Sabtu, 27 Agustus 2011

Sahabat ku membuka MATAKU

Sebuah pertemanan bahkan persahabatan menimbulkan kesan yang begitu baik dalam kehidupan sehari hari. Sudah digariskan bahkan sudah mendarah daging, bahwa MANUSIA adalah makhluk SOSIAL, yupss.. Dapat di katakan kita nggak biasa hidup tanpa orang lain.

Pada usia remaja seperti kita, kita rasanya merasa kesepian sekali bila nggak memilikiTEMAN,SAHABAT,bahkan KEKASIH. Mereka semua adalah teman untuk bercerita, mengadu, bahkan segala yang di lakukan selalu bersama. Entah kita dalam keadaan SENANG,BAHAGIA,SEDIH bahkan TERPURUK sekalipun.

Banyak kisah gue dengan sahabat gue yang membuat gue membuka mata selebar lebarnya..

Salah satunya ::

Saat itu usia gue baru menginjak usia 13 tahun. Untuk pertama kalinya gue mengakui gue memiliki kekasih, kekasih gue ini alhamdulillah berakhlak baik,soleh, dan juga cerdas. Hari jadi kita yaitu hari JUMAT,25 Desember 2008. Saat itu memang gue duduk di banggue SMP kelas 3, dan dia juga begitu.

Gue pengen membuat gaya pacaran kita nggak MONOTON yang mewajibkan kita berdua harus selalu berduaan. Gue rasa dia mengerti itu.

Kini udah 1 bulan, gue menjalin hubungan dengan nya tanpa ada yang tahu tentang gue dan dia. Gue punya SAHABAT yang begitu mengerti keadaan gue, dia cantik,baik dan soleha pula. Terkadang dia agak bawel, yang gue suka dari dia itu kadang suka ngambek, kalo dia ngambek lucu banget ih.. hahaha.

Setiap pulang sekolah selalu aja kita membeli Ice cream..

suatu hari, gue senyum senyum sendiri. Mungkin SAHABAT gue yang cantik ini merasa heran dengan keanehan gue lalu dia bertanaya

"lo kenapa dis??"

Bukannya gue jawab gue malah menggila dengan senyum gue itu.
"WOY..!!" getaknya

"eh kenapa?? kok lo ngagetin gue?"

"lu kenapa? ketawa ketawa?"

"gak pa pa"

"BOONG"

tuh kan dia mulai ngambek, lucu tahu..!!

okey akhirnya gue jelasin semua dan lo tahu apa yang dia katakan??

“HAH!! LO JADIAN? KOK LO GAK KASIH TAU GUE??”

Lagi lagi dia ngembek, hahaha. Gue jelasin lagi dan akhrinya dia mengerti.

Dia berbalik bercerita tentang MANTAN PACARNYA. Akhirnya karena dia nggak memiliki pulsa dengan kerendahan hati dan keikhlasan. gue kasih pinjem SIMcard gue buat dia hubungin mantannya. Sebelumnya gue berpesan “nanti kalo ada sms bales aja itu pasti dari dia(pacar gue), bilang aja kartunya ada di lo . Libur sehari pacarannya gak apa apa kok hahaha”

“makasih ya dis.. gak papa kan??”

“iya nggak apa apa, di abisin pulsanya juga nggak pa pa, orang tingggal 1000 hahaha”

“wooo..!! tapi makasih ya dis, besok gue balikin”

Ternyata benar dugaanku, kekasih gue itu menghubungi ke SIMcard yang gue kasih ke SAHABAT gue itu. Gue nggak tahu bahkan nggak mau tahu apa yang di lakukan SAHABAT gue itu kepada kekasih gue, karena gue percaya semua akan baik baik saja.

Akhirnya hari ulangtahungue tiba 29 Januari 2010. Nggak ada yang tahu bahkan mengetahui hal ini. Kecuali SAHABATGUE itu. Kekasihkupun malah bertanya “lo ulangtahun hari ini?”

Gue cuma berdiam diri dan tertunduk sedih,mengapa kekasih gue nggak tau ulangtahun gue!!!

Hanya karena hari ini gue ulangtahun , kekasih gue ini pengen ngenterin gue pulang dengan motor bebek kesayangannya itu. Akhirnya gue terima tawaran itu. Walau Hanya sampai depan gang rumah gue itu udah cukup bagi gue, gue senang ‘makasih sayangg’.

Sudah 40 hari gueberpacaran dengannya, guemerasa ada kejanggalan antara kekasihgue dengan SAHABATgue itu. Apa gue boleh curiga?? Gue rasa nggak.

Hari hari setelah gue mengetahui keanehan dari mereka, gueselalu minta kepada kekasihgue untuk mengntarkan sahabat gue itu pulang.

Bahkan tanpa gue yang minta Semakin hari sahabat gue itu sudah menaiki motor kekasih gue itu. Dan kekasihgue itu sudah nggak bertanya bahkan menawarkan dirinya pada gue lagi.

‘kasian bnaget guee..!!’

Tepat 2 bulan gue berpacaran..!!

Nggak ada angin nggak ada badai nggak ada hujan bahkan petir.

Dia marah sama gue, kesel, sebel dan mengkeritik gue sepuas puasnya. Saat gue bertanya “lo pengen putus dari gue?”

Dengan lantang dia membalas sms gue degan kata “IYA”

Kalian tahu apa yang guerasakan? REMUK HATIku, handphone yang di tangan gue sampai hancur karena terjatuh, airmata gue hanya mentes bagitu saja tanpa gue tahu kenapa gue?

Guemenangis mata gue lebab, gue bingung apa yang terjadi gue merasa kecewa.

Keesokan harinya gue berangkat sekolah seperti biasa. Hanya tunduk dan menunduk. Mata gue terlalu merah untuk di perlihatkan. Banyak yang mempertanyakan tentang mata gue tapi guehanya berkata

KELILIPAN aja kok hehehe”
Gueberusaha tegar setegar tegarnya, kekasihgue itu langsung menghampiri gue, guepun menghindarinya sejauh yang gue bisa, gue merasa bahwa ini semua sudah berakhir. Tapi awalnya tidak begitu dengannya.

Akhirnya gue coba ikhlaskan dan relakan SEMUANYA, tetapi rasanya begitu SULIT.

1 Maret 2010, kekasih (MANTAN) SMS gue.

“gue mau ngomong sama lo boleh gak dis?” ucap kekasih (MANTAN)

“apa?”

“nanti aja di sekolah pas pulang”

Begitu bunyi SMSnya yang masih gueingat sampai sekarang.

Hari ini ada 8 jam pelajaran, salah satu teman dekat dari sahabat gue bertanya pada gue saat kelas kami sudah memasuki jam ke 7 dan 8.

“dis, lo tau kalo sahabat lo itu pacaran sama pacar lo?”

Dengan lantang tanpa beban gue katakan

“gue tau itu dan gue gak mau tau semua itu”

Sepanjang pelajaran itu gue menangis saja, mungkin guru gue mengetahui apa yang gue lakukan karena kesendirian gue itu, tetapi guru gue memaklumi gue karena mungkin menurutnya gue sedang sakit.

Akhirnya bel pulang sekolah tiba juga, dan semua bergegas menuju keluar sekolah termasuk gue, guelangsung berlari pulang sambil menangis, entah apa yang gue tangisi gue masih belum ngerti.

Sesampainya dirumah kekasih gue itu masih menghubungi gue lewat SMS,

“gue kan mau ngomong sama lo tadi”

“NGGAK USAH..!! gue udah tahu semuanya, lo jadian sama sahabat gue kan?”

“oh jadi lo udah tahu?”

“IYA..! sedih guee”

“SEDIH? Saat kita pacaran apa yang lo kasih ke gue? NGGAK ADA..!! gue nawarin lo pulang kenapa lo malah sodorin sahabat lo itu ke gue?”

Dari kalimatnya seebaiknya gue harus bercermin bagaimana gue harus bersikap.

Selidik punya selidik sahabat gue ini mencoba menghubungi nomor asing yang ternyata itu adalah no kekasih gue. Dari awal Simcard gue di pinjem sampai sekarang mereka masih berkomunikasi. Hingga mereka menjalin hubungan yang jauh lebih baik dari gue.

AWALNYA gue merasa ini nggak adil. Tapi ya gimana? Ini bukan hal yang INDAH yang harus gue dapatkan SAAT INI.

1 komentar:

 
Rediska Amaliawati Blogger Template by Ipietoon Blogger Template