulang, karena malam sudah larut dan jam tanganku menunjukan pukul 22:04 [seperti tanggal jadian kita yaa..] . Kamu menggodaku sembari mengulur ulur waktu untuk pulang, karena mamah tidak akan marah saat tau aku pergi bersamamu. 

Tak lama akhirnya kamu antar aku pulang dengan motor bebek yang hanya memiliki kaca sepion di sebelah kiri, bergegas aku naik di bangku belakang. Kamu menarik tanganku untuk berpegangan denganmu, tarikanmu itu membuat aku memelukmu dari belakang dan kamu semakin menarikku sembari berkata "udah larut, pegangan ya.. nanti kamu jatoh atau di umpetin kuntilanak hihihi" . Aku mencubitmu perlahan dan tanpa bicara bergegas ku pelukmu erat karena rasa takutku.

Perlahan kamu menyentuh (dengan tangan kiri, karena tangan kananmu sedang mengendarai motor) genggaman tanganku yang melingkari perutmu dan berkata "tetap begini ya.. jangan kemana mana" aku diam dan menempelkan pipiku ke belakang pungungmu, yang berarti aku mengiyakan perkataanmu.

Aku sedikit melonggarkan peganganku kepadamu, namun kamu malah mempercepat laju motormu hingga aku harus kembali berpegangan erat denganmu.

Aku menikmati benar punggungmu yang hangat itu, beberapa menit aku sempat terpejam dalam pungungmu dan kamu bicara...entah apa yang kamu bicarakan.. Suaramu menjadi aneh saat aku mendengarnya melalui pungungmu, karena rasa penasaranku, aku mulai mendekatkan kepalamu ke sisi kiri pundakmu untuk mendengarkan apa yang ingin kam katakan. Kamu menyentuh kepalaku (dengan tangan kiri, karena tangan kananmu sedang mengendarai motor) yang ditutup selembar kain (dibaca : jilbab) dan mengelusnya perlahan sambil berkata "aku sayang kamu, tetap begini ya.. jangan lepas kerudungmu. Biar nanti hanya aku yang boleh melihat rambutmu yang indah dan cantik itu" . Kembali aku terdiam dan mengangguk perlahan sembari menyentuh tanganmu yang mengelus kepalaku.

Aku mulai melonggarkan pelukanku terhadapmu, aku kenal betul tempat ini, beberapa belokan lagi adalah rumahku. Akhirnya sampai juga di depan rumahhku dan kamu masuk untuk menemui mamahku dan menjelaskan karena mengantarku pulang sampai malam begini
"Assalamualaikum mah, diskanya udah aku anter pulang. Maaf kalo kemaleman tadi belajarnya serius banget jadi lupa waktu. Maaf ya mah"
"Iya gak apa apa, makasih yaa.. Jangan kapok ya direpotin. Maaf ngerepotin, mari duduk dulu mamah bikinin teh anget yaa" jawab mamah tanpa ragu mamah tersenyum 
"Gak gak usah mah, ini udah larut . Gak enak bertamu malem malem, kalo di repotinnya sama diska gak apa apa mah (sembari mengelus ngelus kepalaku)"
"sekali lagi makasih yaa.." sapa mamah kembali

Aku mengantarmu ke luar pagar dan tiba tiba kamu mendekatkan kepalamu ke depan wajahku yang hanya berjarak 1 cm sambil berkata "jaga hatimu ya". Beberapa saat setelah kalimat itu meluncur dari mulutmu, aku merasa ada sesuatu yang mendarat di keningku tadi, tapi apa ? Entahlah...

Kamu mulai berlalu dan aku hanya menyaksikan pungungmu sampai sudut gang yang memaksamu berbelok dan berlalu...

Dari dalam rumah terdengar suara yang memanggilku "mbak.. mbak diska.. mbak... mbak diskaa.."

Seketika aku membuka mata dan tersadar bahwa aku berada di atas ranjang.. Semalam Tuhan ciptakan bunga tidur terindah untukku. Tapi apa maksudnya ?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template