Sabtu, 30 Juni 2012

Tak tertuju..

Rasanya terlalu pahit untuk di ceritakan.
Lelah memang jalani ini semua sendiri.
Tak di mengerti,tak jua di pahami.
Hanya terdiam diri,menahan emosi.
Terlalu pedih jika terus begini.
Tak jua sirna peluh kasih ku terbagi.
Terus terus kau seperti ini.
APAKAH KAU MENGERTI??
CUKUP CUKUP dan CUKUP aku yang begini.
Jangan jadikan mereka pelampiasan hati.
Cukuplah aku yang menangisi.
Aku lelah, memahami.
Apadaya kini tlah terjadi.
Hanya terdorong emosi.
Kau tak jua pahami maksud semua ini.
Cukup ku menangis seorang diri.
Dapat membuatku menahan diri.
Tapi mengapa kisah ku ini,harus begini??

 27 Mei 2011 pukul 19:54
Dikutip dari catatan facebook :  REDISKA AMALIAWATI 

Aku berbanding Dia


Motornya melaju dengan CEPAT. 
Sempat menyalipku dengan TEPAT. 
Dalam beberapa detik, menghilang dengan HEBAT.
Seperti pemiliknya yang hadir dan menghilang dengan CEPAT.
 Mengambil hatiku dengan TEPAT. 
Dan menghilang dengan HEBAT.
Aku TAHU yang kamu mau. 
Aku TAHU apa yang kamu tuju. 
Aku TAHU mana yang dipilih oleh mu
 "DIA" "DIA" "DIA" Hanya itu jawabmu. 
Bukan "AKU" "AKU" "AKU". 
Namun, Itu hanya sebatas hayalku.
Bandingkan aku dengannya. 
Begitu BERBEDA. 
Sangat jauh BERBEDA .
Matamu memang tak buta. 
Memilih DIA. 
Tapi hati dan fikiranmu yang BISU karenanya. 
Akupun  tak dapat berkata, dengan wanita sesempurnanya.
Cantik,Cerdas,dan Soleha pula. 
Sedangkan aku HANYA sebaliknya.
Tapi adakah aku di hidupmu? 
Sedikit saja, aku butuh CELAH. 
Aku sudah GERAH, menungu dalam AMARAH. 
Dan hanya berteman ASA dalam Derita
dilema "AKU" dan "DIA".

 25 September 2011 pukul 16:30

Dikutip di catatan facebook : REDISKA AMALIAWATI

Rabu, 27 Juni 2012

KAMU,AKU atau KITA yang (masih) SAYANG ?

Lagi lagi pesan singkat itu masuk kedalam ponselku, pesan singkat yang selalu memanggilku dengan sebutan ”sayang” dengan pengirimnya itu adalah namamu. Entah apa tujuan mu (masih) memanggilku sayang, padahal sudah sebulan yang lalu kamu mengakhiri semua ikatan yang kita jalani kemarin. Aku marah dengan panggilan yang sering kamu sebut akhir-akhir ini. Kamu tau betul bahwa aku ini sulit melepaskan perasaan sayangku jika aku sudah mulai jatuh hati kepada laki-laki.

Kamu adalah salah satu laki-laki beruntung yang sudah mendapatkan hatiku secara cuma-cuma. Aku hanya butuh waktu beberapa jam untuk memiliki perasaan itu(dibaca:sayang), tapi untuk menghapus dan menghilangkan rasa itu aku butuh waktu berbulan bulan atau bahkan beberapa tahun, hanya untuk menetralkannya dan membuka kembali untuk orang lain. Tapi kamu malah melepasnya secara cuma-cuma dengan sejuta alasanmu yang menurutku itu hanyalah ALIBI belaka !

Terus saja kamu menggodaku dengan sebutan itu, seberapa bertahan aku mampu membuatmu berhenti untuk mengatakan satu kata yang membuatku terbang melayang. Satu kata yang membuat aku terhempas ke udara. Satu kata yang membuat aku selalu semangat. Satu kata yang mampu menghancurkan kenyataan bahwa sebenarnya kata itu adalah PALSU.

Aku pasti akan merasa kehilangan setelah panggilan itu tidak meluncur lagi melalui mulutmu, pesan singkat atau bahkan jaringan telfon ! Dan benar saja. Kamu tidak lagi memanggilku itu (dibaca: Sayang). Kamu tidak lagi menyebutku itu (dibaca: Sayang). Kamu tidaklagi mengatakannya.. sudah tidak ! dan aku merasa kehilangan, sangat kehilangan.

Sampai suatu ketika aku jatuh sakit hingga cairan merah harus mengalir hangat melewati hidungku.

Kamu memang tidak menyebut dan memanggil aku “sayang” lagi, tapi kamu berikan aku perhatian yang berarti. Sebenarnya apa maksud perhatiamu itu ? yang pasti, aku hanya mampu berucap TERIMAKASIH !

Kamu menanyakan kabarku dan keadaan ku yang kian hari kian melemah ini. Entah darimana kamu mendengar keadaan ku , yang jelas aku menikmati perhatianmu. Sangat menikmatinya, tapi apa maksudnya ? Entahlah…. aku tidak ingin membahas apa maksudnya. Yang jelas aku sedang menikmatinya. Menikmati perhatianmu yang sudah lama tidak dapat aku rasakan lagi.

Perhatianmu terus mengalir walau hanya melalui pesan singkat yang cenderung tak terlihat wujud dan bagaimana ekspresimu sebenarnya, tapi aku tidak perduli. Karena aku rindu perhatian ini. Perhatian yang selalu menyurukmu “makan yang banyak ya” ,“jaga kondisi” dan sejenisnya.

Rasanya aku ingin terus sakit jika ini mampu menarik perhatianmu untuk terus menghubungiku dan menanyai keadaanku. Tapi aku pun ingin sembuh, ingin sehat dan ingin mampu berdiri, berjalan dan berlari kearahmu atau bahkan bersamamu.

Jika aku sembuh nanti apakah masih ada perhatian itu ? Masih adakah pesan singkat itu ? masih adakah suara itu ? Semoga saja. Aku masih berharap.


27 JUNI 2012
Saat membaca isi pesanmu kemarin
dan perhatianmu hari lalu
Yang aku harapkan dan aku rindukan
Masih dengan wujud yang sama
Aku masih BERHARAP

Sepotong Malam Untuk KEKASIHKU (dulu)

Cuaca malam ini sungguh menarik, taburan titik titik putih dilangit dan selingkar cahaya kuning menghiasi langit malam yang hitam menggelap. Dinginnya malam ini sedikit menusuk kulit hingga membuat bulu kuduk ini terbangun. Aku ingat betul aku dan kamu pernah berdiri di sini. Yaa… di sini, di tempat ini, di depan rumahku.

Aku dan kamu pandangi sebuah bulan dan jutaan bintang di langit. Jika hanya ada beberapa bintang, aku dan kamu mencoba mencarinya walau hanya ada satu atau dua bintang saja. Semangkin malam melarut taburan bintang itu perlahan muncul walau hanya beberapa titik. Jika tidak ada bulan, aku dan kamu akan menatap langit sampai berhasil menemukannya. Mungkin kamu lupa bagian ini, tapi aku tidak akan melupakannya.

Hanya bintang dan bulan di langitlah yang selalu ada dan menemani perbincangan kita setiap kamu berkunjung kerumahku. Mungkin bulan dan bintang hanyalah saksi bisu yang melarut dalam gelapnya malam dan menemani obrolan kecil yang cenderung menjurus ke arah perasaan. Yaa.. perasaan kita, perasaan aku dan perasaan kamu.

Kunjunganmu lah yang aku harapkan setiap hari sabtu malam. Orang orang menyebutnya malam minggu, tapi terserahlah aku tak perduli mereka ingin menyebutnya apa. Yang jelas, setiap malam aku rasakan sama saja semenjak semua menjadi sepi.

Biasanya ponselku berdering di iringi pesan singkat yang masuk di dalamnya, bertuliskan pengirimnya adalah namamu. Sekarang ini sudah tidak ada lagi. Saat beberapa malam sebuah pesan yang aku tunggu berisikan “aku udah di depan rumah kamu” sekarang sudah tidak berbekas. Kemana pesan itu ? Mungkin saja kamu lupa mengirimkannya untukkku ? atau mungkin salah kirim ke wanita lain ? Entahlah aku tidak ingin tau dan tidak ingin mencari tau hal itu.

Aku masih di sini, di tempat ini,yaa.. di depan rumahku. Aku duduk di depan rumah dan seketika ingatan itu hadir dan buatku tersenyum . Ingatan yang membuat aku tertawa dan menangis sendiri. Sebuah obrolan singkat yang ternyata menghabiskan waktu sampai pukul 22:00 atau bahkan lebih ?

Sebuah senyum, tertawa dan wajah serius itu kamu sajikan di hadapanku. Aku selalu tertawa saat semua ekspresimu kamu perlihatkan, kamu lucu, aku suka. Kamu apa adanya, aku suka. Kamu manis, aku suka. Kamu jelek, aku suka.

Hanya saat itulah aku mampu melihatmu dekat, menyapamu nyata, mendengarmu dekat, sangat dekat. Hanya saat itu aku mampu menyentuh tanganmu hanya karena perjanjian konyol yang aku dan kamu buat. Hanya saat itu tidak untuk waktu yang lain.

Perjanjian yang selalu aku dan kamu katakan “jangan kemana mana” mungkin kamu sudah lupakan hal bodoh ini. Tapi aku akan berusaha penuhi janjiku ini entah sampai kapan ?

Tiba-tiba …

♪♪ …mau kah kau tuk menjadi pilihanku, menjadi yang terakhir dalam hidupku, mau kah kau tuk menjadi yang pertama yang slalu ada di saat pagiku membuka mata…izinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, menyayangimu, memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan…… ♪♪

Lagu itu…… Lagu itu… aku ingat betul . Itu lagu yang kamu perdengarkan melalui haeadset ke telingaku, tak lama setelah aku mendengarnya ternyata IBUmu menelfonmu dan aku panic karena telfon genggammu sedang berada di tanganku. Mungkin kamu lupa bagian ini, tapi aku tidak.

Lalu aku ingin mendengar suaramu bernyanyi dan kamu tidak ingin bernyanyi. Akhirnya kamu memintaku bernyanyi tapi setelah aku bernyanyi kamu berjanji untuk bernyanyi. Oke baiklah aku bernyanyi..

♪♪…Ku beranikan diri untuk memulainya, tapi mengapa bibirku tak dapat bergerak terasa berat, Oh malunya hati ini bila ku ingat saat itu, kami hanya saling berpandang dan terdiam terpaku, Oh bulan hanya dirimu yang menyaksikan segalanya, oh bulan tolonglah daku katakan padanya ku cinta dia…♪♪

Wajahmu tersenyum dengan menyimpan jutaan rahasia, entahlah apa arti senyummu itu. Kemudian aku berhasil mendengar suaramu.

♪♪…Akan ku lakukan semua untukmu, akan ku berikan seluruh cintaku, janganlah engkau berubah dalam menyayangi dan memahamiku…♪♪

Lucu.. aku rindu.. tapi ini hanya akan menjadi kenangan.. kenangan yang mungkin hanya aku yang mengenangnya. Aku rasa kamu akan lupakan bagian yang tidak penting ini. Tapi aku akan melukisnya abadi dalam ingatan hati yang akan terus menjadikannya narapidana yang abadi dalam bui. Selamanyaa…

Entah sampai berapa lama lagi aku mampu menahan malam ini sendiri, menyaksikan bintang dan bulan yang dulu menjadi saksi kita bersama. Kini mereka (bulan dan bintang) kembali menjadi saksi saat aku mencari mereka di langit sendiri.

Apakah malam ini kamu melakukan hal konyol yang aku lakukan ini ? Menyaksikan taburan bintang dan selingkar bulan ? Jika IYA apakah kemudian kamu mengingat ingat semua yang telah kita lakukan di bawah gelapnya langit malam(dulu) ? Aku rasa tidak.

26 JUNI 2012
Taburan bintang dan bulan
mengingatkanku akan sosokmu
Sosok yang dulu sering menemaniku
 menyaksikan cahaya mereka
Masih dengan wujud yang sama
KAMU

lagi-lagi (KAMU)


Aku menyusiri setiap sudut sekolah yang akan aku tinggalkan ini, setiap sudut ku lalui, aku melangkah sendiri tanpa teman untuk berbagi.

Aku tersenyum saat aku berada di depan pintu ruang kelasku yang tepat berada di depan lapangan basket. Aku ingat betul saat kamu melewati lapangan (jauh, tidak melewati persis depan kelasku) lalu kamu senyumi aku dari jauh hingga senyuman itu tidak lepas sampai pohon yang memisahkan pandangan aku dan kamu.

Kemudian ku susuri masjid, setiap pagi kamu selalu duduk di sana dan aku melewatimu untuk menuju ke kantin, padahal aku ke kantin hanya untuk melewatimu saja. Sampai aku di kantin, aku melirik ke arah kanan tepat samping kantin umi nasi uduk. Dulu mata dan senyum kita bertemu dari jauh, tanpa kata perasaan itu ada.

Aku membeli sebotol air mineral dan menikmati susu coklat dingin yang aku beli di kantin budelis, dalam cup kecil yang akan temaniku untuk kembali mengelilingi setiap sudut sekolah ini. Lalu aku kembali ke lapangan basket.

Aku melihatmu sedang bermain bola bersama teman temanmu yang lain, aku duduk di pinggir lapangan sembari melihatmu bermain. Tak lama kamu menghampiriku dan duduk persis di sebelahku. Kamu tau apa yang aku rasakan ? aku deg deg kan ! Kamu tersenyum sambil bertopang dagu melihatku, dan seperti biasa.. aku menutup wajahku dengan saputanganku. Tetap saja matamu melihatku walau aku merengek agar kamu tidak melihatku seperti itu, tetap saja matamu memandangiku !

Bergegas aku keluarkan air mineral yang aku beli tadi. Awalnya kamu menolak tapi setelah aku buka kan untukmu, kamu baru menerima dan meneguknya perlahan.

Tampaknya kamu sangat lelah. Aku sodorkan saputanganku untuk mengelap keringatmu yang mengucur membasahi dahi dan lehermu itu, tapi kamu menolak. Tetap saja aku mengelap keringat yang ada di dahimu dan lehermu itu. Kamu memandangiku sambil menyentuh tanganku yang sedang mengelap dahimu yang berkeringat. Aku menepisnya dan memberikan saputanganku untukmu agar kamu mengelapnya sendiri. Aku pun diam salah tingkah.

Kamu mengajakku menuju tempat yang jauh dari teman temanmu. Kamu membawaku tepat di depan ruang sekertariat OSIS. Kamu menyuruhku duduk dalam sebuah bangku panjang dan kamu duduk di sampingku.

Perlahan semua bualan itu kembali meluncur dari mulut manismu, aku hanya mengiyakan saja dan tak memperdulikan pasti apa yang kamu katakan. Mungkin kamu menyadari bahwa ucapanmu itu hanya aku anggap angin lalu. Sampai kamu menarik kedua lengan tanganku untuk menghadap ke arahmu dan menatap matamu sambil berkata “Liat mata aku ! Aku masih sayang kamu ! Liat mata aku dis, liat ! Aku sayang kamu! MASIH SAYANG KAMU” . Aku hanya diam sambil tersenyum dan mengangguk.

 Aku berjalan perlahan untuk kembali kelapangan dan pergi menjauhimu agar aku lebih tenang, tapi kamu mengikuti ku. Kembali kamu menarik tanganku dan mengajakku keluar dari sekolah, kamu memintaku untuk naik keatas motormu dan pergi ke suatu tempat yang pernah aku singgahi sebelumnya, tapi tempat apa ini ? Entahlah aku lupa…

Aku menaiki bukit kecil bersamamu dan aku hanya menarik nafas panjang sembari menikmati udara yang jauh dari polusi ini. Kembali kamu mulai membual dengan seribu rayuanmu yang memikat ku karena rasa sayangku kepadamu yang sulit untuk di hapuskan. Aku berusaha meng’iya’kan saja perkataanmu tapi kamu malah semakin mengatakan kalimat manis yang selalu aku harapkan itu.

Tiba-tiba tubuhku terasa dingin sangat dingin, kaki dan tanganku mulai serasa beku dan seketika aku langsung mengigil. “aku boleh peluk kamu ?” tanyaku. Sebelum kamu jawab aku langsung memelukmu erat, sangat erat. Aku merasa hangat dalam dekapanmu sangat hangat.
“badan kamu panas, panas banget. Kamu kenapa ? sakit ?” tanyamu cemas sembari menyentuh keningku yang panas.
“dingin, kedinginan, dingin..!!” ucapku yang masih mendekapmu erat dan menggigil. Kamu langsung melepas jaket berwarna hitam yang kamu pakai untuk kamu sematkan kepundakku sembari kamu peluk aku.

“sudah merasa hangat ?” tanyamu cemas dan aku berkata “Sudah lebih baik. Jauh lebih baik kalo kamu nerhenti membual. Aku terlalu mencintaimu sangat mencintaimu. Kalo kamu nggak punya perasaan kayak aku, aku nggak keberatan. Jangan paksakan itu ! Aku menikmati perasaan ini, perasaan yang tak di cintai. Aku mohon jangan bohongi perasaanmu dan hatiku lagi. AKU MOHON !” sambil mendekap tubuhmu erat dan beberapa tetesan air mengalir dari mataku dan turun membasahi pipiku. Hangat sangat hangat tetesan air ini.

“aku mencintaimu tulus tanpa bualan, perasaan ini sungguh ada dan aku belum rasakan ini sebelumnya, aku mohon jangan larang aku untuk mencintaimu. Aku memiliki perasaan yang sama denganmu TOLONG PERCAYALAH” Sambil membelai kepalaku dan memeluk tubuhku dengan erat.

“entah seberapa bertahan kamu akan tipu hatimu itu. Tolong jangan bohongi aku lagi. Aku mohon ! AKU MOHON !” Tiba tiba aku merasa kepalaku sangat berat, sangat berat. Aku masih dalam dekapanmu dan membasahi seragam sekolahmu karena airmataku.

“Aku masih pengen manggil kamu sayang ,masih pengen hubungin kamu dan tau kabar kamu, masih pengen denger suara kamu, masih pengen liat senym kamu dari deket, masih pengen………” sambil menghapus airmataku dalam dekapanmu.

“cukup sayang, cukup.. CUKUP bualan itu ! Biarkan aku menikmati dekapanmu yang hangat ini tanpa ada kepalsuan yang ada dalam mulutmu itu ! CUKUP SAYANG ! CUKUP !!”

“Aku akan tetap panggil kamu sayang” pelukanmu semakin erat dan sebuah kecupan mendarat di kepalaku. Aku merasa kehangatan ini, sangat hangat.

Seketika aku merasakan sesuatu yang hangat yang turun dari hidungku. Aku tau itu adalah cairan kental berwarna merah yang sering keluar saat aku tak kuat menahan rasa panas dari demam yang sering aku rasakan ini, tapi aku biarkan. Aku menikmati dekapan hangat ini dekapan hangat yang mungkin tidak akan aku rasakan lagi, dekapan hangat yang membuatku merasanyaman, dekapan hangat yang mulai aku rasakan dingin, dekapan hangat yang perlahan mulai terlepas dari ku dan ‘gubrakkkkk…’ tak lama semua berubah gelap.  

“diska.. dis.. diskaaaa… diss.. bangun diss.. dek.. bangun dek” suara itu seperti suaramu tapi lebih menyerupai suara kepala keluarga dalam rumahku.

Seketika sebuah cahaya memaksaku membuka mata dan ternyata aku berada dalam ruangan yang tak asing lagi. Cat dinding warna biru yang di penuhi ratusan ornamen bintang, Yaa.. tidak salah lagi ! Ini adalah kamarku. Lagi lagi ini hanya mimpi ! Syukurlah.. Tapi apa maksudnya TUHAN ?

25 JUNI 2012
Saat pagi membangunkanku
dan menyadarkan semua hanya mimpi
Walau wujudmu seperti nyata
Aku masih mengagumi orang yang sama

Yaitu, KAMU

Senin, 25 Juni 2012

Chating :*


23 Februari 2012

belajar belajar, jangan jadi jempolers dulu :D

jempolers yang mana?
Salah orang lagi kali -_- 
Iya makasih udah ingetin belajar. Kenapa nanyain?

Bener ah ga salah haha
Samasama , nanya apa?

Iya iya aja deh hehe
Bukan apa apa

Haha iya kan
Jelas :D hehe

Maaf :(

Ngapain minta maaf :D haha

Gak boleh too? Yowess…

Boleh kok :)
Tp kalo ga punya salah minta maaf gapapa?

Cukup gue dan Allah aja yang tau, salah gue ke lo apa?
Boleh?
*kesalahan gue adalah karena gue suka sama lo*

Haha iya iya
Salah apa lo ke gua?

Mau tau? Yakin mau tau?

Haha engga ah, nanti dikira mau tau banget :D

Haha sukakonyol deh :D

Hehe kok konyol sih ?

Biarin, terserah gue :p
Dapet salam :)

Hehe :D
Salam dari siapa ?

Dari guee.. :D

Hehe salam balik ya
Bilangin dari gue :D

24 Februari 2012

Suka bikin orang senyum senyum sendiri dehh :D

Haha serius ya bilangin ke orangnya dapet salam dari gua :D

Lo nyampein salam atau ngebalikin salamnya nih ? :D

Duaduanya dah :D haha

-_- maruk haha :D
Katanya “wa’alaikumsalam” :p

Haha dari pada musrik :D
Hehe okeoke

Ih ngeselin :D

Ngeselin apa nyenengin ?
Haha :D

Tuh kan ngeselin. Nanyanya kenapa gitu ?

Haha gapapa nanya aja itu mah,
Kok nanya gitu ngeselin sih ? :D

Iyalah. Ngeselin, karena lo pasti udah tau kalo lo itu nyenengin bukan ngeselin :)

Haha belum tau, gue nyenengin kenapa emang ? :D

Tau kali ahh.. :D
Kalo liat lo kayak liat papah yang ngeselin tapi nyenengin, lo itu lucu bikin ketawa mulu, lo itu jelek :p makanya nyenengin :D

25 Februari 2012

Haha tuh kan kalo di tanya gamau jawab :D
Ohehe
Lucu mah kayak bayi dong gua :D, kalo jelek mah emang iya haha

Emang nanya yang mana? :p
Lucu kyak monyet gue dulu :D, emang ada yang bilang lo ganteng ? haha



Haha engga ah, nanti dikira mau tau banget :D
Dari pada di samain sama pithekantropus erectus ? haha
Serius ! Emang ada ? Wah penipuan tuh :D

Ih ngikutin jawabannya haha
Haha ga ada yang lebih bagus apa? Jelek amat itu mah .
Serius ada, knp ? cemburu ? hehe :D *PD BANGET nih orang !!*

Habis suka ngeselin :p
Kalo orang ganteng minta yang bagus bagus gpp :D
-_- ada maunya kali tuh orang bilang lo ganteng.
APA? Cemburu ? Emang mau tau ? :D

Haha tp nyenengin kan ? Hehe :D
Haha kan orang jelek juga ingin di mengerti :D
Haha iya kali ada maunya, tuhkan mau tau mulu :D

Iya si.. Tp banyak nyebelinnya :p
Oh jadi ada yang pengen di mengerti? Haha
Kan gue tanya, emang lo mau tau ? :D

Hehe dikit ah nyebelinnya
Enggak juga sih :D haha
Mau tau ga ya ? enggak tau deh :D

Yang menilai orang lain kali wooo..
Yaudah :p

Ohaha salah dong gue , maaf ya :)
Yaudah juga hehe

Iya deh, oke oke
Woo ngikutin :p
Tadi TO apa ? Minggu TO juga ?

Hehe gapapa kan :D
Baru TPA, iya minggu TO juga sampe jam 13.30

Iya gpp :D
Serius? Jam stgh 2 pulangnya? Yahh…
Kalo ikut susulan minggu depan ato senen besok bisa ga?

Iya serius jam segitu.
Besok aja kalo mau susulan mah, kan sampe tanggal 26 februari batesnya. Tapi katanya kalo mau hari lain bisa di usahain, coba aja besok ke NF dulu

Gue udah TO tapi gue mau ngajak main orang yang lagi TO. Gak bisa ya ?

Oh mau ngajak main siapa emang?

*SEBENERNYA LO !!!* Mau ngajak main safira tapi nggak bisa deh dia mau ke suka bumi :(

Oh iya pantesan tadi dia ga ikut TO. Mau nonton paskib ya besok ?

26 Februari 2012

Tadi dia ga TO ? Beneran ?
Iya, mau ikut? Eh lo TO deh..

Iya engga.
Haha engga ah mau TO gue nanti .

Kan gue udah bilang “Eh lo TO deh..”
Sukses TO yaa :)

Kan gue perjelas :D haha
Oke makasih ya :)

27 Februari 2012

Mas **** ! gue mau klarifikasi.
Akhir-akhir ini gue gak pernah nitip salam ke revo lho..
Terakhir gue nitip salam tahun lalu 2011 hehe :D

Haha trus knpa?
Salamnya yang lalu nyangkut kali baru nyampe sekarang hehe

Ih ngeselin kan? Pake tanya knpa lagi ! :/
Ya jangan di tanggepin lah, aduh mas **** …
Bisa nyangkut gitu :D

Hehe iya iya maaf.
Iya engga gue tanggepin kok, lg ngeledekin mulu dapet salam **** hehe bisa nyangkut hati :D

Berarti revo ngeledekinnya telat dong ? haha
Nyangkut hati siapa ? ciee..

Telat kayaknya hehe
Maunya nyangkut hati siapa? :D

Ishh.. Ditanya malah balik tanya :D

Hehe iya maunya nyangkut hati siapa? :D

Emang mau tau banget maunya gue apa? :D

Iya mau tau banget :p hehe
Cepet banget balesnya, ol dimana?

Maunya nyangkut di hati gue haha :D
Baru mau tanya hehe. Di hp :)

Mau enggak gua sangkutin ? :D hehe
Tanya aja sekarang :D
Oh cepet ya, gua mah lama haha

Boleh pake apa? :D
Tapi sebenernya, td mau nyangkut ke siapa ? :D
Ngapain nanya, lo udah jawab haha

Yang enak pake apa nih ? haha
Ke lu lah :p hehe
Haha cerdas nih

Terserah, kan yang mau nyangkutin lo. Hahah
Cieee.. ke gue :D
Oya doong :)

Pake hati aja deh :D hehe
Ciee seneng :D haha
Bagus bagus

Boleh boleh hehe :p
Iyalah seneng :D

Hehe tangkep tuh :D
Gitu dong seneng jangan galau terus :D

Gue garus simpen dimana mih ? :D
Galau juga galauin lo kalee *ehh :D

Terserah, asal jangan di dalem kulkas aja :D haha
Jiahaha lebay banget *@** #ehh

28 Februari 2012

Knpa gak boleh taro kulkas ? kan biar awet **** haha..
Hiperbola dgg *@** haha

Oh iya ya, terserah deh mau taro di mana haha
Iya berlebihan, tp ga ada masalah sih hiperbola juga

Di taro di tempat sampah boleh? Oke dehh :D
Iyalah gak masalah. Mau hiperbola juga gue tetep ada yang suka :p

Haha boleh aja silahkan :D
Wasik hehe banyak yang suka ya haha

29 Februari 2012

Gue gak bilang banyak tp “tetep ada yang suka” :p
Hari ini jangan lupa bawa topi

Hahasik dah :D
Okesip, sholat subuh dulu jangan ol.

Sebelum ol udah solat :)

Ohhe bagus bagus :)

Obat alergi dingin (biduran) apa ya?

Ada tuh tapi lupa gua namanya apa
Emang kenapa lu ?

*yey !! dia nanyain gue :)* Iya gue alergi. Gatel banget bimbel aja tadi garuk garuk sampe lecet, sakit si tapi gatel :(

Ya jangan digaruk nanti pada lecetkan ga enak diliatnya :)
Uadah bimbelnya ?

Iya si tapi kalo lagi gini kan gak mikirinpenglihatan orang ke gue. Yakan?
Kalo nggak enak diliat jangan di liatin :(
Udah sampe rumah tadi jam setengah 5. Lo udah pulang ?
Jadi apa obatnya?

Iya haha
Tetep asik kok diliatnya :)
Oh udah gua, ini lagi di warnet
Bedak herosin kalo obat gatel mah kayaknya.

Haha, suka ngegombal dia :p
Okelah, pantes cepet balesnya.
Udah make itu mah, tp ttp aja gak ilang alerginya, malah makin bayak :(

Haha kok gombali sih .
Haha cepetlah orangnya aja cepet ilangnya :D
Oh berarti nggak cocok, pake yang lain aja coba.

 Iya tuh gombal “tetep asik kok diliatnya :)” haha
Siapa yang cepet ilangnya ? :D
Ihh cocok. Cuman udara aja yang gak cocok :p
Masa iya, besok gak sekolah :(

Haha gombal mah gini “kamu peke indosat ya? ”
Siapa aja terserah haha
Ohaha obatin dong biar besok sekolah

Trus yang tadi apa dong? Bukan bagian dari iklan kan? Haha :D
Ishh gitu kan? Haha
Tanpa lo suruh juga gue udah usaha bong ! makanya gue tanya ke calon dokter :)

Bukan dong, itu bagian dari kata kata yang gue rangkai haha :D
Gitu kenapa ?
Hehe iya harus usaha biar cepet sembuh
Amiin, doain aja ya makanya :)

Di rangkai pake KRL haha
Ya gitu, jelek :p
Wani piro? Haha

Bukan, becanda terus sih kalo lagi serius :D hehe
Siapa jelek ?
Piro wani ? haha

Ciee.. serius haha.. jangan serius serius kalo gombalin gue.
haha, oke sekarang serius deh :p
Yang jelek tuh yang barusan gombalin gue :D
Ishh.. AMIN YA calon dokter :) semoga pasiennya gak jadi gila kayak gue :D

Hehe oke oke
Haha gue lagi yang kena, ikhlas kok gue :D
AMIN YA ALLAH :)
Haha lu gila kenapa emang ?

Mau ngomong apa katanya serius . Ayo mulai mumpung serius :)
Haha iklas lah, emang lu jelek :p
Gila lah dokternya ngeselin terus, kalo ke gue. Tapi mungkin ke orang lain beda kali yah? :D

1 Maret 2012

Maunya ngomongin apa? :D hehe
Ngeselin juga nyenengin juga kan tp? Hehe :D


**BERSAMBUNG**

Suaramu penghapus rindu

Saat ini aku sedang memandangi sebuah gambar (dibaca: foto) yang ada dalam dompetku, sosok laki laki bodoh yang bingung sembari menarik sedikit senyum di wajaahnya. Aku mulai menangis saat melihat gambar itu, sosok yang tak asing yang masih betah memenuhi pikiranku dan masih tetap berada dalam dompetku. Aku menangisinya karena rasa rindu yang sudah tak terbendung lagi, berulangkali aku katakan di depan gambar itu bahwa aku rindu, rindu, bahkan sangat rindu.

Berualangkali ku coba cek kotak SPAM karena sengaja ku blokir pesanmu. Awalnya aku berusaha untuk melupakan masalalu bersamamu dan menghilangkan perasaan sayang yang aku miliki ini, tapi ternyata hati ini melarangnya. Jadi mau bagaimana lagi ? Aku harus selalu rajin mengecek kotak SPAM dan berharap ada pesan yang masuk dalam kotak SPAM itu. Tapi, tampaknya kamu tidak menyadari rasa rinduku ini.

Aku melanjutkan memandangi fotomu yang memperhatikanku seperti tampak bingung, namun kamu lebih terlihat manis saat di sini (dibaca : foto). Aku sengaja menyelipkan fotomu ke dalam dompetku, agar rasa rinduku terhadapmu dapat aku ceritakan langsung didepanmu walau hanya di depan foto. Aku mungkin tampak terlihat bodoh dengan apa yang aku lakukan ini, tapi aku menikmatinya. Sangat menikmati kebodohan yang aku lakukan ini.

20:06
Lampu ponselku menyala tapi tidak ada pesan, ataupun telfon. Bergegas aku mengecek kotak SPAM dan benar saja kamu mengirimkan aku pesan yang berisi :
Assalamualaikum..
Gimana kabarnya ?

Ternyata benar bahwa Tuhan tidak tidur, Tuhan sampaikan rasa rinduku kepadamu. Berulangkali aku ucap syukur kepada Tuhanku yang menyampaikan tangisan dan rengekanku kepadamu.

Aku langsung membalasnya dengan semangat mengebu gebu :
Waalaikumsalam jul
Alhamdulillah udah gak mimisan lagi,
ternyata gak kuat nahan panas demam karena aku mau flu hehe
Kayak anak kecil ya ? :(

Bergegas aku tunaikan sholat isya dan aku ceritakan ucap terimakasihku kepada Tuhan. Mungkin ucapan syukur ini memang berlebihan tapi akan selalu ku ingat kebesaran Tuhanku ini. Terimakasih..
Tak lama kembali pesan masuk melalui ponselku setelah aku tunaikan sholat isya, begini isi pesannya :
Sbb aku baru selesai sholat, kamu udah sholat ?
Engga kok, makanya jaga kondisi kamu :)
Kamu lagi apa ?

Aku baru aja selesai solat.
Iya jul iyaaaa… jaga kondisi kok :)
Kan biasanya kalo flu Cuma bersin bersin gak sampe berdarah
Lagi dikamar nulis nulis gak jelas :)
Gimana rapot ijazahmu ? Bagus kan ?

Iya :)
Makanya makan yang banyak ya
Alhamdulillah bagus :)
Ada bonus telfon ga ?

Iya banyak makan kok :)
Alhamdulillah..
Knapa? Mau aku telfon ?

Alhamdulillah :)
Pengen denger suara kamu
sehat apa masih sakit

Aku lagi asik nulis dan ceritain apa yang malam ini terjadi sambil liatin foto kamu yang ada dalam dompet. Sampe aku gak sadar kalo pesan yang masuk dari kamu itu udah lama. Langsung aku hubungin kamu, tapi kamu gak angkat telfonnya, mungkin kamu sudah tidur. Akhirnya aku sms kamu :
Kamu udah tidur ya ? maaf ya kalo kelamaan.
Aku lagi asik nulis tadi jadi gak sempet liat hp maaf yaa..
Kabarin aja kalo mau di telfon lagi :)

Telfon lagi

Secepat itukah kamu membalas pesan singkatku ? Secepat itukah kamu berharap untuk mendengar suaraku ? Secepat itukah kamu ingin aku menelfonmu ? Sudahlah.. Aku ingin lupakan pertanyaan sepele itu. Akhirnya aku menghubungimu lagi :

:Hallo, assalamualaikum *Suara ini lah yang aku rindukan, suara inilah yang aku tunggu, suara inilah yang aku harapkan*
: Waalaikumsalam
:Gimana kabarnya ? masih sakit ?
: Cuma flu aja kok
:Denger denger kamu mimisan ya ?
: Itu karena aku gak kuat nahan panas dari demamku hehe
:Makanya makan yang banyak yaa..
: iya
:kamu udah makan ?
: Udah tadi bubur
:Cuma makan bubur ?
: iya
:udah minum obat belum ?
: udah tadi habis makan
: kamu lagi apa ?
: kan tadi udah bilang kalo lagi di kamar
: emang kamu bilang ?
: iya di sms
: masa sih ?
: iyaaaa
: emang kamu lagi nulis apa sih ?
: pokoknya nulis
: udah selesai nulisnya ?
: kalo di tanya selesai apa belom aku jawabnya belom, tapi yaaa udah deh
: kamu mah di tanya juga
: iya iyaaa
*beberapa detik sunyi*
:Hallo
: Apa ?
:Aku lagi di brebes nih
: Terus ?
:Aku mau kasih kabar ke kamu aja.
: Iya iya hehe
: Disana ujan gak ?
: enggak. Disana ujan ?
: enggak. Keluar deh banyak bintang di langit malam ini
: enggak ah, dingin.
: yah sayang banget, lagi banyak bintang padahal
: pengen liat tapi dingin
*beberapa detik kembali sunyi*
:Hallo
: Apa?
:Disini berisik ya ?
: iya disana berisik
:Berisik banget ?
: Iya
:kamu lagi nulis apa sih ? Udah selesai belom ?
: Kalo di tanya udah selesai apa belom aku gak tau ?
:kok gak tau ?
: Gak tau ahh..
:kamu mah gak tau mulu
: biarin hehe
:pengumuman SNMPTN tulis kapan sih ?
: tanggal 7 Juli
:alamat webnya apa sih ? snmptn.co.id ya ?
: bukannya snmptn.ac.id
:yang mana nih yang bener ? ac ?
: gak tau dehh
:tuhkan gak tau mulu
: kamu juga gak tau kan ? haha
:makanya aku tanya kamu haha
*kembali sunyi*
:Hallo
: Apa ?
:gimana nilai ijazahmu ? bagus ?
: Ya gitu deh..
:rata ratanya berapa ?
: 8
:bagus dong . 8 berapa ?
: 8,2 kalo gak salah
:hebat deh..
*ngomongin menbar*
: gimana ade kamu ? naik kelas kan ? Ranking berapa ?
:Alhamdulillah naik. Ranking satu dia mah !
: Hebat banget !
:Gimana salsa ? Ranking berapa ?
: Naik kok alhamdulillah . Dia ranking 4.
:Pinter tuh
: dia emang pinter
:Kakaknya juga pinter kok
: haha iya iya iya dehh
*kembali sunyi*
:Hallo
: Apa?
:Gimana orang rumah sehat semua kan ?
: Iya alhamdulillah
:Cuma kamu aja ya yang sering sakit ?
: Iya hehe
:kok gampang sakit sih ? Jaga kondisi kamu ya
: Iya
:makan dulu sana.
: kan udah tadi bubur
:masa Cuma bubur ?
: lah emang mau makan apa lagi ?
:banyak makan yaa..
: iya..
:kamu tidur sana
: Aku baru bangun tadi jam 5 sore
:Solat asharnya kelewat ?
: Enggak.. jadi solat ashar dulu, gak lama setelah asar lamgsung adzan magrib terus langsung solat magrib
:Oh kirain
*kembali sunyi*
:Hallo
: Apa ?
:Istirahat yang cukup ya. Makan yang banyak. Jaga kondisi kamu
: iya makasih yaa
:Yaudah ya.. aku mau main dulu. Mau nongkrong sama temen
: Oh yaudah *padahal masih pengen lebih lama lagi*
:Wassalamuaalikum
: Waalaikumsalam
*tut..tut..tut..*
Untuk kesekian kalinya kamu mematikan telfonnya..

Keterangan :
KAMU
AKU


24 JUNI 2012
Saat sedang asik menangisi rasa rindu di hadapanmu (foto)
Dan kamu hadir untuk menebus semua
Walau hanya selama 12:59 menit aku mendengar suaramu

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template