Jumat, 04 Mei 2012

Serius Aku Sayang Kamu


Mungkin ini KAMU ::

Hai kamu, gadis cantik yang berpipi tembem dan pemilik senyum manis yang saat ini sudah menjadi milikku. Aku tau kamu sempat kecewa karena aku baru menyapamu akhir akhir ini. Aku paham betul kegalauan yang hinggap dalam hatimu saat itu, tapi kini aku hadir untukmu cantik, hanya untukmu. Belum sempat aku menggenggammu betul, disela sela ruang kosong yang berada dalam jemari tanganmu, kita sudah menempuh batu kecil yang hampir membuatmu tersandung. Sebelum kamu tersandung kamu sudah merasakan lukanya, maafkan aku sayang.
Kamu itu lucu sekali, selalu saja kamu marah, selalu saja kamu cemburui aku. Aku tidak akan kemana mana sayang, aku hanya untukmu. Percayalah..
Kenapa kamu harus marah dengan sikapku ? Kenapa kamu harus cemburu dengan Wanita itu ? Aku tau, itu bagian dari rasa sayangmu kepada ku. Aku juga tau bahwa akhir akhir ini kamu selalu memendam amarahmu dan rasa cemburumu itu, sayangnya aku kenal betul gerak gerikmu. Kamu selalu saja berbohong dengan apa yang kamu rasakan itu sayang, aku selalu memintamu katakan semuanya, nyatanya kamu selalu bilang “aku baik baik saja” .
Memang benar Wanita itu sempat mengisi kegundahan hatiku, tapi itu dulu sayang. Sekarang pengisi hatiku adalah kamu, kamu, kamu sayang. Harus bagaimana lagi aku meyakinkanmu bahwa aku mencintaimu bukan Wanita itu lagi. Saat itu aku memang salah karena aku berusaha memasuki relung hati Wanita itu, yang hatinya sudah terisi oleh pangerannya. Aku terlambat untuk katakan isi hatiku kepada Wanita itu, yang ternyata kini sudah di miliki oleh orang lain. Akhirny aku memutuskan untuk mundur dan kamu mulai hadir, aku menyapa perlahan keberadaanmu yang dulu menerbangkan hati bersayapmu kepadaku. Tanpa pikir panjang aku terpengaruh olehmu. Aku jatuh cinta padamu, yaa.. hanya kepadamu cantik.
Akhirnya aku memberi tahu Wanita itu tentang genggaman erat yang kita jalani saat ini. Wanita itu SEDIH dan KECEWA, tapi untuk apa dia kecewa dan sedih ? kamu selalu mengkhawatirkan keadaannya yang sakit hati terhadap ulahku yang menjadikanmu Cinderella didalam istana hatiku . Tetapi inilah perasaanku, sampai kapan aku menunda nunda perasaan aku terhadap kamu? Haruskah aku terlambat lagi seperti Wanita itu yang terlebih dahulu di sapa pangerannya ?
Aku begitu mengkhawatirkan kamu yang selalu memendam semua perasaan gundah gulandamu. Wajar saja jika aku selalu menggodamu, hanya sekedar memancing mu untuk katakan apa yang kamu rasakan setiap harinya. Tetap saja aku selalu gagal membuatmu jujur.
Mungkin aku tidak dapat meneteskan air dari mataku, seperti kamu yang selalu menyembunyikannya dari ku, atau pun seperti Wanita itu yang terlalu fulgar untuk memperlihatkan keadaannya kepadaku. Aku hanya sedikit merasa sakit di kepalaku, seolah olah terlalu banyak hal yang memberatkan pundakku hingga kepala ini tak sanggup menahannya. Kamu selalu saja meminta aku untuk menduakanmu dengan dirinya(wanita itu), kamu itu lucu yaaa… aku begitu mengerti, kamu sangat terluka sayang. Berulangkali kamu merengek kepadaku untuk jadikan Wanita itu kekasih keduaku setelah kamu atau mungkin menggantikanmu di hatiku, tetapi tetap saja aku hanya ingin milikimu seorang !
Aku memang laki laki yang menjalani sagala sesuatunya begitu santai, tapi percayalah ! aku serius merangkul dan memelukmu ! aku serius bahwa aku hanya mencintai wanita setelah ibuku yaitu KAMU ! aku serius bahwa aku sayang kamu ! :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template