Minggu, 15 April 2012

Untuk kamu yang mencintai aku


Apa kamu masih ingat saat ulangtahunku kemarin Minggu,29 Januari 2012 ?
                Saat itu aku genap berusia 17 tahun. Malam harinya pukul 20:05 kau meluangkan waktumu untukku, kau rela datang malam malam demi mengucapkan “selamat ulangtahun ya dis” dan seperangkat doa yang kau panjatkan pada Tuhan. Aku ingat betul malam itu, kau berikan aku satu kotak yang ukurannya lumayang besar. Tak lama kemudian kau mengajakku bicara berdua, padahal saat itu ada sahabatmu yang menemanimu kerumahku, akhirnya sahabatmu menjauh dan membiarkan kita bicara berdua dan kau mulai pembicaraan “gue udah lama suka sama lo, dan lo tau itu kan ? gue berusaha untuk mendem tapi gak bisa dan baru sekarang gue berani bilang kalo gue suka dan sayang sama lo” dan tak lama kemudian kau mengeluarkan seikat mawar putih yang kau sembunyikan di balik punggungmu. Kau benar benar tau bahwa aku menyukai mawar putih, lalu kau bertanya “ambil mawar ini kalo lo mau jadi pacar gue, tapi kalo gak yaa.. terserah lo mau di kemanain bunganya” . Saat itu benar benar tak terfikir oleh ku, kau akan bertanya hal ini kepadaku. Saat itu Aku benar benar bingung, aku hanya berfikir bahwa jangan sampai aku melukai hatimu lama lama. Akhirnya aku menjawab pertanyaanmu itu “sebelumnya gue minta maaf, Gue masih menganggap lo sama seperti sahabat sahabat gue yang lain, tapi gue juga sayang sama lo karena gue menghargai rasa sayang lo ke gue. lo orang pertama yang nembak gue secara langsung dan lo juga orang pertama yang gue jawab secara langsung. Lagi pula sebentar lagi kita Ujian ? gue mau mikirin ujian dulu. Pacar mah gampang okee”
                Saat itu kamu hanya mengangguk angguk pelan dan kau berikan padaku wajah penuh rasa lega dan tandatanya besar, lalu kau katakan “oh.. makasih ya dis gue udah lega. Nih mawarnya buat lo aja” “tapi kan..” “udah buat lo aja, gue udah lega” “lega? Gue rasa enggak” dan kamu hanya memberikan ku senyum penuh tanda tanya . Akhirnya seikat mawar putih itu dalam genggaman ku, lalu cium perlahan harum mawar itu.
                Tak lama kemudian kamu berusaha pamit pulang tapi ku akui, aku benar benar tak ingin kau pulang. Rasanya ingin menahanmu lebih lama bahkan jauh lebih lama tapi waktu yang semakin larut menghalangi kita untuk tetap lebih lama. Pukul 21:15 kau pamit pulang dan aku meng “iya” kan saja walau sebenarnya ingin berkata “tidak”
                Aku buka kotak yang kau berikan kepadaku tadi, ternyata isinya adalah sesuatu yang benar benar aku harapkan sejak lama dan kau berikan itu kepadaku. Aku sangat senang bahkan amat sangat. Kerudung berwarna hitam itu lah yang aku cari, dan kau memberikan itu untukku. Selalu ku gunakan saat aku les, aku sangat suka amat sangat suka “Terimakasih"  . Aku masih menyimpan mawar yang kamu berikan sampai sekarang walau berwarna coklat karena kering.
                Saat ini sikapmu berubah, benar benar berubah !! Aku tau apa dosaku, aku tau apa salahku, aku tau aku sangat salah, bahkan benar benar salah. Yaa.. ini karena Dia.. Dia yang aku suka. Aku yakin kamu tau siapa orang yang aku suka. Ya.. dia adalah teman mu, kawan mu dan sahabatmu. Aku benar benar menyukainya, kamu dan dia berbeda, dia baik tapi kamu lebih baik, dia lucu tapi kamu lebih lucu, dia biasa tapi kamu luar biasa. Aku takut sangat takut membuat mu yang bercahaya menjadi redup karena kesalahan kecil dari ku.
                Bila kau ingin aku jujur aku begitu sangat menyayangi mu, sangat sayang bahkan amat sangat sayang. Aku bahkan takut kehilangan kamu, takut sekali. Kenapa ? Aku takut tidak ada orang baik sebaik kamu setelah hari ini. Aku takut tak ada orang yang rela berkorban demi aku lagi, setelah hari ini. Aku takut bila kamu menemukan orang baik yang lebih baik dari aku, setelah hari ini. Aku begitu takut.. takut kehilangan kamu satelah hari ini. Aku takut jika kamu tidak menyukai ku lagi, karena kejujuranku ini. Tapi..
                Aku menganggap kamu sebagai kakak, kakak yang hanya baik kepada adiknya(aku), kakak yang hanya rela mengorbankan semuanya demi adiknya(aku), kakak yang hanya memberikan perhatiannya kepada adiknya(aku) dan tak akan melakukan hal yang sama kepada orang lain selain adiknya(aku).
                Kamu boleh mengatakan aku egois.. kamu boleh mengatakan aku licik kamu boleh mengatakan apapun yang akan keluar dari mulut kamu. Yaa.. aku terlalu hina bila kau puja dan kau puji. Kau telah salah menyukai dan menyayangi aku, sangat salah ! aku belum bisa menjaga cahaya mu agar tetap menjadi terang. Aku belum bisaa.. dan benar saja, ketakutan ku kini menjadi nyata. Yaa.. cahayamu mulai redup redup dan semakin lama semakin redup.
                Tolong jangan hukum aku begini, aku benar benar menyukainya, sangat menyukainya. Jangan paksa aku untuk melepas dia yang telah sulit untuk ku dapatkan. Tolong jangan larang aku untuk mendapatkan kebahagiaan yang sama seperti orang lain. Jangan bersikap seperti ini padaku, tolong bicara padaku apa yang harus aku lakukan ! TOLONG katakan ! mungki kau mengangap bahwa aku tak bisa memegang kata kataku yang ingin fokus untuk ujian tapi sampai saat ini aku masih belum memiliki kekasih. Percayalah !!
                Terimakasih untukmu “SANDI PUTRA” yang telah mengorbankan waktu nya untukku, yang telah menyisihkan tenaganya untukku, dan yang telah menyisihkan sebagian hartamu untuk kau berikan (mawar,kado dsb) kepadaku. Tetaplah perlakukan aku seperti biasa, jangan jauhi aku, jangan lupakan aku, jangan berikan aku perubahan yang menonjol dan jangan menghindar dari ku. Aku sayang kamu kakak :)












2 komentar:

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template